Tampilkan postingan dengan label Perang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perang. Tampilkan semua postingan

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PAJAK, KEPEMIMPINAN DAN FAI 21. Bagian Shafi (Harta Benda yang Diambil Pemimpin dari Harta Rampasan Perang sebelum Dibagikan kepada yang Berhak)

Posted by Unknown on Senin, 13 Mei 2013



عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَتْ صَفِيَّةُ مِنْ الصَّفِيِّ

2994. Dari Aisyah, ia berkata: Shafiyah (isteri Rasulullah SAW) adalah dari shafi. (Shahih)

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَدِمْنَا خَيْبَرَ فَلَمَّا فَتَحَ اللَّهُ تَعَالَى الْحِصْنَ ذُكِرَ لَهُ جَمَالُ صَفِيَّةَ بِنْتِ حُيَيٍّ وَقَدْ قُتِلَ زَوْجُهَا وَكَانَتْ عَرُوسًا فَاصْطَفَاهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِنَفْسِهِ فَخَرَجَ بِهَا حَتَّى بَلَغْنَا سُدَّ الصَّهْبَاءِ حَلَّتْ فَبَنَى بِهَا

2295. Dari Anas bin Malik, ia berkata: Kami datang ke Khaibar. Setelah Allah membukakan bentengnya, terdengar kabar tentang kecantikan Shafiyah. Suaminya telah terbunuh, sedangkan dia pada waktu itu masih pengantin baru. Rasulullah SAW lalu memilihnya untuk dijadikan istri, maka beliau membawanya pergi. Setelah kami sampai di Sudd Shahba' Shafiyah sudah suci dari haid, maka Rasulullah SAW melakukan hubungan suami istri dengannya." (Shahih: Bukhari) (nomor 2235)

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ صَارَتْ صَفِيَّةُ لِدِحْيَةَ الْكَلْبِيِّ ثُمَّ صَارَتْ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

2996. Dari Anas bin Malik, ia berkata: Shafiyah menjadi istri Dihyah Al Kalbi, kemudian menjadi istri Rasulullah SAW. {Shahih: Muttafaq 'Alaih)

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah (nomor 1957).

عَنْ أَنَسٍ قَالَ وَقَعَ فِي سَهْمِ دِحْيَةَ جَارِيَةٌ جَمِيلَةٌ فَاشْتَرَاهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَبْعَةِ أَرْؤُسٍ ثُمَّ دَفَعَهَا إِلَى أُمِّ سُلَيْمٍ تَصْنَعُهَا وَتُهَيِّئُهَا قَالَ حَمَّادٌ وَأَحْسَبُهُ قَالَ وَتَعْتَدُّ فِي بَيْتِهَا صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَيٍّ

2997. Dari Anas bin Malik, ia berkata: Dihyah mendapat bagian seorang pemudi yang cantik, kemudian Rasulullah SAW membelinya dengan tujuh tawanan lain. Setelah itu Rasulullah SAW menyerahkan Shafiyah kepada Ummu Sulail untuk melayaninya dan mempersiapkannya.

Perawi berkata, "Aku kira dia beriddah di rumahnya (Shafiyah binti Huyyi)." (Shahih)

Tetapi, dalam kata "aku kira" terdapat sanggahan, karena Rasulullah SAW telah menggaulinya di Sadd Shahba", seperti hadits yang lalu.

عَنْ أَنَسٍ قَالَ جُمِعَ السَّبْيُ يَعْنِي بِخَيْبَرَ فَجَاءَ دِحْيَةُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَعْطِنِي جَارِيَةً مِنْ السَّبْيِ قَالَ اذْهَبْ فَخُذْ جَارِيَةً فَأَخَذَ صَفِيَّةَ بِنْتَ حُيَيٍّ فَجَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ أَعْطَيْتَ دِحْيَةَ قَالَ يَعْقُوبُ صَفِيَّةَ بِنْتَ حُيَيٍّ سَيِّدَةَ قُرَيْظَةَ وَالنَّضِيرِ ثُمَّ اتَّفَقَا مَا تَصْلُحُ إِلَّا لَكَ قَالَ ادْعُوهُ بِهَا فَلَمَّا نَظَرَ إِلَيْهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُ خُذْ جَارِيَةً مِنْ السَّبْيِ غَيْرَهَا وَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْتَقَهَا وَتَزَوَّجَهَا

