Tampilkan postingan dengan label Allah Ta'ala. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Allah Ta'ala. Tampilkan semua postingan

Riyadhus Shalihin -Imam An-Nawawi- Bab 77: Marah Jikalau Kehormatan-kehormatan Syara' Dilanggar Dan Membantu Untuk Kemenangan Agama Allah Ta'ala

Posted by Unknown on Jumat, 19 April 2013


Nomor: 646

Dari Abu Mas'ud iaitu 'Uqbah bin 'Amr al-Badri رضي الله عنه, katanya: "Ada seorang lelaki datang kepada Nabi صلی الله عليه وسلم, lalu berkata: "Sesungguhnya saya nescayalah membelakangkan diri dari solat subuh - yakni tidak ikut berjema'ah - kerana si Fulan itu, kerana ia memanjangkan bacaan suratnya untuk kita."

Maka saya - Abu Mas'ud - sama sekali tidak pernah melihat Nabi صلی الله عليه وسلم marah dalam nasihatnya lebih daripada marahnya pada hari itu. Beliau صلی الله عليه وسلم bersabda: "Hai sekalian manusia, sesungguhnya di antara engkau semua ada orang-orang yang menyebabkan larinya orang lain. Maka siapa saja di antara engkau semua yang menjadi imam orang banyak - dalam bersembahyang - hendaklah ia menyingkatkan bacaannya, sebab sesungguhnya di belakangnya itu ada orang yang sudah tua, anak kecil dan ada pula orang yang segera hendak mengurus keperluannya." (Muttafaq 'alaih)

Nomor: 647

Dari Aisyah رضي الله عنها, katanya: "Rasulullah صلی الله عليه وسلم datang dari berpergian dan saya telah memberikan tutup dalam rumahku dengan tabir yang tipis sekali, di situ ada beberapa gambar boneka. Setelah Rasulullah صلی الله عليه وسلم melihatnya lalu dirosaknya dan berubahlah warna wajahnya serta bersabda:

"Hai Aisyah, sesangat-sangatnya manusia dalam hal seksanya di sisi Allah pada hari kiamat ialah orang-orang yang menyamai dengan apa-apa yang diciptakan oleh Allah." (Muttafaq 'alaih)

Nomor: 648

Dari Aisyah رضي الله عنها pula bahawasanya orang-orang Quraisy disedihkan oleh peristiwa seorang wanita dari golongan Makhzum yang mencuri - dan wajib dipotong tangannya. Mereka berkata: "Siapakah yang berani memperbincangkan soal wanita ini dengan Rasulullah صلی الله عليه وسلم?" Kemudian mereka berkata pula: "Tidak ada rasanya seseorang pun yang berani mengajukan perkara ini - maksudnya untuk meminta supaya dimaafkan dan hukuman potong tangan diurungkan - melainkan Usamah bin Zaid, iaitu kecintaan Rasulullah صلی الله عليه وسلم Usamah lalu membicarakan hal tersebut pada beliau صلی الله عليه وسلم, kemudian Rasulullah صلی الله عليه وسلمbersabda: "Adakah engkau hendak meminta tolong dihapuskannya sesuatu had - hukuman - dari had-had yang ditentukan oleh Allah Ta'ala?" Seterusnya beliau berdiri dan berkhutbah: "Hanyasanya yang menyebabkan rosak akhlaknya orang-orang yang sebelummu semua itu ialah karena mereka itu apabila yang mencuri termasuk golongan yang mulia di kalangan mereka, orang tersebut mereka biarkan saja-yakni tidak diterapi hukuman apa-apa, sedang apabila yang mencuri itu orang yang lemah - miskin dan tidak berkuasa, maka mereka laksanakanlah hadnya. Demi Allah yang mengurniakan keberkahan, andaikata Fathimah puteri Muhammad itu mencuri nescaya-lahsaya potong pula tangannya,"-yakni sekalipun anak sendiri juga harus diterapi hukuman sebagaimana orang lain. (Muttafaq 'alaih)

