Tampilkan postingan dengan label Musyrik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Musyrik. Tampilkan semua postingan

Shahih Sunan Abu Daud Kitab JENAZAH 70. Mempunyai Kerabat Musyrik yang Meninggal

Posted by Unknown on Senin, 13 Mei 2013



عَنْ عَلِيٍّ عَلَيْهِ السَّلَام قَالَ قُلْتُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ عَمَّكَ الشَّيْخَ الضَّالَّ قَدْ مَاتَ قَالَ اذْهَبْ فَوَارِ أَبَاكَ ثُمَّ لَا تُحْدِثَنَّ شَيْئًا حَتَّى تَأْتِيَنِي فَذَهَبْتُ فَوَارَيْتُهُ وَجِئْتُهُ فَأَمَرَنِي فَاغْتَسَلْتُ وَدَعَا لِي

3214. Dari Ali, ia berkata: aku berkata kepada Nabi SAW, "Pamanmu, seorang tua yang sesat, telah meninggal." Beliau bersabda, "Pergilah dan segera kuburkan ayahmu, jangan berbicara sesuatu apapun (tentangnya) sampai kamu datang lagi kepadaku." Aku lalu pergi menguburkannya dan ketika aku kembali menemui beliau, aku diperintahkan (untuk mandi), lalu beliau mendoakanku. (Shahih) Al Ahkam 134-135

More about → Shahih Sunan Abu Daud Kitab JENAZAH 70. Mempunyai Kerabat Musyrik yang Meninggal

Shahih Sunan Abu Daud Kitab JENAZAH 62. Menshalati Orang Muslim yang Meninggal di Daerah Musyrik

Posted by Unknown



عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَى لِلنَّاسِ النَّجَاشِيَّ فِي الْيَوْمِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ وَخَرَجَ بِهِمْ إِلَى الْمُصَلَّى فَصَفَّ بِهِمْ وَكَبَّرَ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ

3204. Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW mengabarkan kepada kaum muslimin perihal berita kematian seorang (raja) Najaysi, kemudian beliau keluar bersama kaum muslimin menuju mushalla (tempat shalat) dan membariskan mereka membentuk shaf lalu bertakbir empat kali. (Shahih: Muttafaq 'Alaih) Al Ahkam 89-90

More about → Shahih Sunan Abu Daud Kitab JENAZAH 62. Menshalati Orang Muslim yang Meninggal di Daerah Musyrik

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PAJAK, KEPEMIMPINAN DAN FAI 35. Imam (Pemimpin) Islam Menerima Hadiah dari Orang-orang Musyrik

