Tampilkan postingan dengan label Pemimpin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemimpin. Tampilkan semua postingan

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PAJAK, KEPEMIMPINAN DAN FAI 39. Kawasan yang Dijaga oleh Pemimpin atau Seorang Lelaki

Posted by Unknown on Senin, 13 Mei 2013



عَنْ الصَّعْبِ بْنِ جَثَّامَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا حِمَى إِلَّا لِلَّهِ وَلِرَسُولِهِ

قَالَ ابْنُ شِهَابٍ وَبَلَغَنِي أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَمَى النَّقِيعَ

3083. Dari Sha'b bin Jatstsamah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada yang berhak menjaga (tanah) kecuali Allah dan Rasul-Nya." (Shahih: Bukhari) At-Ta'liq 'ala Ar-Raudhah An-Nadiyah (2/14)

Ibnu Syihab berkata, "Aku telah mendengar riwayat bahwa Rasulullah SAW menjaga tanah Naqi'.

عَنْ الصَّعْبِ بْنِ جَثَّامَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَمَى النَّقِيعَ وَقَالَ لَا حِمَى إِلَّا لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

3084. Dari Sha'b bin Jatstsamah bahwasanya Rasulullah SAW menjaga Naqi' dan bersabda, "Tidak ada yang menjaga kecuali Allah yang Maha Mulia dan Maha Agung. " (Hasan)

More about Shahih Sunan Abu Daud Kitab PAJAK, KEPEMIMPINAN DAN FAI 39. Kawasan yang Dijaga oleh Pemimpin atau Seorang Lelaki

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PAJAK, KEPEMIMPINAN DAN FAI 40. Rikaz (Harta yang Terpendam di Tanah)

Posted by Unknown



أَبَا هُرَيْرَةَ يُحَدِّثُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي الرِّكَازِ الْخُمُسُ

3085. Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Di dalam rikaz (harta terpendam) ada kewajiban zakat seperlima." {Shahih: Muttafaq (Alaih) Hadits di atas merupakan penggalan akhir dari hadits yang akan datang dalam pembahasan diyat (nomor 4593).

عَنْ الْحَسَنِ قَالَ الرِّكَازُ الْكَنْزُ الْعَادِيُّ

3086. Dari Hasan, ia berkata: Rikaz adalah simpanan yang biasa. (Shahih) Maqthu'.

More about Shahih Sunan Abu Daud Kitab PAJAK, KEPEMIMPINAN DAN FAI 40. Rikaz (Harta yang Terpendam di Tanah)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PAJAK, KEPEMIMPINAN DAN FAI 37. Menghidupkan Tanah yang Mati

Posted by Unknown



عَنْ سَعِيدِ بْنِ زَيْدٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحْيَا أَرْضًا مَيْتَةً فَهِيَ لَهُ وَلَيْسَ لِعِرْقٍ ظَالِمٍ حَقٌّ

3073. Dari Sa'id bin Zaid bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang menghidupkan tanah mati (tak bertuan) maka tanah itu adalah miliknya, dan tidak ada hak bagi orang lain untuk menanaminya tanpa seizinnya. " (Shahih: At-Tirmidzi 1407)

عُرْوَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحْيَا أَرْضًا مَيْتَةً فَهِيَ لَهُ وَذَكَرَ مِثْلَهُ قَالَ فَلَقَدْ خَبَّرَنِي الَّذِي حَدَّثَنِي هَذَا الْحَدِيثَ أَنَّ رَجُلَيْنِ اخْتَصَمَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَرَسَ أَحَدُهُمَا نَخْلًا فِي أَرْضِ الْآخَرِ فَقَضَى لِصَاحِبِ الْأَرْضِ بِأَرْضِهِ وَأَمَرَ صَاحِبَ النَّخْلِ أَنْ يُخْرِجَ نَخْلَهُ مِنْهَا قَالَ فَلَقَدْ رَأَيْتُهَا وَإِنَّهَا لَتُضْرَبُ أُصُولُهَا بِالْفُؤُوسِ وَإِنَّهَا لَنَخْلٌ عُمٌّ حَتَّى أُخْرِجَتْ مِنْهَا

3074. Dari Urwah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang menghidupkan tanah yang mati maka tanah itu adalah miliknya... " Perawi menuturkan seperti hadits di atas.