Nomor: 649

Dari Anas رضي الله عنهbahawasanya Nabi صلی الله عليه وسلمmelihat ada hingus di arah kiblat, maka hal itu dirasakan amat berat sekali dalam hatinya, sehingga tampaklah di wajah beliau itu. Selanjutnya beliau berdiri dan menggaruknya - yakni menggosok-gosoknya - dengan tangan nya - dan hingus itu dapat hilang sebab telah kering. Kemudian beliau صلی الله عليه وسلم bersabda: "Sesungguhnya apabila seseorang di antara engkau semua itu berdiri dalam solatnya, maka sebenarnya ia sedang bermunajat kepada Tuhannya di kala itu dan bahawasanya Tuhannya itu di antara dirinya dan antara kiblat. Maka dari itu janganlah seseorang di antara engkau semua itu berludah di arah kiblat, tetapi berludahlah di arah kiri atau di bawah kakinya." Seterusnya beliau صلی الله عليه وسلمmengambil hujung selendangnya, lalu berludah di situ, kemudian membolak-balikkan sebahagian selendang itu dengan bahagian lainnya - yakni digosok- gosokkan ludah tadi dengan kain selendang nya berulang kali. Beliau صلی الله عليه وسلم lalu bersabda: "Atau mengerjakan sedemikian ini." (Muttafaq 'alaih)

Adapun perintah berludah di arah kiri atau di bawah kaki itu apabila orang tersebut bersembahyangnya tidak di dalam masjid. Tetapi jikalau di dalam masjid, maka janganlah berludah melainkan wajib diletakkan dalam pakaiannya sendiri.

More about → Riyadhus Shalihin -Imam An-Nawawi- Bab 77: Marah Jikalau Kehormatan-kehormatan Syara' Dilanggar Dan Membantu Untuk Kemenangan Agama Allah Ta'ala

Riyadhus Shalihin -Imam An-Nawawi- Bab 54: Keutamaan Menangis Karena Takut Kepada-Allah Ta'ala Dan Karena Rindu PadaNya

Posted by Unknown


Nomor: 445
Dari Anas رضي الله عنه, katanya: "Rasulullah صلی الله عليه وسلم berkhutbah, tidak pernah saya mendengar suatu khutbah pun yang semacam itu -karena amat menakutkan. Beliau صلی الله عليه وسلم bersabda:
"Andaikata engkau semua dapat mengetahui apa yang saya ketahui, niscaya engkau semua akan ketawa sedikit dan menangis banyak-banyak." Anas berkata: "Maka para sahabat Rasulullah صلی الله عليه وسلم sama menutupi mukanya sendiri-sendiri dan mereka itu menangis terisak-isak." (Muttafaq 'alaih)
Keterangannya telah lampau dalam bab: Takut.

Nomor: 446
Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, katanya: "Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda:
"Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah sehingga susu itu dapat kembali keteteknya - menunjukkan suatu kemustahilan. Tidak akan berkumpullah debu fi- sabilillah itu* dengan asap neraka Jahanam."
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.

Nomor: 447
Dari Abu Hurairah رضي الله عنه pula, katanya: "Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda:
"Ada tujuh macam orang yang akan dinaungi oleh Allah dalam naunganNya pada hari yang tiada naungan melainkan naunganNya sendiri - yakni hari kiamat, yaitu imam - kepala atau pemimpin - yang adil. Pemuda yang tumbuh -sejak kecilnya - dalam beribadat kepada Allah, orang yang hatinya tergantung - sangat memperhatikan -kepada masjid-masjid dua orang yang saling cinta- mencintai karena Allah, keduanya berkumpul atas keadaan sedemikian itu dan keduanya berpisah atas keadaan sedemikian itu pula, orang lelaki yang diajak oleh wanita yang mempunyai kedudukan dan berparas cantik, lalu ia berkata: "Sesungguhnya saya ini takut kepada Allah," - demikian pula sebaliknya, yaitu wanita yang diajak lelaki lalu bersikap seperti di atas, juga orang yang bersedekah dengan suatu sedekah lalu disembunyikan sedekahnya itu sehingga seolah-olah tangan kirinya tidak tahu apa yang dinafkahkan oleh tangan kanannya dan orang yang mengingat pada Allah di waktu keadaan sunyi lalu melelehlah airmata dari kedua matanya." (Muttafaq 'alaih)
Maksudnya ialah berjihad memerangi musuh agama Allah sewaktu-waktu untuk mengharapkan keridhaanNya.

Nomor: 448
Dari Abdullah bin asy-Syikhkhir رضي الله عنه, katanya: "Saya mendatangi Rasulullah صلی الله عليه وسلم dan beliau sedang bersembahyang dan dari dadanya itu terdengar suara bagaikan mendidihnya kuali karena beliau sedang menangis."
Hadis hasan shahih yang diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Termidzi dalam asy-Syamail dengan isnad yang shahih.

