Tampilkan postingan dengan label Perempuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perempuan. Tampilkan semua postingan

SUNAN AD DARIMI KITAB DIYAT No: 2248 Qisas laki-perempuan

Posted by Unknown on Kamis, 23 Mei 2013




أَخْبَرَنَاالْحَكَمُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَايَحْيَى بْنُ حَمْزَةَ عَنْسُلَيْمَانَ بْنِ دَاوُدَ حَدَّثَنِيالزُّهْرِيُّ عَنْ أَبِي بَكْرِبْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِحَزْمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْجَدِّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَكَتَبَ إِلَى أَهْلِ الْيَمَنِوَكَانَ فِي كِتَابِهِ أَنَّالرَّجُلَ يُقْتَلُ بِالْمَرْأَةِ

Telah mengabarkan kepada kami Al Hakam bin Musa telah menceritakan kepada kami Yahya bin Hamzah dari Sulaiman bin Daud telah menceritakan kepadaku Az Zuhri dari Abu Bakr bin Muhammad bin 'Amr bin Hazm dari Ayahnya dari kakeknya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menulis surat kepada penduduk Yaman, diantara isi suratnya adalah bahwa orang laki-laki dibunuh apabila membunuh wanita.

More about → SUNAN AD DARIMI KITAB DIYAT No: 2248 Qisas laki-perempuan

Shahih Sunan Abu Daud Kitab JUAL BELI 40. Usaha Budak Perempuan

Posted by Unknown on Selasa, 14 Mei 2013




أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ كَسْبِ الْإِمَاءِ

3425. Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW melarang hasil usaha budak perempuan (pelacuran). {Shahih: Bukhari) Ahadits Al Buyu'.

طَارِقُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْقُرَشِيُّ قَالَ جَاءَ رَافِعُ بْنُ رِفَاعَةَ إِلَى مَجْلِسِ الْأَنْصَارِ فَقَالَ لَقَدْ نَهَانَا نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْيَوْمَ فَذَكَرَ أَشْيَاءَ وَنَهَى عَنْ كَسْبِ الْأَمَةِ إِلَّا مَا عَمِلَتْ بِيَدِهَا وَقَالَ هَكَذَا بِأَصَابِعِهِ نَحْوَ الْخَبْزِ وَالْغَزْلِ وَالنَّفْشِ

3426. Dari Thariq bin Abdurrahman Al Qurasyi, ia berkata: Rafi' bin Rifa'ah datang ke majlis Anshar. Ia berkata, "Sungguh! Nabi Allah SAW telah melarang kita pada hari ini... Rafi' menyebutkan sesuatu: Rasulullah melarang usaha budak perempuan (melacur) kecuali dari kerajinan tangannya. Rafi' berkata, "Demikian," sambil mengisyaratkan dengan tangannya pada usaha membuat roti, memintal, dan mengukir. (Hasan) Ahadits Al-Buyu'.

رَافِعٍ هُوَ ابْنُ خَدِيجٍ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ كَسْبِ الْأَمَةِ حَتَّى يُعْلَمَ مِنْ أَيْنَ هُوَ

3427. Dari Rafi' bin Khadij, ia berkata, "Rasulullah SAW melarang (untuk mengambil hasil) usaha budak perempuan sampai diketahui dari mana hasil usaha itu?" (Hasan) dengan hadits sebelumnya.

More about → Shahih Sunan Abu Daud Kitab JUAL BELI 40. Usaha Budak Perempuan

Shahih Sunan Abu Daud Kitab SUMPAH DAN NAZAR 19. Budak Perempuan yang Beriman

Posted by Unknown on Senin, 13 Mei 2013



عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ الْحَكَمِ السُّلَمِيِّ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ جَارِيَةٌ لِي صَكَكْتُهَا صَكَّةً فَعَظَّمَ ذَلِكَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ أَفَلَا أُعْتِقُهَا قَالَ ائْتِنِي بِهَا قَالَ فَجِئْتُ بِهَا قَالَ أَيْنَ اللَّهُ قَالَتْ فِي السَّمَاءِ قَالَ مَنْ أَنَا قَالَتْ أَنْتَ رَسُولُ اللَّهِ قَالَ أَعْتِقْهَا فَإِنَّهَا مُؤْمِنَةٌ

3282. Dari Mu'awiyah bin Hakam As-Sulami, katanya: aku berkata, "Wahai Rasulullah, aku telah memukul budak perempuanku! (Mendengar ini) beliau menggangap besar hal itu, lalu kukatakan pada beliau, "mungkinkah aku memerdekakannya?" Beliau bersabda, "Ajaklah ia datang kemari!"