Perawi berkata: Orang yang telah meriwayatkan hadits ini kepadaku telah memberi tahu kepadaku bahwa ada dua lelaki yang bersengketa datang kepada Rasulullah SAW, salah satu dari dua lelaki itu menanam kurma di tanah yang lain. Kemudian Rasulullah SAW memutuskan kepada pemilik tanah bahwa tanah itu miliknya dan memerintah kepada penanam untuk mengeluarkan tanamannya itu dari tanah pemiliknya. Perawi itu berkata lagi: Aku telah melihat pohon kurma itu dipukuli batang pohonnya dengan kampak, yang mana pohon kurma itu sangat tinggi, sampai akhirnya dikeluarkan dari tanah tersebut. (Hasan) Al Irwa' (5/355).

بِإِسْنَادِهِ وَمَعْنَاهُ إِلَّا أَنَّهُ قَالَ عِنْدَ قَوْلِهِ مَكَانَ الَّذِي حَدَّثَنِي هَذَا فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَكْثَرُ ظَنِّي أَنَّهُ أَبُو سَعِيدٍ الْخُدْرِيُّ فَأَنَا رَأَيْتُ الرَّجُلَ يَضْرِبُ فِي أُصُولِ النَّخْلِ

3075. Dari Urwah... dengan sanad dan makna di atas. Ia berkata: Lalu seorang lelaki dari sahabat Rasulullah SAW, —dugaan besar saya lelaki tersebut adalah Abu Said Al Khudri— berkata, "Aku melihat lelaki menebangi batang pohon kurma." (Hasan)lihat hadits sebelumnya.

عَنْ عُرْوَةَ قَالَ أَشْهَدُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَضَى أَنَّ الْأَرْضَ أَرْضُ اللَّهِ وَالْعِبَادَ عِبَادُ اللَّهِ وَمَنْ أَحْيَا مَوَاتًا فَهُوَ أَحَقُّ بِهِ جَاءَنَا بِهَذَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الَّذِينَ جَاءُوا بِالصَّلَوَاتِ عَنْهُ

3076. Dari Urwah, ia berkata: Aku bersaksi bahwasanya Rasulullah SAW memutuskan bahwa tanah adalah tanah milik Allah, para hamba adalah para hamba milik Allah. Dan siapa yang menghidupkan tanah yang mati maka dia lebih berhak atas tanah itu. Keputusan ini telah datang kepadaku dari orang-orang yang datang mengucapkan shalawat kepadanya. {Shahih)

قَالَ هِشَامٌ الْعِرْقُ الظَّالِمُ أَنْ يَغْرِسَ الرَّجُلُ فِي أَرْضِ غَيْرِهِ فَيَسْتَحِقَّهَا بِذَلِكَ

قَالَ مَالِكٌ وَالْعِرْقُ الظَّالِمُ كُلُّ مَا أُخِذَ وَاحْتُفِرَ وَغُرِسَ بِغَيْرِ حَقٍّ

3078. Dari Hisyam, ia berkata: Al 'Irqu azh-Zhalim, yaitu seseorang menanam di tanah orang lain yang dengan itu ia ingin memiliki tanah tersebut.

Malik (salah satu perawi hadits) berkata: Al 'Irqu azh-Zhalim, yaitu setiap sesuatu yang diambil, digali, dan ditanam dengan tanpa hak. {Shahih Maqthu')

عَنْ أَبِي حُمَيْدٍ السَّاعِدِيِّ قَالَ غَزَوْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَبُوكَ فَلَمَّا أَتَى وَادِي الْقُرَى إِذَا امْرَأَةٌ فِي حَدِيقَةٍ لَهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَصْحَابِهِ اخْرُصُوا فَخَرَصَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَةَ أَوْسُقٍ فَقَالَ لِلْمَرْأَةِ أَحْصِي مَا يَخْرُجُ مِنْهَا فَأَتَيْنَا تَبُوكَ فَأَهْدَى مَلِكُ أَيْلَةَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَغْلَةً بَيْضَاءَ وَكَسَاهُ بُرْدَةً وَكَتَبَ لَهُ يَعْنِي بِبَحْرِهِ قَالَ فَلَمَّا أَتَيْنَا وَادِي الْقُرَى قَالَ لِلْمَرْأَةِ كَمْ كَانَ فِي حَدِيقَتِكِ قَالَتْ عَشْرَةَ أَوْسُقٍ خَرْصَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي مُتَعَجِّلٌ إِلَى الْمَدِينَةِ فَمَنْ أَرَادَ مِنْكُمْ أَنْ يَتَعَجَّلَ مَعِي فَلْيَتَعَجَّلْ