Nomor: 449
Dari Anas رضي الله عنه, katanya: "Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda kepada Ubay bin Ka'ab رضي الله عنه, demikian:
"Sesungguhnya Allah Azzawajalla menyuruh padaku supaya saya bacakan untukmu ayat ini - artinya: "Tidaklah akan dapat meninggalkan orang-orang kafir dari ahlul-kitab dan musyrik itu - akan kepercayaannya yang sesat - sampai datang kepada mereka keterangan yang jelas. "Albayyinah" 1-8. Ia berkata: "Apakah Allah menjelaskan namaku pada Tuan?" Beliau صلی الله عليه وسلم bersabda: "Ya." Kemudian Ubay رضي الله عنه menangis." (Muttafaq 'alaih)
Dalam sebuah riwayat lain disebutkan: "Maka Ubay mulai menangis." - Ubay adalah seorang dari golongan sahabat Anshar.

Penjelasan:
Sebabnya Ubay رضي الله عنه menangis ialah karena terharu hatinya, gembira bercampur rasa takut kepada Allah Ta'ala, karena merasa masih kurang kebaktian serta ketaatan yang dilakukan olehnya. Adapun rasa terharunya itu di antaranya disebabkan karena dalam surat "Albayyinah" bagian terakhir dijelaskan bahwa orang-orang semacam sahabat Ubay رضي الله عنه itu amat diridhai oleh Allah Ta'ala dan orang itupun benar-benar sudah ridha kepadaNya. Manakala seseorang itu telah diridhai oleh Allah, maka tiada lain tempatnya di akhirat nanti, kecuali syurga.

Nomor: 450
Dari Anas رضي الله عنه pula, katanya: "Abu Bakar berkata kepada Umar radhiallahu 'anhuma sesudah wafatnya Rasulullah صلی الله عليه وسلم: "Mari kita bersama-sama berangkat ke tempat Ummu Aiman untuk menziarahinya, sebagaimana halnya Rasulullah صلی الله عليه وسلم juga menziarahinya." Ketika keduanya sampai di tempat Ummu Aiman, lalu wanita ini menangis. Keduanya berkata: "Apakah yang menyebabkan engkau menangis? Tidakkah engkau ketahui bahwasanya apa yang ada di sisi Allah itu lebih baik untuk Rasulullah صلی الله عليه وسلم" Ummu Aiman lalu menjawab: "Sesungguhnya saya tidaklah menangis karena saya tidak mengetahui bahwasanya apa yang ada di sisi Allah itu lebih baik untuk Rasulullah صلی الله عليه وسلم, tetapi saya menangis ini ialah karena sesungguhnya wahyu itu telah terputus - sebab Nabi صلی الله عليه وسلم telah wafat." Maka ucapan Ummu Aiman menggerakkan hati kedua sahabat itu untuk menangis. Kemudian keduanya itupun menangis bersama Ummu Aiman.
Hadis di atas sudah disebutkan dalam bab: Menziarahi orang-orang ahli kebaikan - lihat Hadis no. 359.

Nomor: 451
Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma, katanya: "Ketika sudah sangat geringnya Rasulullah صلی الله عليه وسلم, lalu ditanyakan padanya siapa yang akan menjadi imam shalat. Beliau صلی الله عليه وسلم lalu bersabda: "Perintahkanlah pada Abu Bakar, supaya ia bersembahyang menjadi imam orang-orang banyak!" Aisyah رضي الله عنها berkata: "Sesungguhnya Abu Bakar itu adalah seorang lelaki yang lemah, jikalau membaca al-Quran, maka bacaannya terkalahkan oleh tangisnya - sehingga bacaannya tidak jelas." Beliau صلی الله عليه وسلم lalu bersabda lagi: "Perintahkanlah pada Abu Bakar supaya bersembahyang sebagai imam!"
Dalam lain riwayat disebutkan: Dari Aisyah رضي الله عنها, katanya: "Saya berkata: "Sesungguhnya Abu Bakar itu apabila mengganti kedudukan Tuan - sebagai imam, ia tidak dapat memper-dengarkan suaranya kepada orang-orang banyak sebab tangisnya." (Muttafaq 'alaih)