2998. Dari Anas, ia berkata: Para tawanan di kumpulkan —di Khaibar— kemudian Dihyah datang dan berkata, "Wahai Rasulullah, berikanlah kepadaku seorang pemudi dari tawanan." Rasulullah SAW berkata, "Pergilah lalu ambillah seorang pemudi!" Dihyah kemudian mengambil Shaflyah binti Huyai. Kemudian datang seorang lelaki kepada Rasulullah SAW dan berkata, "Wahai Nabi Allah, engkau telah memberi (bagian kepada) Dihyah." —Ya'qub berkata: Shafiyah binti Huyai adalah perempuan terhormat dari Quraizhah dan Nadhir— maka lelaki tersebut berpendapat bahwa Shafiyah hanya berhak dimiliki oleh Rasulullah SAW. Beliau lalu berkata, "Panggillah Dihyah dan Shafiah!" Setelah Rasulullah SAW melihat Shafiah, beliau berkata kepada Dihyah, "Ambillah tawanan yang lain." Nabi Muhammad SAW lalu memerdekakan Shafiyah dan menikahinya. (Shahih: Muttafaq 'Alaih)

يَزِيدَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كُنَّا بِالْمِرْبَدِ فَجَاءَ رَجُلٌ أَشْعَثُ الرَّأْسِ بِيَدِهِ قِطْعَةُ أَدِيمٍ أَحْمَرَ فَقُلْنَا كَأَنَّكَ مِنْ أَهْلِ الْبَادِيَةِ فَقَالَ أَجَلْ قُلْنَا نَاوِلْنَا هَذِهِ الْقِطْعَةَ الْأَدِيمَ الَّتِي فِي يَدِكَ فَنَاوَلَنَاهَا فَقَرَأْنَاهَا فَإِذَا فِيهَا مِنْ مُحَمَّدٍ رَسُولِ اللَّهِ إِلَى بَنِي زُهَيْرِ بْنِ أُقَيْشٍ إِنَّكُمْ إِنْ شَهِدْتُمْ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَأَقَمْتُمْ الصَّلَاةَ وَآتَيْتُمْ الزَّكَاةَ وَأَدَّيْتُمْ الْخُمُسَ مِنْ الْمَغْنَمِ وَسَهْمَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّفِيَّ أَنْتُمْ آمِنُونَ بِأَمَانِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَقُلْنَا مَنْ كَتَبَ لَكَ هَذَا الْكِتَابَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

2999. Dari Yazid bin Abdullah, ia berkata: Pada saat kami berada di tempat penambatan kuda, datang seorang lelaki yang rambutnya tidak teratur dan di dalam tangannya terdapat potongan kulit merah (kulit yang sudah disamak). Kami berkata, "Sepertinya kamu berasal dari penduduk Badui." Lelaki tersebut berkata, "Ya." Kami lalu berkata, "Berikan kepadaku kulit itu." Lelaki itu memberikan kepada kami, kemudian kami mencoba membacanya, setelah kami melihat, ternyata di situ ada tulisan berikut ini:

Dari Muhammmad, utusan Allah, kepada Bani Zuhair bin Uqaisy:

Sesungguhnya jika kamu bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, kamu mendirikan shalat, membayar zakat, memberikan seperlima dari harta rampasan perang, dan memberikan bagian shafi untuk Rasulullah, maka kamu mendapat keamanan dari Allah dan Rasul-Nya.

Kami kemudian bertanya, "Siapakah yang menulisnya?" Lelaki itu menjawab, "Rasulullah SAW." (Shahih) sanadnya

More about Shahih Sunan Abu Daud Kitab PAJAK, KEPEMIMPINAN DAN FAI 21. Bagian Shafi (Harta Benda yang Diambil Pemimpin dari Harta Rampasan Perang sebelum Dibagikan kepada yang Berhak)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PAJAK, KEPEMIMPINAN DAN FAI 16. Batas Umur Wajib Mengikuti Perang

Posted by Unknown



عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عُرِضَهُ يَوْمَ أُحُدٍ وَهُوَ ابْنُ أَرْبَعَ عَشْرَةَ فَلَمْ يُجِزْهُ وَعُرِضَهُ يَوْمَ الْخَنْدَقِ وَهُوَ ابْنُ خَمْسَ عَشْرَةَ سَنَةً فَأَجَازَهُ

