عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ وَعَبَّادِ بْنِ تَمِيمٍ عَنْ عَمِّهِ قَالَ شُكِيَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّجُلُ يَجِدُ الشَّيْءَ فِي الصَّلَاةِ حَتَّى يُخَيَّلَ إِلَيْهِ فَقَالَ لَا يَنْفَتِلْ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيحًا
176. Dari Said Bin Al Musayyab dan Abbad bin Tamim, -dari pamannya- dia berkata, "Telah diajukan kepada Nabi SAW tentang seorang yang merasakan sesuatu dalam shalatnya, sehingga ia berkhayal (ragu-ragu berhadats)." Maka beliau SAW bersabda, "Janganlah dia berhenti (shalat), sehingga dia mendengar bunyi (kentut) atau mencium baunya. "(Shahih: Muttafaq Alaih)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلَاةِ فَوَجَدَ حَرَكَةً فِي دُبُرِهِ أَحْدَثَ أَوْ لَمْ يُحْدِثْ فَأَشْكَلَ عَلَيْهِ فَلَا يَنْصَرِفْ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيحًا
177. Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Apabila salah seorang di antara kamu sedang shalat, lalu dia merasakan ada sesuatu gerakan pada pantatnya, kemudian samar-samar baginya, apakah dia berhadats atau tidak, maka janganlah dia meninggalkan (shalatnya) sehingga dia mendengar bunyi (kentutnya) atau mencium baunya. "{Shahih: Muslim)