Nomor: 452
Dari Ibrahim bin Abdur Rahman bin 'Auf, bahwasanya Abdur Rahman bin 'Auf رضي الله عنه diberi hidangan makanan, sedangkan waktu itu ia berpuasa, lalu ia berkata: "Mus'ab bin Umair itu terbunuh - fi-sabilillah. Ia adalah seorang yang lebih baik daripada-ku, tetapi tidak ada yang digunakan untuk mengafaninya - mem-bungkus janazahnya - kecuali selembar burdah. Jikalau kepalanya ditutup, maka tampaklah kedua kakinya dan jikalau kedua kakinya ditutup.maka tampaklah kepalanya. Selanjutnya untuk kitasekarang ini dunia telah dibeberkan seluas-luasnya - banyak rezeki. Atau ia berkata: "Kita telah dikaruniai rezeki dunia sebagaimana yang kita terima ini - amat banyak sekali. Kita benar-benar takut kalau-kalau kebaikan-kebaikan kita ini didahulukan untuk kita sekarang - sejak kita di dunia ini, sedang di akhirat tidak dapat bagian apa-apa." Selanjutnya ia lalu menangis dan makanan itu ditinggalkan. (Riwayat Bukhari)

Nomor: 453
Dari Abu Umamah, yaitu Shuday bin 'Ajlan al-Bahili رضي الله عنه dari Nabi صلی الله عليه وسلم, sabdanya:
"Tiada sesuatupun yang lebih dicintai oleh Allah Ta'ala daripada dua tetesan dan dua bekas. Dua tetesan itu ialah tetesan airmata karena takut kepada Allah dan tetesan darah yang dialirkan fisabilillah. Adapun dua bekas yaitu bekas luka fi-sabilillah dan bekas dalam mengerjakan kefardhuan dari beberapa kefardhuan Allah Ta'ala - semacam bekas sujud dan lain-lain."
Diriwayatkan Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.
Dalam bab ini masih banyak lagi Hadisnya, di antaranya ialah Hadisnya al-'Irbadh bin Sariyah رضي الله عنه, katanya: "Kita semua diberi nasihat oleh Rasulullah صلی الله عليه وسلم, yaitu suatu nasihat yang semua hati dapat menjadi takut karenanya dan matapun dapat melelehkan airmata." Hadis ini telah lalu dalam bab: Melarang kebid'ahan-kebid'ahan - lihat Hadis no. 157 dan 171. 

More about → Riyadhus Shalihin -Imam An-Nawawi- Bab 54: Keutamaan Menangis Karena Takut Kepada-Allah Ta'ala Dan Karena Rindu PadaNya

Riyadhus Shalihin -Imam An-Nawawi- Bab 49: Menjalankan Hukum-hukum Terhadap Manusia Menurut Lahirnya, Sedang Keadaan Hati Mereka Terserah Allah Ta'ala

Posted by Unknown


Nomor: 388

Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma bahawasanya Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda:

"Saya diperintah untuk memerangi semua manusia, sehingga mereka suka menyaksikan bahawa tiada Tuhan kecuali Allah dan bahawasanya Muhammad adalah pesuruh Allah dan mendirikan shalat serta menunaikah zakat. Maka jikalau mereka telah melakukan yang sedemikian itu, terpeliharalah daripadaku darah serta harta benda mereka, melainkan dengan haknya Islam, sedang hisab - perhitungan amal - mereka adalah terserah kepada Allah Ta'ala. (Muttafaq 'alaih)

Nomor: 389

Dari Abu Abdillah iaitu Thariq bin as-Syam رضي الله عنه, katanya: "Saya mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda:

"Barangsiapa yang mengucapkan La ilaha illallah dan kafir mengingkari - dengan sesuatu yang disembah selain daripada Allah, maka haramlah harta benda serta darahnya, sedang hisabnya adalah terserah kepada Allah." (Riwayat Muslim)

