879. Abdur Rahman bin Abi Laila mengatakan bahwa Ka'ab bin Ujrah bercerita kepadanya, "Rasulullah berdiri padaku di Hudaibiyyah (ketika itu aku sedang menyalakan api di bawah periuk 7/8), dan kepalaku menjatuhkan kutu kepala. (Dalam satu riwayat: Dia berkata, "Kami bersama Rasulullah di Hudaibiyyah, dan kami terhalang. Kami dikepung oleh kaum musyrikin. Rambut saya lebat, dan binatang-binatang kecil berjatuhan ke wajahku. Lalu Nabi melewatiku kemudian bersabda, 'Mendekatlah.' Lalu aku mendekat 7/235-236). Kemudian beliau bersabda, 'Kutu-kutu kepalamu menyakitkanmu?' Saya menjawab, 'Ya.' Beliau bersabda, 'Cukurlah kepalamu!' Atau, beliau bersabda, 'Bercukurlah!' (Lalu beliau memanggil tukang cukur, lalu tukang cukur itu mencukurnya), (dan beliau tidak menjelaskan kepada mereka bahwa mereka menjadi halal dengannya, sedangkan mereka ingin sekali memasuki kota Mekah 2/209). Ia (Ka'ab) berkata, 'Terhadapku turunlah ayat ini, 'FAMAN KAANA MINKUM MARIIDHAN AU BIHII AZAN MIN RA'SIHI' 'Barangsiapa di antara kamu sakit atau di kepalanya ada sesuatu yang menyakitkan' sampai akhir ayat. Lalu, Nabi bersabda, 'Berpuasalah tiga hari atau bersedekahlah dengan satu faraq[5] di antara enam (orang miskin), atau beribadahlah dengan apa yang mudah. (Dalam satu riwayat: 'Dengan seekor kambing', dan dalam riwayat lain: 'Dengan binatang kurban yang kecil'.) '"
[5] Faraq dan kadang-kadang dibaca firaq, adalah takaran yang terkenal di Madinah, yaitu sebanyak enam belas rithl (kati).