Posted by Unknown



عَبْدُ اللَّهِ الْهَوْزَنِيُّ قَالَ لَقِيتُ بِلَالًا مُؤَذِّنَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِحَلَبَ فَقُلْتُ يَا بِلَالُ حَدِّثْنِي كَيْفَ كَانَتْ نَفَقَةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا كَانَ لَهُ شَيْءٌ كُنْتُ أَنَا الَّذِي أَلِي ذَلِكَ مِنْهُ مُنْذُ بَعَثَهُ اللَّهُ إِلَى أَنْ تُوُفِّيَ وَكَانَ إِذَا أَتَاهُ الْإِنْسَانُ مُسْلِمًا فَرَآهُ عَارِيًا يَأْمُرُنِي فَأَنْطَلِقُ فَأَسْتَقْرِضُ فَأَشْتَرِي لَهُ الْبُرْدَةَ فَأَكْسُوهُ وَأُطْعِمُهُ حَتَّى اعْتَرَضَنِي رَجُلٌ مِنْ الْمُشْرِكِينَ فَقَالَ يَا بِلَالُ إِنَّ عِنْدِي سَعَةً فَلَا تَسْتَقْرِضْ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا مِنِّي فَفَعَلْتُ فَلَمَّا أَنْ كَانَ ذَاتَ يَوْمٍ تَوَضَّأْتُ ثُمَّ قُمْتُ لِأُؤَذِّنَ بِالصَّلَاةِ فَإِذَا الْمُشْرِكُ قَدْ أَقْبَلَ فِي عِصَابَةٍ مِنْ التُّجَّارِ فَلَمَّا أَنْ رَآنِي قَالَ يَا حَبَشِيُّ قُلْتُ يَا لَبَّاهُ فَتَجَهَّمَنِي وَقَالَ لِي قَوْلًا غَلِيظًا وَقَالَ لِي أَتَدْرِي كَمْ بَيْنَكَ وَبَيْنَ الشَّهْرِ قَالَ قُلْتُ قَرِيبٌ قَالَ إِنَّمَا بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ أَرْبَعٌ فَآخُذُكَ بِالَّذِي عَلَيْكَ فَأَرُدُّكَ تَرْعَى الْغَنَمَ كَمَا كُنْتَ قَبْلَ ذَلِكَ فَأَخَذَ فِي نَفْسِي مَا يَأْخُذُ فِي أَنْفُسِ النَّاسِ حَتَّى إِذَا صَلَّيْتُ الْعَتَمَةَ رَجَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى أَهْلِهِ فَاسْتَأْذَنْتُ عَلَيْهِ فَأَذِنَ لِي فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي إِنَّ الْمُشْرِكَ الَّذِي كُنْتُ أَتَدَيَّنُ مِنْهُ قَالَ لِي كَذَا وَكَذَا وَلَيْسَ عِنْدَكَ مَا تَقْضِي عَنِّي وَلَا عِنْدِي وَهُوَ فَاضِحِي فَأْذَنْ لِي أَنْ آبَقَ إِلَى بَعْضِ هَؤُلَاءِ الْأَحْيَاءِ الَّذِينَ قَدْ أَسْلَمُوا حَتَّى يَرْزُقَ اللَّهُ رَسُولَهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا يَقْضِي عَنِّي فَخَرَجْتُ حَتَّى إِذَا أَتَيْتُ مَنْزِلِي فَجَعَلْتُ سَيْفِي وَجِرَابِي وَنَعْلِي وَمِجَنِّي عِنْدَ رَأْسِي حَتَّى إِذَا انْشَقَّ عَمُودُ الصُّبْحِ الْأَوَّلِ أَرَدْتُ أَنْ أَنْطَلِقَ فَإِذَا إِنْسَانٌ يَسْعَى يَدْعُو يَا بِلَالُ أَجِبْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَانْطَلَقْتُ حَتَّى أَتَيْتُهُ فَإِذَا أَرْبَعُ رَكَائِبَ مُنَاخَاتٌ عَلَيْهِنَّ أَحْمَالُهُنَّ فَاسْتَأْذَنْتُ فَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبْشِرْ فَقَدْ جَاءَكَ اللَّهُ بِقَضَائِكَ ثُمَّ قَالَ أَلَمْ تَرَ الرَّكَائِبَ الْمُنَاخَاتِ الْأَرْبَعَ فَقُلْتُ بَلَى فَقَالَ إِنَّ لَكَ رِقَابَهُنَّ وَمَا عَلَيْهِنَّ فَإِنَّ عَلَيْهِنَّ كِسْوَةً وَطَعَامًا أَهْدَاهُنَّ إِلَيَّ عَظِيمُ فَدَكَ فَاقْبِضْهُنَّ وَاقْضِ دَيْنَكَ فَفَعَلْتُ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ ثُمَّ انْطَلَقْتُ إِلَى الْمَسْجِدِ فَإِذَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَاعِدٌ فِي الْمَسْجِدِ فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ فَقَالَ مَا فَعَلَ مَا قِبَلَكَ قُلْتُ قَدْ قَضَى اللَّهُ كُلَّ شَيْءٍ كَانَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يَبْقَ شَيْءٌ قَالَ أَفَضَلَ شَيْءٍ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ انْظُرْ أَنْ تُرِيحَنِي مِنْهُ فَإِنِّي لَسْتُ بِدَاخِلٍ عَلَى أَحَدٍ مِنْ أَهْلِي حَتَّى تُرِيحَنِي مِنْهُ فَلَمَّا صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعَتَمَةَ دَعَانِي فَقَالَ مَا فَعَلَ الَّذِي قِبَلَكَ قَالَ قُلْتُ هُوَ مَعِي لَمْ يَأْتِنَا أَحَدٌ فَبَاتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَسْجِدِ وَقَصَّ الْحَدِيثَ حَتَّى إِذَا صَلَّى الْعَتَمَةَ يَعْنِي مِنْ الْغَدِ دَعَانِي قَالَ مَا فَعَلَ الَّذِي قِبَلَكَ قَالَ قُلْتُ قَدْ أَرَاحَكَ اللَّهُ مِنْهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَكَبَّرَ وَحَمِدَ اللَّهَ شَفَقًا مِنْ أَنْ يُدْرِكَهُ الْمَوْتُ وَعِنْدَهُ ذَلِكَ ثُمَّ اتَّبَعْتُهُ حَتَّى إِذَا جَاءَ أَزْوَاجَهُ فَسَلَّمَ عَلَى امْرَأَةٍ امْرَأَةٍ حَتَّى أَتَى مَبِيتَهُ فَهَذَا الَّذِي سَأَلْتَنِي عَنْهُ