Nomor: 390

Dari Abu Ma'bad yaitu al-Miqdad bin al-Aswad رضي الله عنه, katanya: "Saya berkata kepada Rasulullah صلی الله عليه وسلم: "Bagaimanakah pendapat Tuan, jikalau saya bertemu seseorang dari golongan kaum kafir, kemudian kita berperang, lalu ia memukul salah satu dari kedua tanganku dengan pedang dan terus memutuskannya. Selanjutnya ia bersembunyi daripadaku di balik sebuah pohon, lalu ia mengucapkan: "Saya masuk Agama Islam karena Allah," apakah orang yang sedemikian itu boleh saya bunuh, ya Rasulullah sesudah ia mengucapkan kata-kata seperti tadi itu?" Beliau صلی الله عليه وسلم menjawab: "Jangan engkau membunuhnya." Saya berkata lagi: "Ia sudah memutuskan salah satu tangan saya, kemudian mengucapkan sebagaimana di atas itu setelah memutuskannya." Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda lagi: "Jangan engkau membunuhnya, kerana jikalau engkau membunuhnya, maka ia adalah menempati tempatmu sebelum engkau membunuhnya dan sesungguhnya engkau adalah di tempatnya sebelum ia mengucapkan kata-kata yang diucapkannya itu." (Muttafaq 'alaih)

Maknanya innahu bimanzilatika: sesungguhnya ia di tempatmu ialah bahawa orang itu harus dipelihara darahnya sebab telah dihukumi sebagai orang Islam. Adapun maknanya innaka biman zilatihi: sesungguhnya engkau di tempatnya ialah bahawa halal darahnya dengan qishash untuk para ahli warisnya, bukan kerana ia dalam kedudukannya sebagai orang kafir. Wallahu a'lam.'

Nomor: 391

Dari Usamah bin Zaid radhiallahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah صلی الله عليه وسلم mengirim kita ke daerah Huraqah dari suku Juhainah, kemudian kita berpagi-pagi menduduki tempat air mereka. Saya dan seorang lagi dari kaum Anshar bertemu dengan seseorang lelaki dari golongan mereka - musuh. Setelah kita dekat padanya, ia lalu mengucapkan: La ilaha illallah. Orang dari sahabat Anshar itu menahan diri daripadanya - tidak menyakiti sama sekali, sedang saya lalu menusuknya dengan tombakku sehingga saya membunuhnya.

Setelah kita datang - di Madinah, peristiwa itu sampai kepada Nabi صلی الله عليه وسلم, kemudian beliau bertanya padaku: "Hai Usamah, adakah engkau membunuhnya setelah ia mengucapkan La ilaha illallah?" Saya berkata: "Ya Rasulullah, sebenarnya orang itu hanya untuk mencari perlindungan diri saja - yakni mengatakan syahadat itu hanya untuk mencari selamat, sedang hatinya tidak meyakinkan itu." Beliau صلی الله عليه وسلم bersabda lagi: "Adakah ia engkau bunuh setelah mengucapkan La ilaha illallah?" Ucapan itu sentiasa diulang-ulangi oleh Nabi صلی الله عليه وسلم, sehingga saya mengharap-harapkan, bahawa saya belum menjadi Islam sebelum hari itu - yakni bahwa saya mengharapkan menjadi orang Islam itu mulai hari itu saja, supaya tidak ada dosa dalam diriku." (Muttafaq 'alaih)

Dalam riwayat lain disebutkan: Lalu Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda: "Bukankah ia telah mengucapkan La ilaha illallah, mengapa engkau membunuhnya?" Saya menjawab: "Ya Rasulullah, hanyasanya ia mengucapkan itu semata-mata kerana takut senjata." Beliau صلی الله عليه وسلم bersabda: "Mengapa engkau tidak belah saja hatinya, sehingga engkau dapat mengetahui, apakah mengucapkan itu kerana takut senjata ataukah tidak - yakni dengan keikhlasan." Beliau صلی الله عليه وسلمmengulang-ulangi ucapannya itu sehingga saya mengharap-harapkan bahwa saya masuk Islam mulai hari itu saja.