2957. Dari Ibnu Umar: Pada waktu Perang Uhud, saat berumur empat belas tahun, dia diusulkan kepada Rasulullah SAW untuk mengikuti perang, tetapi Rasulullah SAW tidak mengizinkannya. Pada waktu Perang Khandaq, saat berumur lima belas tahun, dia diusulkan kepada Rasulullah SAW untuk mengikuti perang, dan Rasulullah SAW mengizinkannya. (Shahih: Muttafaq 'Alaih)

More about Shahih Sunan Abu Daud Kitab PAJAK, KEPEMIMPINAN DAN FAI 16. Batas Umur Wajib Mengikuti Perang

Shahih Sunan Abu Daud Kitab JIHAD 177. Anjuran Menghabiskan Perbekalan Perang jika Sudah Kembali

Posted by Unknown



عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ فَتًى مِنْ أَسْلَمَ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أُرِيدُ الْجِهَادَ وَلَيْسَ لِي مَالٌ أَتَجَهَّزُ بِهِ قَالَ اذْهَبْ إِلَى فُلَانٍ الْأَنْصَارِيِّ فَإِنَّهُ كَانَ قَدْ تَجَهَّزَ فَمَرِضَ فَقُلْ لَهُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقْرِئُكَ السَّلَامَ وَقُلْ لَهُ ادْفَعْ إِلَيَّ مَا تَجَهَّزْتَ بِهِ فَأَتَاهُ فَقَالَ لَهُ ذَلِكَ فَقَالَ لِامْرَأَتِهِ يَا فُلَانَةُ ادْفَعِي لَهُ مَا جَهَّزْتِنِي بِهِ وَلَا تَحْبِسِي مِنْهُ شَيْئًا فَوَاللَّهِ لَا تَحْبِسِينَ مِنْهُ شَيْئًا فَيُبَارِكَ اللَّهُ فِيهِ

2780. Dari Anas bin Malik: Seorang pemuda dari Qabilah Aslam berkata, "Ya Rasulullah, aku ingin berjihad, tapi aku tidak punya harta untuk persiapan jihad?" Beliau menjawab, "Pergilah kepada Fulan dari Qabilah Anshar, sesungguhnya dia telah bersiap-siap namun kemudian dia sakit. Katakan kepadanya bahwa Rasulullah menyampaikan salam kepadanya, dan katakan juga untuk memberikan perbekalan yang telah disiapkannya kepadamu." Pemuda itu lalu datang kepada orang tersebut dan mengatakan apa yang diperintahkan Nabi, maka orang tersebut berkata kepada istrinya, "Wahai Fulanah, berikan perbekalan yang telah kupersiapkan untuk perang kepada dirinya. Jangan dicegah sedikit pun." Demi Allah, dia tidak mencegahnya sedikit pun, dan Allah pun memberkahinya. (Shahih: Muslim)

More about Shahih Sunan Abu Daud Kitab JIHAD 177. Anjuran Menghabiskan Perbekalan Perang jika Sudah Kembali

Shahih Sunan Abu Daud Kitab SUNNAH 32. Memerangi Pencuri

Posted by Unknown on Kamis, 09 Mei 2013



عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍوعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أُرِيدَ مَالُهُ بِغَيْرِ حَقٍّ فَقَاتَلَ فَقُتِلَ فَهُوَ شَهِيدٌ

4771. Dari Abdullah bin Umar, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Barangsiapa yang hartanya hendak diambil tanpa hak, kemudian ia mempertahankannya hingga terbunuh, maka ia adalah syahid." Shahih: At-Tirmidzi (1452) (1453) Muttafaq 'Alaih

عَنْ سَعِيدِ بْنِ زَيْدٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ أَهْلِهِ أَوْ دُونَ دَمِهِ أَوْ دُونَ دِينِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ

4772. Dari Sa'id bin Zaid, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Barangsiapa yang terbunuh karena mempertahankan hartanya, maka ia meninggal dunia sebagai syahid. Barangsiapa yang terbunuh karena mempertahankan keluarganya, nyawanya atau agamanya, maka ia meninggal dunia sebagai syahid." Shahih: At-Tirmidzi (1455).