Muawiyah berkata: Maka aku mengajaknya (menghadap Rasulullah). Beliau bersabda (kepada budak tadi), "Dimanakah Allah?" Budak itu menjawab, "Di langit." Beliau bersabda lagi, "Siapakah aku?" Budak menjawab, "Engkau adalah utusan Allah." Kemudian, beliau bersabda, "Merdekakan dia, sesungguhnya budak perempuan ini orang beriman. " (Shahih: Muslim) hadits disebutkan di depan dalam Judul: pembahasan tentang Shalat, bab mendoakan Orang yang Bersin.

عَنْ الشَّرِيدِ أَنَّ أُمَّهُ أَوْصَتْهُ أَنْ يَعْتِقَ عَنْهَا رَقَبَةً مُؤْمِنَةً فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّي أَوْصَتْ أَنْ أُعْتِقَ عَنْهَا رَقَبَةً مُؤْمِنَةً وَعِنْدِي جَارِيَةٌ سَوْدَاءُ نُوبِيَّةٌ فَذَكَرَ نَحْوَهُ

3283. Dari Syarid bahwa ibunya berwasiat kepadanya agar ia memerdekakan budak perempuan mukmin untuknya, kemudian ia datang kepada Nabi SAW, Syarid berkata, "Wahai Rasulullah, sesunggguhnya ibuku telah berwasiat kepadaku agar aku memerdekakan budak perempuan yang mukmin untuknya, sedangkan aku memiliki budak hitam nubiyah... (perawi melanjutkan hadits yang semisal di atas)." (Hasan Shahih)

More about → Shahih Sunan Abu Daud Kitab SUMPAH DAN NAZAR 19. Budak Perempuan yang Beriman

Shahih Sunan Abu Daud Kitab JENAZAH 56. Mayat Laki-Iaki dan Perempuan, Mana yang Harus Didahulukan?

Posted by Unknown



عَمَّارٌ مَوْلَى الْحَارِثِ بْنِ نَوْفَلٍ أَنَّهُ شَهِدَ جَنَازَةَ أُمِّ كُلْثُومٍ وَابْنِهَا فَجُعِلَ الْغُلَامُ مِمَّا يَلِي الْإِمَامَ فَأَنْكَرْتُ ذَلِكَ وَفِي الْقَوْمِ ابْنُ عَبَّاسٍ وَأَبُو سَعِيدٍ الْخُدْرِيُّ وَأَبُو قَتَادَةَ وَأَبُو هُرَيْرَةَ فَقَالُوا هَذِهِ السُّنَّةُ

3193. Dari Ammar —budak Harits bin Naufal— bahwa ia telah menemukan dua mayat sekaligus, yaitu jenazah Ummu Kultsum dan anaknya. Mereka mendahulukan sang anak karena pantas menjadi imam, sedangkan saya mengingkari (tidak sependapat dengan) keputusan tersebut. Dalam kelompok itu terdapat ibnu Abbas, Abu Said Al Khudri, Abu Qatadah, dan Abu Hurairah yang berkata, "Ini adalah Sunnah." (Shahih) Al Ahkam 104

More about → Shahih Sunan Abu Daud Kitab JENAZAH 56. Mayat Laki-Iaki dan Perempuan, Mana yang Harus Didahulukan?