3055. Dari Abdullah Al Hauzani, ia berkata: Aku pernah bertemu Bilal —muadzin Rasulullah SAW— di Jalab. Aku berkata, "Wahai Bilal, ceritakan kepadaku tentang nafkah Rasulullah SAW?" Bilal berkata, "Beliau tidak mempunyai apa-apa. Akulah yang menangani masalah itu sejak beliau diutus oleh Allah, sampai beliau meninggal dunia. Jika ada seorang muslim datang lalu beliau melihatnya dalam keadaan telanjang, maka beliau memerintahkanku (untuk memberi pakaian). Aku pun pergi berutang untuk membelikan kain bergaris (burdah) untuk orang itu. Aku memberi pakaian dan makanan kepada orang itu. Suatu saat ada seorang lelaki musyrik yang tidak menyetujui (tindakanku) dan berkata, "Wahai Bilal, aku punya banyak harta, maka jangan berutang kepada seseorang kecuali berutang kepadaku.' Aku lalu berutang kepada lelaki musyrik tersebut. Pada suatu hari, ketika aku telah berwudhu dan berdiri untuk melakukan adzan shalat, tiba-tiba lelaki musyrik itu yang datang bersama rombongan para pedagang, —tatkala melihatku— berkata, "Wahai orang Habsyi (Abissynia)!" Aku berkata, 'Ya.' Orang musyrik itu menghadapku dengan wajah yang tidak menyenangkan dan berkata dengan kata-kata yang kasar. Orang musyrik berkata, 'Tahukah kamu, jarak antara dirimu dengan (awal) bulan (sesuai dengan perjanjian)?' Aku menjawab, 'Sudah dekat.' Orang musyrik berkata, 'Jarak antara dirimu dengan awal bulan hanyalah empat (hari). (Pada awal bulan) aku akan menarik hartaku yang menjadi bebanmu dan aku akan mengembalikanmu serta membuatmu menggembala kambing seperti dulu lagi (menjadi budak, sebagai ganti dari harta itu).'

Perkataan orang musyrik itu membuatku gelisah, sampai aku selesai shalat Isya, Rasulullah SAW pulang ke keluarganya. Aku berkata kepada beliau, 'Wahai Rasulullah, demi bapak dan ibuku untuk dirimu, orang musyrik yang mengutangiku berkata kepadaku demikian (seperti yang disebutkan tadi) sedangkan engkau dan aku tidak mempunyai harta untuk membayar utang tersebut. Orang musyrik itu telah mempermalukan diriku. Oleh karena itu, izinkanlah aku pergi ke kabilah-kabilah yang telah masuk Islam sampai Allah memberi rezeki kepada Rasul-Nya, sehingga dapat membayarkan utangku.' Rasulullah lalu mengizinkanku (untuk pergi ke kabilah-kabilah tersebut), maka akupun pamit pulang. Sampai di rumah, aku mempersiapkan pedang, kantong kulit, sandal, dan perisai di kepalaku.