Nomor: 392

Dari Jundub bin Abdullah رضي الله عنه bahawasanya Rasulullah صلی الله عليه وسلم mengirimkan sepasukan dari kaum Muslimin kepada suatu golongan dari kaum musyrikin dan bahawa mereka itu telah bertemu - berhadap-hadapan. Kemudian ada seseorang lelaki dari kaum musyrikin jikalau menghendaki menuju kepada seorang dari kaum Muslimin lalu ditujulah tempatnya lalu dibunuhnya. Lalu ada seorang dari kaum Muslimin menuju orang itu di waktu lengahnya. Kita semua memperbincangkan bahawa orang itu adalah Usamah bin Zaid. Setelah orang Islam itu mengangkat pedangnya, tiba-tiba orang musyrik tadi mengucapkan: "La ilaha illallah." Tetapi ia terus dibunuh olehnya. Selanjutnya datanglah seorang pembawa berita gembira kepada Rasulullah صلی الله عليه وسلم - memberitahukan kemenangan, beliau صلی الله عليه وسلم bertanya kepadanya - perihal jalannya peperangan - dan orang itu memberitahukannya, sehingga akhirnya orang itu memberitahukan pula perihal orang yang membunuh di atas, apa-apa yang dilakukan olehnya. Orang itu dipanggil oleh beliau صلی الله عليه وسلم dan menanyakan padanya, lalu sabdanya: "Mengapa engkau membunuh orang itu?" Orang tadi menjawab: "Ya Rasulullah, orang itu telah banyak menyakiti di kalangan kaum Muslimin dan telah membunuh si Fulan dan si Fulan." Orang itu menyebutkan nama beberapa orang yang dibunuhnya. Ia melanjutkan: "Saya menyerangnya, tetapi setelah melihat pedang, ia mengucapkan: "La ilaha illallah." Rasulullah صلی الله عليه وسلم bertanya: "Apakah ia sampai kau bunuh?" Ia menjawab: "Ya." Kemudian beliau bersabda: "Bagaimana yang hendak kau perbuat dengan La ilaha illallah, jikalau ia telah tiba pada hari kiamat?" Orang itu berkata: "Ya Rasulullah, mohonkanlah pengampunan - kepada Allah - untukku." Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda: "Bagaimana yang hendak kau perbuat dengan La ilaha illallah, jikalau ia telah tiba pada hari kiamat?" Beliau صلی الله عليه وسلم tidak menambahkan sabdanya lebih dari kata-kata: "Bagaimanakah yang hendak kauperbuat dengan La ilaha illallah, jikalau ia telah tiba pada hari kiamat?" (Riwayat Muslim)

Nomor: 393

Dari Abdullah bin Utbah bin Mas'ud, katanya: "Saya mendengar Umar bin Alkhaththab رضي الله عنه bersabda: "Sesungguhnya sekalian manusia itu dahulu diterapi dengan hukum sesuai dengan adanya wahyu yakni di zaman Rasulullah صلی الله عليه وسلم, dan sesungguhnya wahyu itu kini telah terputus - tidak datang lagi, sebab Nabi صلی الله عليه وسلم telah wafat. Maka hanyasanya kami - Umar رضي الله عنه - menuntut engkau semua dengan dasar apa yang tampak pada kami iaitu mengenai perbuatan-perbuatan yang engkau semua lakukan. Jadi barangsiapa yang menampakkan perbuatan baik pada kami, maka kami berikan keamanan dan kami dekatkan kedudukannya pada kami, sedang urusan apa yang dalam hatinya tidak sedikitpun kami persoalkan, kerana Allah akan menghisabnya dalam hal isi hatinya itu. Tetapi barangsiapa yang menampakkan kelakuan buruk pada kami, maka kami tidak akan memberikan keamanan padanya dan tidak akan percaya ucapannya, sekalipun ia mengatakan bahawasanya niat hatinya adalah baik." (Riwayat Bukhari)

More about → Riyadhus Shalihin -Imam An-Nawawi- Bab 49: Menjalankan Hukum-hukum Terhadap Manusia Menurut Lahirnya, Sedang Keadaan Hati Mereka Terserah Allah Ta'ala

Riyadhus Shalihin -Imam An-Nawawi- Bab 38: Kewajiban Memerintah Keluarga Dan Anak-anak Yang Sudah Tamyiz, juga Semua Orang Yang Dalam Lingkungan Penjagaannya, Supaya Taat Kepada Allah Ta'ala Dan Melarang Mereka Dari Menyalahinya, Harus Pula Mendidik Mereka Dan Mencegah Mereka Dari Melakukan Apa-apa Yang Dilarang

Posted by Unknown


Nomor: 299

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, katanya: "al-Hasan bin Ali radhiallahu 'anhuma mengambil sebiji buah kurma dari kurma hasil sedekah lalu dimasukkannya dalam mulutnya. Kemudian Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda: "Kakh, kakh - jijik, jijik -, lemparkan itu, adakah engkau tidak tahu bahwasanya kita - golongan Bani Hasyim dan Bani Muththalib - itu tidak halal makan benda sedekah." (Muttafaq 'alaih)

Dalam riwayat lain disebutkan "Bahwa bagi kita - golongan Bani Hasyim dan Bani Mutthalib - tidak halal makan sesuatu yang dari hasil sedekah."