3079. Dari Abu Humaid As-Sa'idi, ia berkata: Aku bersama Rasulullah SAW pernah menyerang Tabuk. Setelah sampai di Wadil Qura, (kami melihat) seorang perempuan berada di kebon miliknya.

Kemudian Rasulullah SAW berkata kepada para sahabat, "Taksirlah (buah yang ada). " Rasulullah SAW menaksir (menghitung dengan kira-kira) sebanyak sepuluh wasaq. Beliau berkata kepada perempuan tersebut, "Hitunglah buah-buah yang akan keluar. " Kemudian kami mendatangi Tabuk.

Raja Ailah memberi hadiah kepada Rasulullah SAW berupa bagal betina yang putih dan pakaian bergaris (burdah). Rasulullah SAW mengakui raja Ailah atas kekuasannya pada penduduk di sekitar laut itu. Abu Humaid berkata: Setelah kami mendatangi Wadil Qura, Rasulullah SAW berkata kepada perempuan, "Berapakah buah yang kamu hitung?" Perempuan itu menjawab, "Sepuluh wasaq, seperti yang telah dihitung Rasulullah SAW." Rasulullah SAW berkata, "Sesungguhnya aku mengambil jalan cepat menuju Madinah. Siapa yang ingin mengambil jalan cepat maka bergabunglah bersamaku. " (Shahih: Muttafaq 'Alaih)

عَنْ زَيْنَبَ أَنَّهَا كَانَتْ تَفْلِي رَأْسَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعِنْدَهُ امْرَأَةُ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ وَنِسَاءٌ مِنْ الْمُهَاجِرَاتِ وَهُنَّ يَشْتَكِينَ مَنَازِلَهُنَّ أَنَّهَا تَضِيقُ عَلَيْهِنَّ وَيُخْرَجْنَ مِنْهَا فَأَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تُوَرَّثَ دُورَ الْمُهَاجِرِينَ النِّسَاءُ فَمَاتَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْعُودٍ فَوُرِّثَتْهُ امْرَأَتُهُ دَارًا بِالْمَدِينَةِ

3080. Dari Zainab bahwasanya dia mencari kutu di kepala Rasulullah SAW, sedangkan di samping Rasulullah SAW terdapat istrinya Utsman bin Affan dan sekelompok perempuan dari golongan Muhajirin. Mereka mengadu tentang rumah-rumah mereka yang sempit dan dikeluarkannya mereka dari rumah-rumah itu. Atas dasar itu, Rasulullah SAW memerintah agar perempuan-perempuan itu diberi warisan rumah-rumah kaum Muhajirin. Kemudian Abdullah bin Mas'ud meninggal dunia dan istrinya diberi warisan rumah di Madinah. (Shahih)

More about Shahih Sunan Abu Daud Kitab PAJAK, KEPEMIMPINAN DAN FAI 37. Menghidupkan Tanah yang Mati

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PAJAK, KEPEMIMPINAN DAN FAI 35. Imam (Pemimpin) Islam Menerima Hadiah dari Orang-orang Musyrik

