عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أُمِرْتُ بِتَشْيِيدِ الْمَسَاجِدِ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ لَتُزَخْرِفُنَّهَا كَمَا زَخْرَفَتْ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى
448. Dari Ibnu Abbas RA, beliau berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Aku tidak diperintahkan membangun masjid tinggi menjulang.'" Ibnu Abbas RA berkata, "Sesungguhnya kalian akan memperindahnya, sebagaimana orang-orang Yahudi dan Nashrani. " (Shahih)
عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَبَاهَى النَّاسُ فِي الْمَسَاجِدِ
449. Dari Anas, bahwasanya Nabi SAW bersabda, "Tidak akan terjadi hari kiamat, sehingga orang-orang saling berbangga-banggaan dengan masjid. "(Shahih)
أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ أَخْبَرَهُ أَنَّ الْمَسْجِدَ كَانَ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَبْنِيًّا بِاللَّبِنِ وَالْجَرِيدِ قَالَ مُجَاهِدٌ وَعُمُدُهُ مِنْ خَشَبِ النَّخْلِ فَلَمْ يَزِدْ فِيهِ أَبُو بَكْرٍ شَيْئًا وَزَادَ فِيهِ عُمَرُ وَبَنَاهُ عَلَى بِنَائِهِ فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِاللَّبِنِ وَالْجَرِيدِ وَأَعَادَ عُمُدَهُ قَالَ مُجَاهِدٌ عُمُدَهُ خَشَبًا وَغَيَّرَهُ عُثْمَانُ فَزَادَ فِيهِ زِيَادَةً كَثِيرَةً وَبَنَى جِدَارَهُ بِالْحِجَارَةِ الْمَنْقُوشَةِ وَالْقَصَّةِ وَجَعَلَ عُمُدَهُ مِنْ حِجَارَةٍ مَنْقُوشَةٍ وَسَقْفَهُ بِالسَّاجِ
451. Dari Abdullah bin Umar, bahwasanya masjid pada masa Rasulullah SAW dibangun dengan batu bata dari tanah Hat dan pelepah kurma, tiangnya dari batang pohon kurma, lalu Abu Bakar RA tidak menambahnya sedikitpun, dan Umarlah yang menambahnya, dan membangunnya di atas bangunan pada masa Rasulullah SAW, dengan batu bata dari tanah Hat dan pelepah kurma. Lalu Utsman merubahnya dan menambahnya dengan beberapa tambahan, dia membangun temboknya dengan batu yang di ukir dan kapur, tiangnya dibuat dari batu yang diukir, atapnya dengan kayu jati. " (Shahih: Bukhari)
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ فَنَزَلَ فِي عُلْوِ الْمَدِينَةِ فِي حَيٍّ يُقَالُ لَهُمْ بَنُو عَمْرِو بْنِ عَوْفٍ فَأَقَامَ فِيهِمْ أَرْبَعَ عَشْرَةَ لَيْلَةً ثُمَّ أَرْسَلَ إِلَى بَنِي النَّجَّارِ فَجَاءُوا مُتَقَلِّدِينَ سُيُوفَهُمْ فَقَالَ أَنَسٌ فَكَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى رَاحِلَتِهِ وَأَبُو بَكْرٍ رِدْفُهُ وَمَلَأُ بَنِي النَّجَّارِ حَوْلَهُ حَتَّى أَلْقَى بِفِنَاءِ أَبِي أَيُّوبَ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي حَيْثُ أَدْرَكَتْهُ الصَّلَاةُ وَيُصَلِّي فِي مَرَابِضِ الْغَنَمِ وَإِنَّهُ أَمَرَ بِبِنَاءِ الْمَسْجِدِ فَأَرْسَلَ إِلَى بَنِي النَّجَّارِ فَقَالَ يَا بَنِي النَّجَّارِ ثَامِنُونِي بِحَائِطِكُمْ هَذَا فَقَالُوا وَاللَّهِ لَا نَطْلُبُ ثَمَنَهُ إِلَّا إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ أَنَسٌ وَكَانَ فِيهِ مَا أَقُولُ لَكُمْ كَانَتْ فِيهِ قُبُورُ الْمُشْرِكِينَ وَكَانَتْ فِيهِ خِرَبٌ وَكَانَ فِيهِ نَخْلٌ فَأَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقُبُورِ الْمُشْرِكِينَ فَنُبِشَتْ وَبِالْخِرَبِ فَسُوِّيَتْ وَبِالنَّخْلِ فَقُطِعَ فَصَفُّوا النَّخْلَ قِبْلَةَ الْمَسْجِدِ وَجَعَلُوا عِضَادَتَيْهِ حِجَارَةً وَجَعَلُوا يَنْقُلُونَ الصَّخْرَ وَهُمْ يَرْتَجِزُونَ وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَعَهُمْ وَهُوَ يَقُولُ اللَّهُمَّ لَا خَيْرَ إِلَّا خَيْرُ الْآخِرَهْ فَانْصُرْ الْأَنْصَارَ وَالْمُهَاجِرَهْ