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PEMBAGIAN WARIS 3. Orang yang Tidak Mempunyai Anak dan Mempunyai Saudara-Saudara Perempuan

Posted by Unknown



عَنْ جَابِرٍ قَالَ اشْتَكَيْتُ وَعِنْدِي سَبْعُ أَخَوَاتٍ فَدَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَفَخَ فِي وَجْهِي فَأَفَقْتُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا أُوصِي لِأَخَوَاتِي بِالثُّلُثِ قَالَ أَحْسِنْ قُلْتُ الشَّطْرُ قَالَ أَحْسِنْ ثُمَّ خَرَجَ وَتَرَكَنِي فَقَالَ يَا جَابِرُ لَا أُرَاكَ مَيِّتًا مِنْ وَجَعِكَ هَذَا وَإِنَّ اللَّهَ قَدْ أَنْزَلَ فَبَيَّنَ الَّذِي لِأَخَوَاتِكَ فَجَعَلَ لَهُنَّ الثُّلُثَيْنِ قَالَ فَكَانَ جَابِرٌ يَقُولُ أُنْزِلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ فِيَّ { يَسْتَفْتُونَكَ قُلْ اللَّهُ يُفْتِيكُمْ فِي الْكَلَالَةِ }

2887. Dari Jabir, dia berkata: Aku sedang sakit dan aku mempunyai tujuh saudara perempuan! Rasulullah lalu menjengukku dan meniup wajahku, maka aku terbangun. Aku kemudian berkata, "Wahai Rasulullah, apakah aku harus berwasiat kepada saudara-saudara perempuanku dengan sepertiga hartaku?" Rasulullah bersabda, "Berbuat baiklah" Aku berkata, "Apakah dengan separuhnya?" Rasulullah bersabda, "Berbuat baiklah" Rasulullah lalu keluar dan meninggalkanku sambil bersabda, "Wahai Jabir, aku tidak melihat kamu akan mati sebab penyakitmu ini, dan sesungguhnya Allah telah menurunkan ayat dan menjelaskan perihal saudara-saudara perempuanmu itu, maka Allah memberikan dua pertiga bagian untuk mereka."

Jabir berkata: Ayat tersebut diturunkan berkenaan dengan diriku, "Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, 'Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu): jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak'." (Qs. An-Nisaa' [4]: 176) (Shahih)

عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ آخِرُ آيَةٍ نَزَلَتْ فِي الْكَلَالَةِ { يَسْتَفْتُونَكَ قُلْ اللَّهُ يُفْتِيكُمْ فِي الْكَلَالَةِ }

2888. Dari Barra' bin 'Azib, dia berkata: Ayat yang terakhir turun adalah ayat tentang kalalah." "Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, 'Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu): jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak'." (Qs. An-Nisaa' [4]: 176) (Shahih: Muttafaq 'Alaih)

عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ يَسْتَفْتُونَكَ فِي الْكَلَالَةِ فَمَا الْكَلَالَةُ قَالَ تُجْزِيكَ آيَةُ الصَّيْفِ فَقُلْتُ لِأَبِي إِسْحَقَ هُوَ مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَدَعْ وَلَدًا وَلَا وَالِدًا قَالَ كَذَلِكَ ظَنُّوا أَنَّهُ كَذَلِكَ

2889. Dari Barra' bin Azib, dia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW, lalu berkata, "Orang-orang meminta fatwa kepadamu tentang kalalah. Apakah kalalah itu?" Rasulullah SAW bersabda, "Cukuplah bagimu ayat yang diturunkan pada musim panas (maksudnya surah An-Nisa' [4]: 176)."

Abu Bakar -perawi hadits- berkata: Lalu aku katakan kepada Abu Ishaq, "Apakah kalalah adalah orang yang meninggal tanpa meninggalkan anak dan orang tua?" Dia menjawab, "Orang-orang mengatakan demikian!" (Shahih: Muslim)

More about → Shahih Sunan Abu Daud Kitab PEMBAGIAN WARIS 3. Orang yang Tidak Mempunyai Anak dan Mempunyai Saudara-Saudara Perempuan

Shahih Sunan Abu Daud Kitab JIHAD 121. Membunuh Perempuan

Posted by Unknown on Minggu, 12 Mei 2013



عَنْ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ امْرَأَةً وُجِدَتْ فِي بَعْضِ مَغَازِي رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَقْتُولَةً فَأَنْكَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَتْلَ النِّسَاءِ وَالصِّبْيَانِ