Sabda Nabi صلی الله عليه وسلم: "Kakh, kakh", dikatakan dengan sukunnya kha' dan ada yang mengatakan pula dengan kasrahnya kha' serta ditanwinkan - lalu menjadi kakhin, kakhin. Ini adalah kata melarang kepada anak-anak dari apa-apa yang dianggap jijik atau kotor. Al- Hasan di kala itu masih kecil sebagai anak-anak.

Nomor: 300

Dari Abu Hafsh yaitu Umar رضي الله عنه bin Abu Salamah, yakni Abdullah bin Abdul-asad. Ia adalah anak tiri Rasulullah صلی الله عليه وسلم [31] katanya: "Saya pernah berada di pangkuan Rasulullah صلی الله عليه وسلم dan tanganku - ketika makan - berputar di seluruh penjuru piring, lalu Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda padaku:

"Hai anak, bacalah Bismillahi Ta'ala - sebelum makan - dan makanlah dengan tangan kananmu, pula makanlah dari makanan yang ada di dekatmu saja." Maka senantiasa sedemikian itulah cara makanku sesudah itu." (Muttafaq 'alaih)




[31]Jadi Umar bin Abu Salamah itu anak tiri Rasulullah صلی الله عليه وسلم, puteranya isteri beliau صلی الله عليه وسلم yang bernama Ummu Salamah.

Nomor: 301

Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma, katanya: "Saya mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda:

"Semua orang dari engkau sekalian itu adalah penggembala dan semuanya saja akan ditanya tentang penggembalaannya. Seorang imam - pemimpin - adalah penggembala dan akan ditanya tentang penggembalaannya. Seorang lelaki adalah penggembala dalam keluarganya dan akan ditanya tentang penggembalaannya, seorang isteri adalah penggembala di rumah suaminya dan akan ditanya tentang penggembalaannya. Seorang pelayan juga penggembala dalam harta tuannya dan akan ditanya tentang penggembalaannya. Maka semua orang dari engkau sekalian itu adalah penggembala dan akan ditanya tentang penggembalaannya." (Muttafaq 'alaih)

Hadis ini dengan jelas menyebutkan bahwa sekalipun sesuatu itu dipandang umum sangat remeh dan tidak perlu diperhatikan, seperti adab kesopanan di waktu makan-minum, duduk, bermain-main dan lain-lain sebagainya, tetapi Agama Islam tetap menyerukan kepada orang tua atau wali anak-anak, agar hal-hal itu diajarkan serla menegur mereka jika mereka berbuat yang tidak pantas. Mengajarkan ini wajib dilaksanakan sejak kecil, agar terbiasa nantinya apabila telah dewasa dan orang lain akan menamakan "Anak yang mengerti tatakerama".

Nomor: 302

Dari 'Amr bin Syu'aib dari ayahnya dari neneknya رضي الله عنه, katanya: "Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda:

"Perintahlah anak-anakmu untuk menjalankan shalat di waktu mereka berumur tujuh tahun dan pukullah mereka, jikalau melalaikan shalat di waktu mereka berumur sepuluh tahun. Juga pisahkanlah antara mereka itu dalam masing-masing tempat tidurnya."

Hadis hasan yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad yang hasan.

Nomor: 303

Dari Abu Tsurayyah yaitu Sabrah bin Ma'bad al-Juhani رضي الله عنه, katanya: "Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda:

"Pelajarilah anak-anak itu akan bersembahyang ketika berusia tujuh tahun dan pukullah ia jikalau melalaikan shalat ketika berumur sepuluh tahun."

Hadis hasan yang diriwayatkan oleh Imam-Imam Abu Dawud dan Termidzi mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan. Adapun lafaznya Abu Dawud yaitu: "Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda:

"Perintahlah anak-anak itu untuk bersembahyang ketika ia telah mencapai umur tujuh tahun."

More about → Riyadhus Shalihin -Imam An-Nawawi- Bab 38: Kewajiban Memerintah Keluarga Dan Anak-anak Yang Sudah Tamyiz, juga Semua Orang Yang Dalam Lingkungan Penjagaannya, Supaya Taat Kepada Allah Ta'ala Dan Melarang Mereka Dari Menyalahinya, Harus Pula Mendidik Mereka Dan Mencegah Mereka Dari Melakukan Apa-apa Yang Dilarang