More about Shahih Sunan Abu Daud Kitab SUNNAH 32. Memerangi Pencuri

Shahih Sunan Abu Daud Kitab SUNNAH 31. Memerangi Kaum Khawarij

Posted by Unknown



عَنْ عَبِيدَةَ أَنَّ عَلِيًّا ذَكَرَ أَهْلَ النَّهْرَوَانِ فَقَالَ فِيهِمْ رَجُلٌ مُودَنُ الْيَدِ أَوْ مُخْدَجُ الْيَدِ أَوْ مَثْدُونُ الْيَدِ لَوْلَا أَنْ تَبْطَرُوا لَنَبَّأْتُكُمْ مَا وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ يَقْتُلُونَهُمْ عَلَى لِسَانِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قُلْتُ أَنْتَ سَمِعْتَ هَذَا مِنْهُ قَالَ قَالَ إِي وَرَبِّ الْكَعْبَةِ

4763. Dari Abidah; Sesunggunya Ali RA menyebutkan tentang penduduk Nahrawan. Ia berkata, "Di dalamnya ada laki-laki yang cacat. Jika aku tidak khawatir kalian akan terlalu bergembira, maka akan aku kabarkan kepada kalian tentang apa yang telah dijanjikan Allah SWT -melalui Nabi Muhammad SAW- bagi orang-orang yang membunuh mereka. Aku (Abidah) bertanya kepadanya, "Apakah benar anda pernah mendengarnya dari Rasulullah SAW." Ali RA menjawab, "Ya, demi Dzat yang memiliki Ka'bah." Shahih: (Ibnu Majah [167]) Muslim.

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ بَعَثَ عَلِيٌّ عَلَيْهِ السَّلَام إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذُهَيْبَةٍ فِي تُرْبَتِهَا فَقَسَّمَهَا بَيْنَ أَرْبَعَةٍ بَيْنَ الْأَقْرَعِ بْنِ حَابِسٍ الْحَنْظَلِيِّ ثُمَّ الْمُجَاشِعِيِّ وَبَيْنَ عُيَيْنَةَ بْنِ بَدْرٍ الْفَزَارِيِّ وَبَيْنَ زَيْدِ الْخَيْلِ الطَّائِيِّ ثُمَّ أَحَدِ بَنِي نَبْهَانَ وَبَيْنَ عَلْقَمَةَ بْنِ عُلَاثَةَ الْعَامِرِيِّ ثُمَّ أَحَدِ بَنِي كِلَابٍ قَالَ فَغَضِبَتْ قُرَيْشٌ وَالْأَنْصَارُ وَقَالَتْ يُعْطِي صَنَادِيدَ أَهْلِ نَجْدٍ وَيَدَعُنَا فَقَالَ إِنَّمَا أَتَأَلَّفُهُمْ قَالَ فَأَقْبَلَ رَجُلٌ غَائِرُ الْعَيْنَيْنِ مُشْرِفُ الْوَجْنَتَيْنِ نَاتِئُ الْجَبِينِ كَثُّ اللِّحْيَةِ مَحْلُوقٌ قَالَ اتَّقِ اللَّهَ يَا مُحَمَّدُ فَقَالَ مَنْ يُطِيعُ اللَّهَ إِذَا عَصَيْتُهُ أَيَأْمَنُنِي اللَّهُ عَلَى أَهْلِ الْأَرْضِ وَلَا تَأْمَنُونِي قَالَ فَسَأَلَ رَجُلٌ قَتْلَهُ أَحْسِبُهُ خَالِدَ بْنَ الْوَلِيدِ قَالَ فَمَنَعَهُ قَالَ فَلَمَّا وَلَّى قَالَ إِنَّ مِنْ ضِئْضِئِ هَذَا أَوْ فِي عَقِبِ هَذَا قَوْمًا يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنْ الْإِسْلَامِ مُرُوقَ السَّهْمِ مِنْ الرَّمِيَّةِ يَقْتُلُونَ أَهْلَ الْإِسْلَامِ وَيَدَعُونَ أَهْلَ الْأَوْثَانِ لَئِنْ أَنَا أَدْرَكْتُهُمْ قَتَلْتُهُمْ قَتْلَ عَادٍ