Posted by Unknown



عَبْدُ اللَّهِ الْهَوْزَنِيُّ قَالَ لَقِيتُ بِلَالًا مُؤَذِّنَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِحَلَبَ فَقُلْتُ يَا بِلَالُ حَدِّثْنِي كَيْفَ كَانَتْ نَفَقَةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا كَانَ لَهُ شَيْءٌ كُنْتُ أَنَا الَّذِي أَلِي ذَلِكَ مِنْهُ مُنْذُ بَعَثَهُ اللَّهُ إِلَى أَنْ تُوُفِّيَ وَكَانَ إِذَا أَتَاهُ الْإِنْسَانُ مُسْلِمًا فَرَآهُ عَارِيًا يَأْمُرُنِي فَأَنْطَلِقُ فَأَسْتَقْرِضُ فَأَشْتَرِي لَهُ الْبُرْدَةَ فَأَكْسُوهُ وَأُطْعِمُهُ حَتَّى اعْتَرَضَنِي رَجُلٌ مِنْ الْمُشْرِكِينَ فَقَالَ يَا بِلَالُ إِنَّ عِنْدِي سَعَةً فَلَا تَسْتَقْرِضْ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا مِنِّي فَفَعَلْتُ فَلَمَّا أَنْ كَانَ ذَاتَ يَوْمٍ تَوَضَّأْتُ ثُمَّ قُمْتُ لِأُؤَذِّنَ بِالصَّلَاةِ فَإِذَا الْمُشْرِكُ قَدْ أَقْبَلَ فِي عِصَابَةٍ مِنْ التُّجَّارِ فَلَمَّا أَنْ رَآنِي قَالَ يَا حَبَشِيُّ قُلْتُ يَا لَبَّاهُ فَتَجَهَّمَنِي وَقَالَ لِي قَوْلًا غَلِيظًا وَقَالَ لِي أَتَدْرِي كَمْ بَيْنَكَ وَبَيْنَ الشَّهْرِ قَالَ قُلْتُ قَرِيبٌ قَالَ إِنَّمَا بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ أَرْبَعٌ فَآخُذُكَ بِالَّذِي عَلَيْكَ فَأَرُدُّكَ تَرْعَى الْغَنَمَ كَمَا كُنْتَ قَبْلَ ذَلِكَ فَأَخَذَ فِي نَفْسِي مَا يَأْخُذُ فِي أَنْفُسِ النَّاسِ حَتَّى إِذَا صَلَّيْتُ الْعَتَمَةَ رَجَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى أَهْلِهِ فَاسْتَأْذَنْتُ عَلَيْهِ فَأَذِنَ لِي فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي إِنَّ الْمُشْرِكَ الَّذِي كُنْتُ أَتَدَيَّنُ مِنْهُ قَالَ لِي كَذَا وَكَذَا وَلَيْسَ عِنْدَكَ مَا تَقْضِي عَنِّي وَلَا عِنْدِي وَهُوَ فَاضِحِي فَأْذَنْ لِي أَنْ آبَقَ إِلَى بَعْضِ هَؤُلَاءِ الْأَحْيَاءِ الَّذِينَ قَدْ أَسْلَمُوا حَتَّى يَرْزُقَ اللَّهُ رَسُولَهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا يَقْضِي عَنِّي فَخَرَجْتُ حَتَّى إِذَا أَتَيْتُ مَنْزِلِي فَجَعَلْتُ سَيْفِي وَجِرَابِي وَنَعْلِي وَمِجَنِّي عِنْدَ رَأْسِي حَتَّى إِذَا انْشَقَّ عَمُودُ الصُّبْحِ الْأَوَّلِ أَرَدْتُ أَنْ أَنْطَلِقَ فَإِذَا إِنْسَانٌ يَسْعَى يَدْعُو يَا بِلَالُ أَجِبْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَانْطَلَقْتُ حَتَّى أَتَيْتُهُ فَإِذَا أَرْبَعُ رَكَائِبَ مُنَاخَاتٌ عَلَيْهِنَّ أَحْمَالُهُنَّ فَاسْتَأْذَنْتُ فَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبْشِرْ فَقَدْ جَاءَكَ اللَّهُ بِقَضَائِكَ ثُمَّ قَالَ أَلَمْ تَرَ الرَّكَائِبَ الْمُنَاخَاتِ الْأَرْبَعَ فَقُلْتُ بَلَى فَقَالَ إِنَّ لَكَ رِقَابَهُنَّ وَمَا عَلَيْهِنَّ فَإِنَّ عَلَيْهِنَّ كِسْوَةً وَطَعَامًا أَهْدَاهُنَّ إِلَيَّ عَظِيمُ فَدَكَ فَاقْبِضْهُنَّ وَاقْضِ دَيْنَكَ فَفَعَلْتُ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ ثُمَّ انْطَلَقْتُ إِلَى الْمَسْجِدِ فَإِذَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَاعِدٌ فِي الْمَسْجِدِ فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ فَقَالَ مَا فَعَلَ مَا قِبَلَكَ قُلْتُ قَدْ قَضَى اللَّهُ كُلَّ شَيْءٍ كَانَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يَبْقَ شَيْءٌ قَالَ أَفَضَلَ شَيْءٍ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ انْظُرْ أَنْ تُرِيحَنِي مِنْهُ فَإِنِّي لَسْتُ بِدَاخِلٍ عَلَى أَحَدٍ مِنْ أَهْلِي حَتَّى تُرِيحَنِي مِنْهُ فَلَمَّا صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعَتَمَةَ دَعَانِي فَقَالَ مَا فَعَلَ الَّذِي قِبَلَكَ قَالَ قُلْتُ هُوَ مَعِي لَمْ يَأْتِنَا أَحَدٌ فَبَاتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَسْجِدِ وَقَصَّ الْحَدِيثَ حَتَّى إِذَا صَلَّى الْعَتَمَةَ يَعْنِي مِنْ الْغَدِ دَعَانِي قَالَ مَا فَعَلَ الَّذِي قِبَلَكَ قَالَ قُلْتُ قَدْ أَرَاحَكَ اللَّهُ مِنْهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَكَبَّرَ وَحَمِدَ اللَّهَ شَفَقًا مِنْ أَنْ يُدْرِكَهُ الْمَوْتُ وَعِنْدَهُ ذَلِكَ ثُمَّ اتَّبَعْتُهُ حَتَّى إِذَا جَاءَ أَزْوَاجَهُ فَسَلَّمَ عَلَى امْرَأَةٍ امْرَأَةٍ حَتَّى أَتَى مَبِيتَهُ فَهَذَا الَّذِي سَأَلْتَنِي عَنْهُ