453. Dari Anas bin Malik RA, dia berkata, "Setelah Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau singgah di daerah dataran tinggi Madinah -di suatu kampung bernama Banu Amir bin Auf- beliau tinggal di sana selama empat belas malam, kemudian beliau mengirim utusan ke Bani Najjar, maka datanglah mereka itu dengan menyandang pedang. Anas berkata, "Seakan-akan aku melihat Rasulullah SAW menaiki kendaraannya, sedangkan Abu Bakar berbonceng, dan orang-orang Bani Najjar mengelilingi beliau, sampai beliau SAW turun di halaman rumah Abu Ayyub. Rasulullah SAW biasa mengerjakan shalat dimanapun kalau waktunya telah tiba, dan beliau biasa mengerjakan shalat (masa itu) di kandang-kandang kambing. Setelah itu, beliau SAW perintahkan untuk membangun masjid. Maka beliau mengutus kepada Bani Najjar, " lalu bersabda, "Wahai Bani Najjar, tentukanlah harga kebun ini untukku!" mereka berkata, "Demi Allah, kami tidak akan menuntut harganya, kecuali mengharap ridha dari Allah Azza wa jalla" Kata Anas, "Seperti apa yang telah aku katakan kepada kalian, bahwa di kebun itu ada kuburan orang-orang musyrik, reruntuhan bangunan-bangunan dan pohon kurma. Maka Rasulullah SAW memerintahkan supaya kuburan orang-orang musyrik itu dibongkar, reruntuhan-reruntuhan bangunan itu diratakan, dan pohon-pohon kurma itu ditebang, lalu batang-batang kurma itu ditumpuk di arah kiblat masjid. Mereka membuat kusen-kusennya dari batu, mereka mengangkat batu sambil bersenandung gembira, sedangkan Nabi SAW bersama mereka, " beliau berkata, "Wahai Allah, tidak ada kebaikan selain kebaikan akhirat, karena itu, tolonglah kaum Anshar dan kaum Muhajirin. " {Shahih: Muttafaq Alaih)
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ مَوْضِعُ الْمَسْجِدِ حَائِطًا لِبَنِي النَّجَّارِ فِيهِ حَرْثٌ وَنَخْلٌ وَقُبُورُ الْمُشْرِكِينَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَامِنُونِي بِهِ فَقَالُوا لَا نَبْغِي بِهِ ثَمَنًا فَقُطِعَ النَّخْلُ وَسُوِّيَ الْحَرْثُ وَنُبِشَ قُبُورُ الْمُشْرِكِينَ وَسَاقَ الْحَدِيثَ وَقَالَ فَاغْفِرْ
454. Dari Anas bin Malik RA, dia berkata, "Tempat masjid itu adalah suatu kebun milik Bani Najjar, yang di dalamnya terdapat tanaman, pohon kurma, dan kuburan orang-orang musyrik. "Maka Rasulullah SAW bersabda, "Tetapkanlah harga kebun ini untukku!"Lalu mereka berkata, "Kami tidak akan meminta harganya. " Maka ditebanglah pohon kurmanya, diratakan tanamannya, dan dibongkarlah kuburan orang-orang musyrik, selanjutnya dia menyebutkan Hadits itu dan berkata, "Maka ampunilah. "{Shahih: Muslim)