4764. Dari Abu Sa'id Al Khudri, iaberkata, "Ali pernah mengirimkan kepada Nabi SAW beberapa potong emas. Kemudian Rasulullah SAW membagi-bagikannya kepada Aqra bin Al Hanzhali, Al Mujasyi, Uyainah bin Badr Al Fazari, Zad Al Khaili At-Tha'i, kemudian ke salah seorang dari Bani Nabhan, Alqamah bin Ulatsah Al Amiri dan kepada salah seorang Bani Kilab." Abu Sa'id kembali menceritakan, "Kondisi yang demikian membuat beberapa kalangan kaum Quraisy dan Anshar marah. Mereka berkata, 'Beliau memberikan kepada penduduk Najd dan melupakan kami?' Rasulullah SAW menjawab, 'Apa yang aku lakukan untuk menjinakkan hati mereka.' Kemudian datanglah seorang lelaki yang bermata cekung, dahi lebar dan lebat janggutnya, namun di cukur. Ia berkata kepada Nabi SAW, "Bertakwalah kepada Allah wahai Muhammad!' Nabi SAW menjawab, 'Siapakah yang bertakwa jika aku mendurhakai-Nya?'!" Allah SWT percaya kepadaku untuk menyampaikan amanah kepada penduduk bumi, namun kalian tidak mempercayaiku?!' Kemudian seseorang meminta izin kepada Nabi SAW untuk membunuh orang tersebut, namun Rasulullah SAW melarangnya. Lalu beliau bersabda, "Setelah ini, akan ada segolongan manusia yang membaca Al Qur'an, namun bacaan tersebut tidak melewati kerongkongannya. Islam keluar dari diri mereka seperti lepasnya anak panah dari busur. Mereka membunuh kaum muslimin, dan bersikap ramah kepada para penyembah berhala. Kalau saja aku berjumpa dengan mereka, maka akan aku perangi mereka sebagaimana memerangi kaum 'Ad. " Shahih: An-Nasa'i (2578).

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ وَأَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَيَكُونُ فِي أُمَّتِي اخْتِلَافٌ وَفُرْقَةٌ قَوْمٌ يُحْسِنُونَ الْقِيلَ وَيُسِيئُونَ الْفِعْلَ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنْ الدِّينِ مُرُوقَ السَّهْمِ مِنْ الرَّمِيَّةِ لَا يَرْجِعُونَ حَتَّى يَرْتَدَّ عَلَى فُوقِهِ هُمْ شَرُّ الْخَلْقِ وَالْخَلِيقَةِ طُوبَى لِمَنْ قَتَلَهُمْ وَقَتَلُوهُ يَدْعُونَ إِلَى كِتَابِ اللَّهِ وَلَيْسُوا مِنْهُ فِي شَيْءٍ مَنْ قَاتَلَهُمْ كَانَ أَوْلَى بِاللَّهِ مِنْهُمْ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا سِيمَاهُمْ قَالَ التَّحْلِيقُ

4765. Dari Abu Sa'id Al Khudri dan Anas bin Malik RA; dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, "Akan terjadi perbedaan pendapat dan perpecahan di kalangan umatku. Sebagian golongan sangat pandai berbicara, namun perilakunya sangat buruk. Mereka membaca Al Qur'an, namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka. Mereka keluar dari agama sebagaimana lepasnya anak panah dari busur, mereka tidak akan kembali hingga anak panah kembali ke busurnya. Mereka adalah seburuk-buruknya manusia. Beruntunglah orang yang membunuh mereka dan mereka membunuhnya. Mereka mengajak kepada Al Qur'an, namun mereka sendiri tidak memgamalkannya. Barangsiapa yanng memerangi mereka, maka yang demikian lebih baik di sisi Allah." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulallah, bagaimanakah ciri-ciri mreka?" Rasulullah SAW menjawab, "Rambutnya dicukur botak." Shahih: Azh-Zhilal (940).

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ قَالَ سِيمَاهُمْ التَّحْلِيقُ وَالتَّسْبِيدُ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمْ فَأَنِيمُوهُمْ قَالَ أَبُو دَاوُد التَّسْبِيدُ اسْتِئْصَالُ الشَّعْرِ

4766. Dari Anas RA, bahwa Rasulullah SAW menyebutkan hadits yang sama dengan sebelumnya, beliau bersabda, "Ciri mereka adalah rambutnya dicukur habis dan menyambungnya. Jika kalian bertemu dengan mereka, maka bunuhlah mereka." Shahih: Ibnu Majah (175).