3055. Dari Abdullah Al Hauzani, ia berkata: Aku pernah bertemu Bilal —muadzin Rasulullah SAW— di Jalab. Aku berkata, "Wahai Bilal, ceritakan kepadaku tentang nafkah Rasulullah SAW?" Bilal berkata, "Beliau tidak mempunyai apa-apa. Akulah yang menangani masalah itu sejak beliau diutus oleh Allah, sampai beliau meninggal dunia. Jika ada seorang muslim datang lalu beliau melihatnya dalam keadaan telanjang, maka beliau memerintahkanku (untuk memberi pakaian). Aku pun pergi berutang untuk membelikan kain bergaris (burdah) untuk orang itu. Aku memberi pakaian dan makanan kepada orang itu. Suatu saat ada seorang lelaki musyrik yang tidak menyetujui (tindakanku) dan berkata, "Wahai Bilal, aku punya banyak harta, maka jangan berutang kepada seseorang kecuali berutang kepadaku.' Aku lalu berutang kepada lelaki musyrik tersebut. Pada suatu hari, ketika aku telah berwudhu dan berdiri untuk melakukan adzan shalat, tiba-tiba lelaki musyrik itu yang datang bersama rombongan para pedagang, —tatkala melihatku— berkata, "Wahai orang Habsyi (Abissynia)!" Aku berkata, 'Ya.' Orang musyrik itu menghadapku dengan wajah yang tidak menyenangkan dan berkata dengan kata-kata yang kasar. Orang musyrik berkata, 'Tahukah kamu, jarak antara dirimu dengan (awal) bulan (sesuai dengan perjanjian)?' Aku menjawab, 'Sudah dekat.' Orang musyrik berkata, 'Jarak antara dirimu dengan awal bulan hanyalah empat (hari). (Pada awal bulan) aku akan menarik hartaku yang menjadi bebanmu dan aku akan mengembalikanmu serta membuatmu menggembala kambing seperti dulu lagi (menjadi budak, sebagai ganti dari harta itu).'

Perkataan orang musyrik itu membuatku gelisah, sampai aku selesai shalat Isya, Rasulullah SAW pulang ke keluarganya. Aku berkata kepada beliau, 'Wahai Rasulullah, demi bapak dan ibuku untuk dirimu, orang musyrik yang mengutangiku berkata kepadaku demikian (seperti yang disebutkan tadi) sedangkan engkau dan aku tidak mempunyai harta untuk membayar utang tersebut. Orang musyrik itu telah mempermalukan diriku. Oleh karena itu, izinkanlah aku pergi ke kabilah-kabilah yang telah masuk Islam sampai Allah memberi rezeki kepada Rasul-Nya, sehingga dapat membayarkan utangku.' Rasulullah lalu mengizinkanku (untuk pergi ke kabilah-kabilah tersebut), maka akupun pamit pulang. Sampai di rumah, aku mempersiapkan pedang, kantong kulit, sandal, dan perisai di kepalaku.

