عَنْ قَيْسِ بْنِ طَلْقٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَدِمْنَا عَلَى نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَ رَجُلٌ كَأَنَّهُ بَدَوِيٌّ فَقَالَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ مَا تَرَى فِي مَسِّ الرَّجُلِ ذَكَرَهُ بَعْدَ مَا يَتَوَضَّأُ فَقَالَ هَلْ هُوَ إِلَّا مُضْغَةٌ مِنْهُ أَوْ قَالَ بَضْعَةٌ مِنْهُ
182. Dari Thalq bin Ali, dia berkata, "Kami pernah datang menghadap Nabi SAW, lalu datang seorang laki-laki- seakan-akan dia seorang pedalaman-, lalu dia berkata, Wahai Nabi Allah, bagaimana menurut anda tentang seseorang yang mneyentuh kemaluannya setelah dia berwudhu? Maka beliau bersabda, "Bukankah kemaluannya itu hanya sekerat daging dari orang tersebut? "(Shahih)
وَقَالَ فِي الصَّلَاةِ
183. Dan dalam sebuah riwayat, dia berkata, "...dalam shalat," (maksudnya seseorang yang menyentuh kemaluannya dalam keadaan shalat.) (Shahih)