عَنْ سُوَيْدِ بْنِ غَفَلَةَ قَالَ قَالَ عَلِيٌّ عَلَيْهِ السَّلَام إِذَا حَدَّثْتُكُمْ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدِيثًا فَلَأَنْ أَخِرَّ مِنْ السَّمَاءِ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَكْذِبَ عَلَيْهِ وَإِذَا حَدَّثْتُكُمْ فِيمَا بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ فَإِنَّمَا الْحَرْبُ خَدْعَةٌ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يَأْتِي فِي آخِرِ الزَّمَانِ قَوْمٌ حُدَثَاءُ الْأَسْنَانِ سُفَهَاءُ الْأَحْلَامِ يَقُولُونَ مِنْ قَوْلِ خَيْرِ الْبَرِيَّةِ يَمْرُقُونَ مِنْ الْإِسْلَامِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنْ الرَّمِيَّةِ لَا يُجَاوِزُ إِيمَانُهُمْ حَنَاجِرَهُمْ فَأَيْنَمَا لَقِيتُمُوهُمْ فَاقْتُلُوهُمْ فَإِنَّ قَتْلَهُمْ أَجْرٌ لِمَنْ قَتَلَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

4767. Dari Suwaid bin Ghaflah, ia berkata, "Ali AS berkata, 'Jika aku berkata tentang sesuatu yang kau dapatkan dari Rasulullah SAW, maka jatuh dari langit lebih aku sukai daripada aku berbohong atas nama beliau. Jika aku berbicara tentang permasalahan antara diriku dan kalian, maka sesungguhnya peperangan adalah sebuah tipu daya. Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Akan muncul di akhir zaman segolongan manusia yang usianya masih muda, memiliki keinginan yang buruk. Mereka berbicara dengan mendasari pembicaraannya dengan hadits Nabi SA W. Mereka keluar dari Islam seperti lepasnya anak punah dari busur. Keimanan mereka tidak melewati kerongkongan mereka. Di manapun kalian menemui mereka, maka bunuhlah mereka. Sesungguhnya membunuh mereka adalah berpahala yang akan diberikan kepada orang yang membunuhnya pada hari Kiamat kelak." Shahih: Azh-Zhilal (914) Muttafaq 'Alaih.

عَنْ سَلَمَةَ بْنِ كُهَيْلٍ قَالَ أَخْبَرَنِي زَيْدُ بْنُ وَهْبٍ الْجُهَنِيُّ أَنَّهُ كَانَ فِي الْجَيْشِ الَّذِينَ كَانُوا مَعَ عَلِيٍّ عَلَيْهِ السَّلَام الَّذِينَ سَارُوا إِلَى الْخَوَارِجِ فَقَالَ عَلِيٌّ عَلَيْهِ السَّلَام أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يَخْرُجُ قَوْمٌ مِنْ أُمَّتِي يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَيْسَتْ قِرَاءَتُكُمْ إِلَى قِرَاءَتِهِمْ شَيْئًا وَلَا صَلَاتُكُمْ إِلَى صَلَاتِهِمْ شَيْئًا وَلَا صِيَامُكُمْ إِلَى صِيَامِهِمْ شَيْئًا يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ يَحْسِبُونَ أَنَّهُ لَهُمْ وَهُوَ عَلَيْهِمْ لَا تُجَاوِزُ صَلَاتُهُمْ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنْ الْإِسْلَامِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنْ الرَّمِيَّةِ لَوْ يَعْلَمُ الْجَيْشُ الَّذِينَ يُصِيبُونَهُمْ مَا قُضِيَ لَهُمْ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّهِمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَنَكَلُوا عَنْ الْعَمَلِ وَآيَةُ ذَلِكَ أَنَّ فِيهِمْ رَجُلًا لَهُ عَضُدٌ وَلَيْسَتْ لَهُ ذِرَاعٌ عَلَى عَضُدِهِ مِثْلُ حَلَمَةِ الثَّدْيِ عَلَيْهِ شَعَرَاتٌ بِيضٌ