Ketika mega fajar yang memanjang terlihat, aku pun berniat melakukan perjalanan. Tiba-tiba ada seseorang memanggil, "Wahai Bilal, datanglah kepada Rasulullah SAW." Aku pun berjalan menuju Rasulullah SAW Setelah aku sampai kepadanya, tiba-tiba ada empat unta yang ditambatkan. Di atas unta-unta itu terdapat barang-barang bawaan. Beliau berkata, "Bergembiralah, Allah datang membayarkan utangmu. Apakah kamu tidak melihat empat unta yang ditambatkanT Aku berkata, "Ya." Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya engkau berhak memiliki unta-unta itu dan semua barang yang ada di atasnya. Di atas unta-unta tersebut ada pakaian dan makanan yang dihadiahkan kepadaku oleh pembesar Fadak, maka terimalah dan bayarlah utangmur Aku pun melakukan perintah itu.

Aku kemudian berjalan menuju masjid dan di sana aku menemukan Rasulullah SAW sedang duduk. Aku mengucapkan salam kepadanya. Beliau bertanya, "Apa yang sudah terjadi pada dirimu? Aku menjawab, "Allah telah membayar segala utang Rasulullah SAW, sehingga tidak ada utang yang tersisa." Rasulullah SAW bertanya, "Apakah masih ada yang tersisa (harta hadiah)? Aku berkata, "Ya." Beliau berkata, "Tunggulah sampai kamu melegakanku dengan harta itu (dengan menginfakkannya), karena aku tidak akan menemui keluargaku kecuali kamu melegakan hatiku dengan harta itu."

Setelah selesai melakukan shalat Isya, beliau memanggilku dan berkata, "Apa yang sudah terjadi pada dirimu?" Aku berkata, "Harta itu masih bersamaku, belum ada seorang pun yang datang." Rasulullah SAW kemudian menginap di masjid.

Pada hari berikutnya, setelah selesai shalat Isya, beliau memanggilku dan bertanya, "Apa yang sudah terjadi pada dirimu? Aku berkata, "Allah telah melegakanmu dari harta itu, wahai Rasulullah." Rasulullah SAW lalu bertakbir dan bertahmid (sebagai ucapan rasa syukur) karena takut meninggal dunia saat harta itu belum diinfakkan. Kemudian aku mengikutinya mendatangi istri-istrinya. Beliau memberikan ucapan salam kepada setiap istrinya sampai beliau datang ke tempat tidurnya (sesuai giliran). Inilah yang kamu tanyakan kepadaku!" (Shahih) sanadnya.

بِمَعْنَى إِسْنَادِ أَبِي تَوْبَةَ وَحَدِيثِهِ قَالَ عِنْدَ قَوْلِهِ مَا يَقْضِي عَنِّي فَسَكَتَ عَنِّي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاغْتَمَزْتُهَا

3056. Dari Abdullah bin Al Hauzani (dengan sanadnya), ia berkata: Setelah ucapannya "ma yaqdhi 'anni ad-dain" (apa yang dapat membayar hutangku), Bilal berkata, "Lalu Rasulullah SAW diam, sehingga aku merasa tidak enak dengan keadaan itu." {Shahih) sanadnya.

عَنْ عِيَاضِ بْنِ حِمَارٍ قَالَ أَهْدَيْتُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَاقَةً فَقَالَ أَسْلَمْتَ فَقُلْتُ لَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي نُهِيتُ عَنْ زَبْدِ الْمُشْرِكِينَ

3057. Dari Iyadh bin Himar, ia berkata: Aku memberi hadiah berupa unta kepada Rasulullah SAW, lalu beliau berkata, "Apakah kamu sudah masuk Islam?" Aku menjawab, "Tidak." Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya aku dilarang menerima pemberian orang-orang musyrik. " (Hasan Shahih)

Hadits ini diriwayatkan pula oleh At-Tirmidzi (nomor 1641)

