Shahih Sunan Abu Daud Kitab SHALAT 197. Apabila Ragu, Apakah Telah Shalat dua rakaat atau tiga, Maka Tinggalkanlah Keraguan

Posted by Unknown on Selasa, 07 Mei 2013




عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاتِهِ فَلْيُلْقِ الشَّكَّ وَلْيَبْنِ عَلَى الْيَقِينِ فَإِذَا اسْتَيْقَنَ التَّمَامَ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ فَإِنْ كَانَتْ صَلَاتُهُ تَامَّةً كَانَتْ الرَّكْعَةُ نَافِلَةً وَالسَّجْدَتَانِ وَإِنْ كَانَتْ نَاقِصَةً كَانَتْ الرَّكْعَةُ تَمَامًا لِصَلَاتِهِ وَكَانَتْ السَّجْدَتَانِ مُرْغِمَتَيْ الشَّيْطَانِ

1024. Dari Abu Said AlKhudri, dia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Apabila salah seorang di antara kalian ragu-ragu dalam shalatnya, maka hendaklah dia menghilangkan mana yang diragukan dan menetapkan mana yang diyakini. Apabila yakin telah sempurna, maka sujudlah dua kali. Kalau ternyata shalatnya itu telah sempurna (rakaatnya), maka satu rakaat dan kedua sujudnya itu menjadi tambahan baginya. Kalau memang ternyata kurang, maka rakaat itu menjadi penyempuma shalatnya, dan kedua sujudnya itu sebagai alat untuk membuat syetan kesal. " {Hasan Shahih: Muslim}

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمَّى سَجْدَتَيْ السَّهْوِ الْمُرْغِمَتَيْنِ

1025. Dari Ibnu Abbas RA, bahwasanya Nabi SAWmenamakan kedua sujud sahwi itu, "Al Murghimatain (Pembuat syetan menjadi jengkel)" {Shahih}

عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاتِهِ فَلَا يَدْرِي كَمْ صَلَّى ثَلَاثًا أَوْ أَرْبَعًا فَلْيُصَلِّ رَكْعَةً وَلْيَسْجُدْ سَجْدَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ قَبْلَ التَّسْلِيمِ فَإِنْ كَانَتْ الرَّكْعَةُ الَّتِي صَلَّى خَامِسَةً شَفَعَهَا بِهَاتَيْنِ وَإِنْ كَانَتْ رَابِعَةً فَالسَّجْدَتَانِ تَرْغِيمٌ لِلشَّيْطَانِ

1026. Dari Atha' bin Yasar, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Apabila salah seorang di antara kalian ragu dalam shalatnya, sehingga dia tidak tahu berapa (rakaatkah) yang telah dikerjakan, tiga ataukah empat? Maka hendaklah dia shalat satu rakaat lagi dan bersujudlah dua kali ketika dia sedang duduk sebelum salam. Jika ternyata rakaat yang dikerjakannya itu ternyata rakaat yang kelima, maka shalatnya digenapkan oleh kedua sujud itu. Sekiranya sudah cukup empat rakaat, maka kedua sujudnya itu adalah untuk menjengkelkan syetan. " {Shahih}

قَالَ إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاتِهِ فَإِنْ اسْتَيْقَنَ أَنْ قَدْ صَلَّى ثَلَاثًا فَلْيَقُمْ فَلْيُتِمَّ رَكْعَةً بِسُجُودِهَا ثُمَّ يَجْلِسْ فَيَتَشَهَّدْ فَإِذَا فَرَغَ فَلَمْ يَبْقَ إِلَّا أَنْ يُسَلِّمَ فَلْيَسْجُدْ سَجْدَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ ثُمَّ لِيُسَلِّمْ

1027. Dari Atha' bin Yasar... seperti Hadits ini, dia berkata, "Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, Apabila salah seorang dari kamu ragu dalam shalatnya, jika dia telah yakin mengerjakan shalat tiga rakaat, hendaklah dia berdiri, lalu menyempurnakan satu rakaat dengan sujudnya, kemudian duduk seraya membaca tasyahud. Apabila telah selesai dan tinggal salam, maka hendaknya sujud dua kali sewaktu masih duduk, kemudian salam. " {Shahih: Muslim}