Ketika mega fajar yang memanjang terlihat, aku pun berniat melakukan perjalanan. Tiba-tiba ada seseorang memanggil, "Wahai Bilal, datanglah kepada Rasulullah SAW." Aku pun berjalan menuju Rasulullah SAW Setelah aku sampai kepadanya, tiba-tiba ada empat unta yang ditambatkan. Di atas unta-unta itu terdapat barang-barang bawaan. Beliau berkata, "Bergembiralah, Allah datang membayarkan utangmu. Apakah kamu tidak melihat empat unta yang ditambatkanT Aku berkata, "Ya." Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya engkau berhak memiliki unta-unta itu dan semua barang yang ada di atasnya. Di atas unta-unta tersebut ada pakaian dan makanan yang dihadiahkan kepadaku oleh pembesar Fadak, maka terimalah dan bayarlah utangmur Aku pun melakukan perintah itu.

Aku kemudian berjalan menuju masjid dan di sana aku menemukan Rasulullah SAW sedang duduk. Aku mengucapkan salam kepadanya. Beliau bertanya, "Apa yang sudah terjadi pada dirimu? Aku menjawab, "Allah telah membayar segala utang Rasulullah SAW, sehingga tidak ada utang yang tersisa." Rasulullah SAW bertanya, "Apakah masih ada yang tersisa (harta hadiah)? Aku berkata, "Ya." Beliau berkata, "Tunggulah sampai kamu melegakanku dengan harta itu (dengan menginfakkannya), karena aku tidak akan menemui keluargaku kecuali kamu melegakan hatiku dengan harta itu."

Setelah selesai melakukan shalat Isya, beliau memanggilku dan berkata, "Apa yang sudah terjadi pada dirimu?" Aku berkata, "Harta itu masih bersamaku, belum ada seorang pun yang datang." Rasulullah SAW kemudian menginap di masjid.

Pada hari berikutnya, setelah selesai shalat Isya, beliau memanggilku dan bertanya, "Apa yang sudah terjadi pada dirimu? Aku berkata, "Allah telah melegakanmu dari harta itu, wahai Rasulullah." Rasulullah SAW lalu bertakbir dan bertahmid (sebagai ucapan rasa syukur) karena takut meninggal dunia saat harta itu belum diinfakkan. Kemudian aku mengikutinya mendatangi istri-istrinya. Beliau memberikan ucapan salam kepada setiap istrinya sampai beliau datang ke tempat tidurnya (sesuai giliran). Inilah yang kamu tanyakan kepadaku!" (Shahih) sanadnya.

بِمَعْنَى إِسْنَادِ أَبِي تَوْبَةَ وَحَدِيثِهِ قَالَ عِنْدَ قَوْلِهِ مَا يَقْضِي عَنِّي فَسَكَتَ عَنِّي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاغْتَمَزْتُهَا

3056. Dari Abdullah bin Al Hauzani (dengan sanadnya), ia berkata: Setelah ucapannya "ma yaqdhi 'anni ad-dain" (apa yang dapat membayar hutangku), Bilal berkata, "Lalu Rasulullah SAW diam, sehingga aku merasa tidak enak dengan keadaan itu." {Shahih) sanadnya.

عَنْ عِيَاضِ بْنِ حِمَارٍ قَالَ أَهْدَيْتُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَاقَةً فَقَالَ أَسْلَمْتَ فَقُلْتُ لَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي نُهِيتُ عَنْ زَبْدِ الْمُشْرِكِينَ

3057. Dari Iyadh bin Himar, ia berkata: Aku memberi hadiah berupa unta kepada Rasulullah SAW, lalu beliau berkata, "Apakah kamu sudah masuk Islam?" Aku menjawab, "Tidak." Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya aku dilarang menerima pemberian orang-orang musyrik. " (Hasan Shahih)

Hadits ini diriwayatkan pula oleh At-Tirmidzi (nomor 1641)