More about Shahih Sunan Abu Daud Kitab PAJAK, KEPEMIMPINAN DAN FAI 35. Imam (Pemimpin) Islam Menerima Hadiah dari Orang-orang Musyrik

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PAJAK, KEPEMIMPINAN DAN FAI 36. Memberikan Bagian Tanah

Posted by Unknown



عَمْرِو بْنِ عَوْفٍ الْمُزَنِيُّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقْطَعَ بِلَالَ بْنَ الْحَارِثِ الْمُزَنِيَّ مَعَادِنَ الْقَبَلِيَّةِ جَلْسِيَّهَا وَغَوْرِيَّهَا وَقَالَ غَيْرُهُ جَلْسَهَا وَغَوْرَهَا وَحَيْثُ يَصْلُحُ الزَّرْعُ مِنْ قُدْسٍ وَلَمْ يُعْطِهِ حَقَّ مُسْلِمٍ وَكَتَبَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ هَذَا مَا أَعْطَى مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ بِلَالَ بْنَ الْحَارِثِ الْمُزَنِيَّ أَعْطَاهُ مَعَادِنَ الْقَبَلِيَّةِ جَلْسِيَّهَا وَغَوْرِيَّهَا وَقَالَ غَيْرُهُ جَلْسَهَا وَغَوْرَهَا وَحَيْثُ يَصْلُحُ الزَّرْعُ مِنْ قُدْسٍ وَلَمْ يُعْطِهِ حَقَّ مُسْلِمٍ

قَالَ أَبُو أُوَيْسٍ وَحَدَّثَنِي ثَوْرُ بْنُ زَيْدٍ مَوْلَى بَنِي الدِّيْلِ بْنِ بَكْرِ بْنِ كِنَانَةَ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ مِثْلَهُ

3062. Dari Amru bin Auf Al Muzani bahwasanya Rasulullah SAW memberikan bagian kepada Bilal bin Harits Al Muzani hasil-hasil bumi Qabaliah, di dataran tingginya maupun rendahnya, dan tanah yang bisa ditanami dari Quds (gunung besar di Nejed), dan tidak memberikan kepadanya hak seorang muslim. Rasulullah SAW menulis kepadanya,"Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, inilah yang diberikan Muhammad Rasulullah kepada Bilal bin Harits Al Muzani, memberikan kepadanya hasil-hasil bumi Qabaliah, di dataran tingginya maupun dataran rendahnya, dan tanah yang dapat ditanami dari Gunung Quds, dan tidak memberikan kepadanya hak seorang muslim. "

Abu Uwais berkata: Telah meriwatkan hadits kepadaku Tsaur bin Zaid, —budak Bani Ad-Dil bin Bakar bin Kinanah— dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, seperti riwayat di atas." (Hasan) Al Irwa' (3/313)

كَثِيرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقْطَعَ بِلَالَ بْنَ الْحَارِثِ الْمُزَنِيَّ مَعَادِنَ الْقَبَلِيَّةِ جَلْسِيَّهَا وَغَوْرِيَّهَا قَالَ ابْنُ النَّضْرِ وَجَرْسَهَا وَذَاتَ النُّصُبِ ثُمَّ اتَّفَقَا وَحَيْثُ يَصْلُحُ الزَّرْعُ مِنْ قُدْسٍ وَلَمْ يُعْطِ بِلَالَ بْنَ الْحَارِثِ حَقَّ مُسْلِمٍ وَكَتَبَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذَا مَا أَعْطَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِلَالَ بْنَ الْحَارِثِ الْمُزَنِيَّ أَعْطَاهُ مَعَادِنَ الْقَبَلِيَّةِ جَلْسَهَا وَغَوْرَهَا وَحَيْثُ يَصْلُحُ الزَّرْعُ مِنْ قُدْسٍ وَلَمْ يُعْطِهِ حَقَّ مُسْلِمٍ زَادَ ابْنُ النَّضْرِ وَكَتَبَ أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ

3063. Dari Amru bin Auf Al Muzani bahwasanya Rasulullah SAW memberikan kepada Bilal bin Al Harits Al Muzani hasil-hasil bumi Qabaliah, di dataran tinggi maupun dataran rendahnya, tanah Jars dan Dzatinnushub, dan tanah yang bisa ditanami dari Gunung Quds, dan tidak memberikan kepadanya hak seorang muslim. Rasulullah SAW menulis kepadanya, "Inilah yang diberikan Muhammad Rasulullah kepada Bilal bin Harits Al Muzani, memberikan kepadanya hasil-hasil bumi Qabaliah, di dataran tingginya maupun dataran rendahnya, dan tanah yang dapat ditanami dari Gunung Quds, dan tidak memberikan kepadanya hak seorang muslim. "

Dalam salah satu riwayat terdapat tambahan: Dan Ubay bin Ka'ab menulis... (Hasan) lihat hadits sebelumnya.

