أَخْبَرَنَازَكَرِيَّا بْنُ عَدِيٍّ حَدَّثَنَاابْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عَمْرٍو يَعْنِيابْنَ دِينَارٍ عَنْ جَابِرٍ قَالَبَعَثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّىاللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي ثَلَاثِ مِائَةٍفَأَصَابَنَا جُوعٌ حَتَّى أَتَيْنَاالْبَحْرَ وَقَدْ قَذَفَ دَابَّةًفَأَكَلْنَا مِنْهَا حَتَّى ثَابَتْأَجْسَامُنَا فَأَخَذَ أَبُو عُبَيْدَةَ ضِلْعًامِنْ أَضْلَاعِهَا فَوَضَعَهُ ثُمَّ حَمَلَ أَطْوَلَرَجُلٍ فِي الْجَيْشِ عَلَىأَعْظَمِ بَعِيرٍ فِي الْجَيْشِفَمَرَّ تَحْتَهُ هَذَا مَعْنَاهُ
Telah mengabarkan kepada kami Zakariya bin 'Adi telah menceritakan kepada kami Ibnu 'Uyainah dari 'Amr yaitu Ibnu Dinar dari Jabir, ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengutus kami diantara tiga ratus orang, kemudian kami mengalami kelaparan, hingga kami pergi ke laut, sungguh laut itu telah mendamparkan seekor binatang, kami pun memakan sebagian dari dagingnya. Hingga badan kami kembali seperti semula. Kemudian Abu 'Ubaidah mengambil salah satu tulang rusuk dan meletakkannya, kemudian ia membawa seorang yang paling tinggi di kalangan pasukan tersebut di atas unta yang paling besar, dan melewati dari bawahnya." Inilah makna hadits sebelumnya (bahwa binatang laut halal hukum memakannya).