4768. Dari Salamah bin Kuhail, ia berkata, "Zaid bin Wahb Al Juhani mengabarkan kepadaku bahwa ia pernah berada di dalam barasian tentara yang dipimpin oleh Ali RA. Saat itu, tujuan mereka adalah kaum Khawarij. Kala itu, Imam Ali RA berseru, 'Wahai kaum, sesungguhnya aku pernah mendengar Rasululah SAW bersabda, "Akan muncul di kalangan umatku sekelompok orang yang membaca Al Qur'an. Bacaan kalian tidak berarti di hadapan banyaknya mereka membaca Al Qur'an, shalat mereka juga lebih banyak dibandingkan dengan shalat yang kalian laksanakan. Kemudian puasa mereka juga lebih banyak dibandingkan dengan puasa kalian. Mereka membaca Al Qur'an dan menyangka bahwa bacaan mereka baik untuk diri mereka, padahal bacaan tersebut memberikan madhahrat kepada mereka. Mereka lepas dari Islam seperti lepasnya anak panah dari busur. Jika saja orang-orang yang memerangi mereka tahu keutamaan memerangi mereka sebagaimana yang dijelaskan oleh Nabi SAW, maka mereka akan bermalas-malasan dalam beramal setelah melakukan peperangan. Ciri-cirinya adalah diantara mereka ada seorang laki-laki yang tangannya sangat gemuk dan terdapat bulu berwarna putih di pangkal lengannya. " Shahih isnad.

More about Shahih Sunan Abu Daud Kitab SUNNAH 31. Memerangi Kaum Khawarij

HADIST QUDSI NO 37. Pertempuran Hudaibiyah

Posted by Unknown on Jumat, 26 April 2013


TERDAPAT DALAM Kitab Nomor 4147

SANAD: Zaid bin Khalid - Ubaidullah bin 'Abdullah bin 'Utbah bin Mas'ud - Shalih bin Kaisan - Sulaiman bin Bilal - Khalid bin Makhlad

حَدَّثَنَاخَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ، حَدَّثَنَاسُلَيْمَانُ بْنُ بِلاَلٍ، قَالَ: حَدَّثَنِي صَالِحُ بْنُ كَيْسَانَ،عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِاللَّهِ، عَنْ زَيْدِ بْنِخَالِدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ،قَالَ: خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِصَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَعَامَ الحُدَيْبِيَةِ، فَأَصَابَنَا مَطَرٌ ذَاتَ لَيْلَةٍ،فَصَلَّى لَنَا رَسُولُ اللَّهِصَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَالصُّبْحَ، ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْنَافَقَالَ: «أَتَدْرُونَ مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ؟». قُلْنَا: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ،فَقَالَ: ” قَالَ اللَّهُ: أَصْبَحَمِنْ عِبَادِي مُؤْمِنٌ بِي وَكَافِرٌ بِي،فَأَمَّا مَنْ قَالَ: مُطِرْنَابِرَحْمَةِ اللَّهِ وَبِرِزْقِ اللَّهِوَبِفَضْلِ اللَّهِ، فَهُوَ مُؤْمِنٌ بِي،كَافِرٌ بِالكَوْكَبِ، وَأَمَّا مَنْ قَالَ: مُطِرْنَابِنَجْمِ كَذَا، فَهُوَ مُؤْمِنٌبِالكَوْكَبِ كَافِرٌ بِي

Telah menceritakan kepada kami Khalid bin Makhlad telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Bilal berkata; telah menceritakan kepadaku Shalih bin Kaisan dari ‘Ubaidullah bin Abdullah dari Zaid bin Khalid radliallahu ‘anhu ia berkata; “Kami keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat perang Hudaibiyyah, suatu malam hujan turun. Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memimpin kami shalat Shubuh, beliau menghadapkan wajahnya kepada orang-orang seraya bersabda: “Tahukah kalian apa yang sudah difirmankan oleh Rabb kalian?”. Para sahabat menjawab; “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Beliau bersabda: “Allah berfirman: “Di pagi ini ada hamba-hambaKu yang mukmin kepadaKu dan ada pula yang kafir kepadaKu. Orang yang berkata; “Hujan turun karena karunia Allah dan rahmatNya, berarti dia telah beriman kepada-Ku dan kafir kepada bintang-bintang, sedangkan orang yang berkata; “Hujan turun disebabkan bintang ini atau itu, maka dia telah beriman kepada bintang-bintang dan kafir kepadaKu.”
More aboutHADIST QUDSI NO 37. Pertempuran Hudaibiyah