2668. Dari Abdullah: Seorang wanita ditemukan dalam keadaan terbunuh pada sebagian peperangan Rasulullah, maka Nabi mengecam pembunuhan terhadap perempuan dan anak-anak. (Shahih: Muttafaq 'Alaili)

رَبَاحِ بْنِ رَبِيعٍ قَالَ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةٍ فَرَأَى النَّاسَ مُجْتَمِعِينَ عَلَى شَيْءٍ فَبَعَثَ رَجُلًا فَقَالَ انْظُرْ عَلَامَ اجْتَمَعَ هَؤُلَاءِ فَجَاءَ فَقَالَ عَلَى امْرَأَةٍ قَتِيلٍ فَقَالَ مَا كَانَتْ هَذِهِ لِتُقَاتِلَ قَالَ وَعَلَى الْمُقَدِّمَةِ خَالِدُ بْنُ الْوَلِيدِ فَبَعَثَ رَجُلًا فَقَالَ قُلْ لِخَالِدٍ لَا يَقْتُلَنَّ امْرَأَةً وَلَا عَسِيفًا

2669. Dari Rabah bin Rabi', dia berkata: Kami bersama Rasulullah SAW pada sebuah peperangan, beliau melihat orang-orang berkumpul karena sesuatu, maka beliau mengutus seseorang dan berkata kepadanya, "Lihatlah, kenapa orang-orang berkumpul?'''' Setelah dia melihatnya, dia pun memberitahu Nabi bahwa ada seorang wanita yang terbunuh! Beliau lalu berkata, "Tidak boleh membunuh wanita.'''' Perawi berkata, "Menurut keterangan Khalid bin Walid, Nabi mengutus seseorang dan berkata, "Katakan pada Khalid bin Walid jangan membunuh wanita dan pelayan." {Hasan Shahih)

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ لَمْ يُقْتَلْ مِنْ نِسَائِهِمْ تَعْنِي بَنِي قُرَيْظَةَ إِلَّا امْرَأَةٌ إِنَّهَا لَعِنْدِي تُحَدِّثُ تَضْحَكُ ظَهْرًا وَبَطْنًا وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْتُلُ رِجَالَهُمْ بِالسُّيُوفِ إِذْ هَتَفَ هَاتِفٌ بِاسْمِهَا أَيْنَ فُلَانَةُ قَالَتْ أَنَا قُلْتُ وَمَا شَأْنُكِ قَالَتْ حَدَثٌ أَحْدَثْتُهُ قَالَتْ فَانْطَلَقَ بِهَا فَضُرِبَتْ عُنُقُهَا فَمَا أَنْسَى عَجَبًا مِنْهَا أَنَّهَا تَضْحَكُ ظَهْرًا وَبَطْنًا وَقَدْ عَلِمَتْ أَنَّهَا تُقْتَلُ

2671. Dari Aisyah, dia berkata: Tidak terbunuh wanita mereka —maksudnya adalah Bani Quraizhah— kecuali seorang wanita, menurutku wanita itu pantas dibunuh (karena sering mencela Nabi SAW) dan sering tertawa keras. Rasulullah telah membunuh laki-laki mereka dengan pedang. Ketika ada seseorang yang memanggil nama wanita itu, "Dimana Fulanah?" Dia menjawab, "Aku," Aku pun (Aisyah) berkata, "Apa yang telah terjadi padamu?" Dia menjawab, "Aku telah membicarakan sesuatu yang mengada-ada." Aisyah kemudian berkata, "Dia lalu pergi, dan dipenggallah leher wanita itu. Itu merupakan sebuah kejadian yang tidak bisa terlupakan dan mengherankan, karena dia tertawa dengan sangat keras setelah tahu dirinya akan dibunuh." (Hasan)

عَنْ الصَّعْبِ ابْنِ جَثَّامَةَ أَنَّهُ سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الدَّارِ مِنْ الْمُشْرِكِينَ يُبَيَّتُونَ فَيُصَابُ مِنْ ذَرَارِيِّهِمْ وَنِسَائِهِمْ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هُمْ مِنْهُمْ وَكَانَ عَمْرٌو يَعْنِي ابْنَ دِينَارٍ يَقُولُ هُمْ مِنْ آبَائِهِمْ قَالَ الزُّهْرِيُّ ثُمَّ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَ ذَلِكَ عَنْ قَتْلِ النِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ

