Shahih Sunan Abu Daud - Kitab Thaharah 83. Madzi*)

Posted by Unknown on Selasa, 07 Mei 2013




عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كُنْتُ رَجُلًا مَذَّاءً فَجَعَلْتُ أَغْتَسِلُ حَتَّى تَشَقَّقَ ظَهْرِي فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ ذُكِرَ لَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَفْعَلْ إِذَا رَأَيْتَ الْمَذْيَ فَاغْسِلْ ذَكَرَكَ وَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ فَإِذَا فَضَخْتَ الْمَاءَ فَاغْتَسِلْ

206. Dari Ali bin Abi Thalib RA, dia berkata, "Aku seorang yang sering keluar madzi, maka aku selalu mandi, sehingga punggungku terasa mau pecah. Karena itu, hal tersebut aku sampaikan kepada Nabi SAW. Maka Rasulullah SAW bersabda, 'Jangan lakukan, apabila kamu melihat ada madzi, maka cucilah kemaluanmu, kemudian berwudhulah seperti kamu berwudhu untuk mengerjakan shalat. Apabila kamu mengeluarkan air mani, maka hendaklah mandi.' (Shahih Muttafaq Alaih), namun tidak termasuk redaksi "Faidzaa fadhakhta... (apabila kamu keluar mani) ".

عَنْ الْمِقْدَادِ بْنِ الْأَسْوَدِ أَنَّ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَمَرَهُ أَنْ يَسْأَلَ لَهُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الرَّجُلِ إِذَا دَنَا مِنْ أَهْلِهِ فَخَرَجَ مِنْهُ الْمَذْيُ مَاذَا عَلَيْهِ فَإِنَّ عِنْدِي ابْنَتَهُ وَأَنَا أَسْتَحْيِي أَنْ أَسْأَلَهُ قَالَ الْمِقْدَادُ فَسَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ إِذَا وَجَدَ أَحَدُكُمْ ذَلِكَ فَلْيَنْضَحْ فَرْجَهُ وَلْيَتَوَضَّأْ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ

207. Dari Miqdad bin Al Aswad, bahwasanya Ali bin Abu Thalib RA pernah menyuruhnya bertanya kepada Rasulullah SAW tentang seorang laki-laki yang mendekati istrinya, lalu keluar madzi dari kemaluannya. Apakah yang harus dia perbuat (mandi ataukah wudhu saja)? Karena istriku adalah putri beliau SAW, sehingga saya merasa malu bertanya (langsung) kepada beliau." Miqdad berkata, "Maka aku bertanya kepada Rasulullah SA W tentang hal tersebut. " Lalu beliau SAW bersabda, "Apabila salah seorang di antara kamu mendapatkan madzi tersebut, maka hendaklah dia mencuci kemaluannya, dan berwudhulah sebagaimana dia berwudhu untuk mengerjakan shalat. " (Shahih)

لِيَغْسِلْ ذَكَرَهُ وَأُنْثَيَيْهِ

208. (Dalam riwayat lain), dari Miqdad.... seperti hadits tersebut, beliau SAW bersabda, "Hendaklah dia mencuci kemaluannya dan kedua buah dzakarnya. " (Shahih).

عَنْ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ قَالَ كُنْتُ أَلْقَى مِنْ الْمَذْيِ شِدَّةً وَكُنْتُ أُكْثِرُ مِنْ الِاغْتِسَالِ فَسَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ إِنَّمَا يُجْزِيكَ مِنْ ذَلِكَ الْوُضُوءُ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَكَيْفَ بِمَا يُصِيبُ ثَوْبِي مِنْهُ قَالَ يَكْفِيكَ بِأَنْ تَأْخُذَ كَفًّا مِنْ مَاءٍ فَتَنْضَحَ بِهَا مِنْ ثَوْبِكَ حَيْثُ تَرَى أَنَّهُ أَصَابَهُ

210. Dari Sahal bin Hunaif, dia berkata, "Aku selalu keluar madzi, karena itu aku selalu mandi. Maka aku bertanya kepada Rasulullah SAW tentang hal tersebut. " Beliau SAW menjawab, "Sesungguhnya cukup bagimu berwudhu. " Aku berkata, "Wahai Rasulullah SAW, bagaimanakah dengan madzi yang mengenai pakaianku?" Beliau bersabda "Cukuplah kamu ambil air sepenuh telapak tanganmu, lalu kamu percikkan pada bagian pakaian yang kamu ketahui terkena madzi. " (Hasan)

عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَعْدٍ الْأَنْصَارِيِّ قَالَ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَمَّا يُوجِبُ الْغُسْلَ وَعَنْ الْمَاءِ يَكُونَ بَعْدَ الْمَاءِ فَقَالَ ذَاكَ الْمَذْيُ وَكُلُّ فَحْلٍ يَمْذِي فَتَغْسِلُ مِنْ ذَلِكَ فَرْجَكَ وَأُنْثَيَيْكَ وَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ

211. Dari Abdullah bin Sa'ad Al Anshari RA, dia berkata, "Saya pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang hal-hal yang mewajibkan mandi, dan madzi yang keluar secara beruntun. " Maka beliau SAW bersabda, "Itulah madzi, dan setiap pria mengeluarkan madzi. Karena itu, cukuplah kamu mencuci saja kemaluan dan kedua buah dzakarmu, lalu berwudhulah sebagaimana kamu berwudhu untuk mengerjakan shalat. " (Shahih)

عَنْ حَرَامِ بْنِ حَكِيمٍ عَنْ عَمِّهِ أَنَّهُ سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا يَحِلُّ لِي مِنْ امْرَأَتِي وَهِيَ حَائِضٌ قَالَ لَكَ مَا فَوْقَ الْإِزَارِ وَذَكَرَ مُؤَاكَلَةَ الْحَائِضِ أَيْضًا وَسَاقَ الْحَدِيثَ

212. Dari Abdullah bin Sa 'ad Al Anshari RA,-dia adalah paman Haram bin Hakim-, bahwa dia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang sesuatu yang halal bagiku untuk aku lakukan terhadap istriku ketika dia sedang haid (Menstruasi). Beliau SAW bersabda, "Engkau boleh melakukan sesuatu pada bagian atas sarung (selain Jima'). " Dan Abdullah juga menyebutkan perihal makan bersama dengan wanita yang sedang haid...lalu beliau melanjutkan hadits ini, (yaitu, sabda Rasulullah SAW, bahwa boleh makan bersama wanita yang sedang haid). (Shahih)



 *) Madzi adalah air putih kental dan lengket yang keluar (dari kemaluan) waktu bercumbu atau mengkhayalkan persetubuhan atau ketika ingin melakukannya, dan terkadang keluarnya tidak disadari-ed. "Fathul Baari"".