Shahih Sunan Abu Daud Kitab SHALAT 168. Keringanan Hukum Menoleh dalam Shalat

Posted by Unknown on Selasa, 07 Mei 2013




عَنْ سَهْلِ ابْنِ الْحَنْظَلِيَّةِ قَالَ ثُوِّبَ بِالصَّلَاةِ يَعْنِي صَلَاةَ الصُّبْحِ فَجَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي وَهُوَ يَلْتَفِتُ إِلَى الشِّعْبِ قَالَ أَبُو دَاوُد وَكَانَ أَرْسَلَ فَارِسًا إِلَى الشِّعْبِ مِنْ اللَّيْلِ يَحْرُسُ

916. Dari Sahal bin Hanzhalah, dia berkata, "Pernah dibacakan iqamah untuk shalat, maksudnya shalat Shubuh, maka Rasulullah SAW mulai mengerjakan shalat, sedang beliau menoleh ke jalan di bukit.' Abu Daud berkata, "Beliau (waktu itu) mengirim pasukan berkuda ke jalan di lereng gunung untuk berjaga-jaga di malam hari. " {Shahih}