More about → Shahih Sunan Abu Daud Kitab PAJAK, KEPEMIMPINAN DAN FAI 35. Imam (Pemimpin) Islam Menerima Hadiah dari Orang-orang Musyrik

Shahih Sunan Abu Daud Kitab JIHAD 182. Tinggal di Negeri Orang Musyrik

Posted by Unknown



عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ أَمَّا بَعْدُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ جَامَعَ الْمُشْرِكَ وَسَكَنَ مَعَهُ فَإِنَّهُ مِثْلُهُ

2787. Dari Samurah bin Jundub, selanjutnya Rasulullah SAW bersabda, "Siapa berteman dengan orang musyrik dan tinggal bersamanya, maka dia sama dengan orang musyrik." (Shahih)

More about → Shahih Sunan Abu Daud Kitab JIHAD 182. Tinggal di Negeri Orang Musyrik

Shahih Sunan Abu Daud Kitab JIHAD 153. Orang Musyrik yang Ingin Berperang karena Ghanimah

Posted by Unknown



عَنْ عَائِشَةَ قَالَ يَحْيَى إِنَّ رَجُلًا مِنْ الْمُشْرِكِينَ لَحِقَ بِالنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيُقَاتِلَ مَعَهُ فَقَالَ ارْجِعْ ثُمَّ اتَّفَقَا فَقَالَ إِنَّا لَا نَسْتَعِينُ بِمُشْرِكٍ

2732. Dari Aisyah, dia berkata: Seorang laki-laki dari kaum musyrik mengikuti Nabi untuk ikut berperang bersama beliau, kemudian beliau berkata, "Kembalilah, sesungguhnya kami tidak meminta bantuan kepada orang musyrik. " (Shahih: Muslim)

More about → Shahih Sunan Abu Daud Kitab JIHAD 153. Orang Musyrik yang Ingin Berperang karena Ghanimah

Shahih Sunan Abu Daud Kitab JIHAD 136. Budak Musyrik yang Bergabung dengan Kaum Muslim kemudian Masuk Islam

Posted by Unknown



عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ خَرَجَ عِبْدَانٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْنِي يَوْمَ الْحُدَيْبِيَةِ قَبْلَ الصُّلْحِ فَكَتَبَ إِلَيْهِ مَوَالِيهُمْ فَقَالُوا يَا مُحَمَّدُ وَاللَّهِ مَا خَرَجُوا إِلَيْكَ رَغْبَةً فِي دِينِكَ وَإِنَّمَا خَرَجُوا هَرَبًا مِنْ الرِّقِّ فَقَالَ نَاسٌ صَدَقُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ رُدَّهُمْ إِلَيْهِمْ فَغَضِبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ مَا أُرَاكُمْ تَنْتَهُونَ يَا مَعْشَرَ قُرَيْشٍ حَتَّى يَبْعَثَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ مَنْ يَضْرِبُ رِقَابَكُمْ عَلَى هَذَا وَأَبَى أَنْ يَرُدَّهُمْ وَقَالَ هُمْ عُتَقَاءُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

2700. Dari Ali bin Abu Thalib, dia berkata: Dua orang budak lari menemui Nabi —pada hari Hudaibiyah, sebelum perdamaian— maka tuan-tuan mereka menulis surat kepada Nabi yang isinya, "Wahai Muhammad, mereka tidak keluar kepadamu karena senang kepada agamamu, tetapi karena lari dari perbudakan." Orang-orang berkata, "Mereka benar ya Rasulullah, kembalikanlah mereka kepada tuan-tuan mereka." Nabi marah dan berkata, "Aku tidak melihat kalian mencegah (perbuatan aniaya) wahai suku Quraisy, sehingga Allah mengutus seorang utusan kepada orang yang memukuli budak kalian seperti ini? Beliau menolak untuk menyerahkan mereka, lalu berkata, "Mereka telah dimerdekakan oleh Allah. " (Shahih)

More about → Shahih Sunan Abu Daud Kitab JIHAD 136. Budak Musyrik yang Bergabung dengan Kaum Muslim kemudian Masuk Islam

