أَنَّ أُبَيَّ بْنَ كَعْبٍ أَخْبَرَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا جُعِلَ ذَلِكَ رُخْصَةً لِلنَّاسِ فِي أَوَّلِ الْإِسْلَامِ لِقِلَّةِ الثِّيَابِ ثُمَّ أَمَرَ بِالْغُسْلِ وَنَهَى عَنْ ذَلِكَ
214. Dari Ubay bin Ka'ab RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Bahwa hal itu (yakni tidak diwajibkan mandi karena tidak keluar mani ketika senggama), hanyalah suatu keringanan untuk orang-orang pada masa permulaan Islam, karena waktu itu pakaian masih kurang. " Kemudian setelah itu beliau SAW memerintahkan untuk mandi. (Shahih)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا قَعَدَ بَيْنَ شُعَبِهَا الْأَرْبَعِ وَأَلْزَقَ الْخِتَانَ بِالْخِتَانِ فَقَدْ وَجَبَ الْغُسْلُ
216. Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Nabi SA W bersabda, "Apabila suami telah duduk di antara keempat anggota tubuhnya (kedua tangan dan kedua kaki istrinya), lalu dia menempelkan khitan (kemaluan suami) dengan kemaluan istrinya, maka wajiblah bagi keduanya mandi". (Shahih: Muttafaq 'Alaih)
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمَاءُ مِنْ الْمَاءِ وَكَانَ أَبُو سَلَمَةَ يَفْعَلُ ذَلِكَ
217. Dari Abu Said Al Khudri RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Air itu berasal dari air. " (Maksudnya, mandi itu wajib karena keluarnya air mani). Dan Abu Salamah biasa melakukan hal itu. (Shahih: Muslim)