2672. Dari Sha'ab bin Jatsamah: Dia bertanya kepada Nabi SAW tentang rumah kaum musyrik dan orang yang tinggal bersama mereka, "Apakah boleh dikenai (diserang) anak-anak dan perempuan mereka?" Rasul menjawab, "Mereka adalah bagian dari mereka. "

Dalam riwayat lain, "Mereka adalah dari nenek moyang mereka"

Dalam riwayat lain ada tambahan: Nabi kemudian melarang membunuh wanita dan anak-anak. (Shahih: Bukhari)

Dalam riwayat Bukhari tidak ada kalimat yang menyatakan larangan membunuh.

More about → Shahih Sunan Abu Daud Kitab JIHAD 121. Membunuh Perempuan

Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 62. Bercengkerama dengan Anak Perempuan

Posted by Unknown on Kamis, 09 Mei 2013




عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كُنْتُ أَلْعَبُ بِالْبَنَاتِ فَرُبَّمَا دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعِنْدِي الْجَوَارِي فَإِذَا دَخَلَ خَرَجْنَ وَإِذَا خَرَجَ دَخَلْنَ

4931. Dari Aisyah RA, ia berkata, "Aku pernah bermain dengan anak perempuan. Terkadang Rasulullah datang menemuiku di saat aku bersama para budak perempuan. Ketika beliau datang mereka keluar dan jika beliau pergi mereka masuk." Shahih: lbnu Majah (1982): Muttafaq 'Alaih

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ غَزْوَةِ تَبُوكَ أَوْ خَيْبَرَ وَفِي سَهْوَتِهَا سِتْرٌ فَهَبَّتْ رِيحٌ فَكَشَفَتْ نَاحِيَةَ السِّتْرِ عَنْ بَنَاتٍ لِعَائِشَةَ لُعَبٍ فَقَالَ مَا هَذَا يَا عَائِشَةُ قَالَتْ بَنَاتِي وَرَأَى بَيْنَهُنَّ فَرَسًا لَهُ جَنَاحَانِ مِنْ رِقَاعٍ فَقَالَ مَا هَذَا الَّذِي أَرَى وَسْطَهُنَّ قَالَتْ فَرَسٌ قَالَ وَمَا هَذَا الَّذِي عَلَيْهِ قَالَتْ جَنَاحَانِ قَالَ فَرَسٌ لَهُ جَنَاحَانِ قَالَتْ أَمَا سَمِعْتَ أَنَّ لِسُلَيْمَانَ خَيْلًا لَهَا أَجْنِحَةٌ قَالَتْ فَضَحِكَ حَتَّى رَأَيْتُ نَوَاجِذَهُ

4932. Dari Aisyah, ia berkata, "Rasulullah SAW datang dari perang Tabuk atau Khaibar, di dalam kamar Aisyah terdapat kain penutup, saat itu angin berhembus dan menyibakkan kain penutup yang menutupi budak perempuan milik Aisyah -untuk bercengkerama dengan mereka. Rasulullah bertanya, 'Apakah ini wahai Aisyah?' Aisyah menjawab, 'Anak-anakku.' Beliau melihat di tengah-tengah mereka sebuah kuda-kudaan yang mempunyai dua sayap. Beliau bertanya, Apakah yang ada di tengah mereka?' Aisyah menjawab, 'Kuda.' Beliau bertanya lagi, Apakah yang ada di atasnya?' Ia menjawab, 'Dua sayap.' Beliau bertanya, 'Kuda dengan dua sayap?' Ia menjawab, 'Apakah engkau belum mendengar bahwa Nabi Sulaiman mempunyai seekor kuda yang mempunyai sayap yang banyak?' Rasulullah pun tertawa sampai aku melihat gigi gerahamnya." Shahih: Adab Az-Zifaf(110)

More about → Shahih Sunan Abu Daud Kitab ADAB 62. Bercengkerama dengan Anak Perempuan