Shahih Sunan Abu Daud Kitab SUNNAH 18. Nasib Keturunan Orang-Orang Musyrik

Posted by Unknown on Kamis, 09 Mei 2013



عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ أَوْلَادِ الْمُشْرِكِينَ فَقَالَ اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا كَانُوا عَامِلِينَ

4711. Dari Ibnu Abbas RA, bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang nasib anak-anak kecil yang orang tuanya musyrik." Rasulullah SAW menjawab, "Sesungguhnya Allah SWT lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan." Shahih: 1; (207-211).

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ذَرَارِيُّ الْمُؤْمِنِينَ فَقَالَ هُمْ مِنْ آبَائِهِمْ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ بِلَا عَمَلٍ قَالَ اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا كَانُوا عَامِلِينَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَذَرَارِيُّ الْمُشْرِكِينَ قَالَ مِنْ آبَائِهِمْ قُلْتُ بِلَا عَمَلٍ قَالَ اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا كَانُوا عَامِلِينَ

4712. Dari Aisyah RA, ia berkata, "Aku pernah berkata kepada Nabi SAW, 'Wahai Rasulallah, bagaimanakah nasib anak-anak kecil yang orang tuanya mukmin (beriman)?' Beliau menjawab, 'Mereka bagian dari ayah-ayah mereka.' Kemudian aku bertanya, '(Mereka masuk surga) Tanpa amal?" Rasulullah SAW menjawab, "Allah SWT lebih tahu tentang apa yang akan mereka kerjakan." Kemudian aku bertanya tentang anak-anak kecil keturunan orang-orang musyrik. Beliau menjawab, 'Mereka bagian dari bapak-bapak mereka?' Aku bertanya, 'Tanpa amal?' Beliau menjawab, "Allah SWT lebih mengetahui apa yang akan mereka kerjakan'. " Shahih isnad.

عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ قَالَتْ أُتِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِصَبِيٍّ مِنْ الْأَنْصَارِ يُصَلِّي عَلَيْهِ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ طُوبَى لِهَذَا لَمْ يَعْمَلْ شَرًّا وَلَمْ يَدْرِ بِهِ فَقَالَ أَوْ غَيْرُ ذَلِكَ يَا عَائِشَةُ إِنَّ اللَّهَ خَلَقَ الْجَنَّةَ وَخَلَقَ لَهَا أَهْلًا وَخَلَقَهَا لَهُمْ وَهُمْ فِي أَصْلَابِ آبَائِهِمْ وَخَلَقَ النَّارَ وَخَلَقَ لَهَا أَهْلًا وَخَلَقَهَا لَهُمْ وَهُمْ فِي أَصْلَابِ آبَائِهِمْ

4713. Dari Aisyah RA, ia berkata, "Ada seorang anak kecil dari kalangan sahabat Anshar yang dishalati oleh Rasulullah SAW. Aisyah berkata, Aku katakan, 'Berbahagialah anak ini, belum pernah melakukan perbuatan yang buruk dan belum mengenal keburukan.' Kemudian, Rasulullah SAW bersabda, "Atau tidak demikian wahai Aisyah. Sesungguhnya Allah SWT menciptakan surga dan menciptakan juga orang-orang yang bakal menjadi penghuninya. Allah SWT menciptakan surga bagi mereka di saat mereka masih berada di sulbi orang tua mereka. Dan Allah SWT menciptakan neraka dan menciptakan juga orang-orang yang bakal menjadi penghuninya. Neraka bagi mereka diciptakan di saat mereka masih berada di dalam sulbi ayah mereka. Shahih: Ibnu Majah (82) Muslim.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ كَمَا تَنَاتَجُ الْإِبِلُ مِنْ بَهِيمَةٍ جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّ مِنْ جَدْعَاءَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَرَأَيْتَ مَنْ يَمُوتُ وَهُوَ صَغِيرٌ قَالَ اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا كَانُوا عَامِلِينَ

4714. Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, ""Setiap anak terlahir dalam kondisi fitrah, kedua orang tuanya-lah yang menjadikannya Yahudi atau Nasrani. Sebagaimana onta melahirkan anaknya yang sehat, apakah kamu melihatnya memiliki aib? Mereka (para sahabat) bertanya, 'Wahai Rasulullah, bagaimana dengan mereka yang meninggal dunia saat masih kecil?' Rasulullah SAW menjawab, 'Allah SWT lebih mengetahui apa yang mereka lakukan'." Shahih: At-Tirmidzi (2237) Muttafaq 'Alaih.

أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ سَمِعْتُ مَالِكًا قِيلَ لَهُ إِنَّ أَهْلَ الْأَهْوَاءِ يَحْتَجُّونَ عَلَيْنَا بِهَذَا الْحَدِيثِ قَالَ مَالِكٌ احْتَجَّ عَلَيْهِمْ بِآخِرِهِ قَالُوا أَرَأَيْتَ مَنْ يَمُوتُ وَهُوَ صَغِيرٌ قَالَ اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا كَانُوا عَامِلِينَ

4715. Dari Ibnu Wahb, ia berkata, "Aku pernah mendengar Malik ditanya oleh seseorang, 'Sesungguhnya orang-orang yang mengikuti hawa nafsu mereka menjadikan hadits ini sebagai hujjah atas kami.' Imam Malik menjawab, 'Bantahlah hujjah mereka dengan kalimat terakhir dalam hadits!' Mereka bertanya lagi, 'Bagaimana menurut anda dengan mereka yang mati saat masih kecil?' Imam Malik menjawab, 'Allah SWT lebih mengetahui apa yang akan mereka lakukan.' Shahih isnad, maqthu'.

حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ الْمِنْهَالِ قَالَ سَمِعْتُ حَمَّادَ بْنَ سَلَمَةَ يُفَسِّرُ حَدِيثَ كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ قَالَ هَذَا عِنْدَنَا حَيْثُ أَخَذَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ الْعَهْدَ فِي أَصْلَابِ آبَائِهِمْ حَيْثُ قَالَ { أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى }

4716 - Dari Hujjaj bin Al Minhal, ia berkata, "Aku pernah mendengar Hammad bin Salmaah menafsirkan hadits, 'Setiap anak terlahir dalam kondisi fitrah.' Ia berkata, 'Ini menurut pemahaman kami adalah perjanjian yang Allah SWT ambil saat mereka berada di tulang sulbi bapak-bapak mereka; disaat Allah SWT bertanya, "Bukankah Aku Tuhanmu, mereka menjawab, 'Betul (Engkau Tuhan Kami)'. " (Qs. Al A'raaf [7]: 172) Shahih isnad maqthu'.

عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْوَائِدَةُ وَالْمَوْءُودَةُ فِي النَّارِ

4717 . Dari Ibnu Mas'ud RA, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Wanita yang mengubur anaknya hidup-hidup dan yang dikubur berada di neraka'. " Shahih: Al Misykah (112).

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ أَبِي قَالَ أَبُوكَ فِي النَّارِ فَلَمَّا قَفَّى قَالَ إِنَّ أَبِي وَأَبَاكَ فِي النَّارِ

4718. Dari Anas RA, Sesungguhnya ada seorang lelaki bertanya kepada Nabi SAW, "Wahai Rasulallah, dimana tempat bapakku?" Rasulullah SAW menjawab, "Ayahmu di neraka." Ketika orang tersebut hendak berlalu, beliau bersabda, "Sesungguhnya ayahmu dan ayahku berada di neraka. " Shahih: Muslim (11/131-133).

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنْ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ

4719. Dari Anas bin Malik RA, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya syetan berjalan dalam diri manusia sebagaimana mengalir darah (dalam tubuhnya)'. " Shahih: Muslim (7/8) Muttafaq 'Alaih.

More about → Shahih Sunan Abu Daud Kitab SUNNAH 18. Nasib Keturunan Orang-Orang Musyrik