حَدَّثَنَاأَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ عَنْ أَبِي إِسْحَقَقَالَ أَوْصَى غُلَامٌ مِنْالْحَيِّ ابْنُ سَبْعِ سِنِينَفَقَالَ شُرَيْحٌ إِذَا أَصَابَ الْغُلَامُفِي وَصِيَّتِهِ جَازَتْ قَالَ أَبُومُحَمَّد يُعْجِبُنِي وَالْقُضَاةُ لَا يُجِيزُونَ
Telah mengabarkan kepada kami Al Mu'alla bin Asad telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid bin Ziyad telah menceritakan kepada kami Sulaiman Al A'masy telah menceritakan kepada kami Abu Sufyan, ia berkata; aku mendengar Jabir bin Abdullah berkata; telah menceritakan kepadaku Ummu Mubasysyir isteri Zaid bin Haritsah, ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menemuiku di suatu kebun milikku, kemudian beliau bersabda: "Wahai Ummu Mubasysyir, apakah orang yang menanam ini seorang muslim ataukah kafir?" Aku menjawab; "Seorang muslim." Beliau bersabda: "Tidaklah seorang muslim menanam suatu tanaman, kemudian sebagiannya dimakan manusia atau binatang melata atau burung, melainkan hal itu menjadi sedekah baginya."