عَنْ أَبْيَضَ بْنِ حَمَّالٍ أَنَّهُ وَفَدَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَقْطَعَهُ الْمِلْحَ قَالَ ابْنُ الْمُتَوَكِّلِ الَّذِي بِمَأْرِبَ فَقَطَعَهُ لَهُ فَلَمَّا أَنْ وَلَّى قَالَ رَجُلٌ مِنْ الْمَجْلِسِ أَتَدْرِي مَا قَطَعْتَ لَهُ إِنَّمَا قَطَعْتَ لَهُ الْمَاءَ الْعِدَّ قَالَ فَانْتَزَعَ مِنْهُ قَالَ وَسَأَلَهُ عَمَّا يُحْمَى مِنْ الْأَرَاكِ قَالَ مَا لَمْ تَنَلْهُ خِفَافٌ وَقَالَ ابْنُ الْمُتَوَكِّلِ أَخْفَافُ الْإِبِلِ

3064. Dari Abyadh bin Hammal bahwasanya ia datang kepada Rasulullah SAW meminta bagian yang ada garamnya. —Ibnu Mutawakil berkata: Garam yang ada di Ma'rib.— Lalu Rasulullah SAW memberikan bagian garam itu kepadanya. Tatkala Abyadh berpaling, seorang lelaki yang ada di majlis berkata, "Apakah engkau tahu apa yang engkau berikan kepadanya? Engkau memberikan kepadanya air yang terus mengalir." Rasulullah menarik lagi pemberiannya itu. Lalu Abyadh menanyakan tentang pohon Arok yang dapat dijaga (untuk dikelola). Rasulullah SAW menjawab, "Pohon Arok yang tidak dicapai oleh telapak kaki. "

Dalam redaksi lain, dikatakan, "telapak kaki onta." (Hasan) dengan hadits setelahnya, maksudnya 3066.

أَبْيَضَ بْنِ حَمَّالٍ أَنَّهُ سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ حِمَى الْأَرَاكِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا حِمَى فِي الْأَرَاكِ فَقَالَ أَرَاكَةٌ فِي حِظَارِي فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا حِمَى فِي الْأَرَاكِ قَالَ فَرَجٌ يَعْنِي بِحِظَارِي الْأَرْضَ الَّتِي فِيهَا الزَّرْعُ الْمُحَاطُ عَلَيْهَا

3066. Dari Abyadh bin Hammal bahwasanya ia bertanya kepada Rasulullah SAW tentang pohdn Arok yang boleh dikelola. Lalu Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada pengelolaan dalam pohon Arok (untuk pribadi). " Abyadh berkata, "Termasuk juga pohon Arok dalam pengelolaanku (terhadap tanah yang asalnya tak bertuan)?" Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada pengelolaan dalam pohon Arok (untuk pribadi)."

Faraj berkata: Maksudnya, dalam pengelolaanku terhadap tanah yang ada tanamannya dan sudah dipagari. (Hasan) dengan hadits sebelumnya nomor 3054.

3068. Dari Rabi' bin Sabrah bahwasanya Rasulullah SAW menempati sua

سَبْرَةُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ الرَّبِيعِ الْجُهَنِيُّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَزَلَ فِي مَوْضِعِ الْمَسْجِدِ تَحْتَ دَوْمَةٍ فَأَقَامَ ثَلَاثًا ثُمَّ خَرَجَ إِلَى تَبُوكَ وَإِنَّ جُهَيْنَةَ لَحِقُوهُ بِالرَّحْبَةِ فَقَالَ لَهُمْ مَنْ أَهْلُ ذِي الْمَرْوَةِ فَقَالُوا بَنُو رِفَاعَةَ مِنْ جُهَيْنَةَ فَقَالَ قَدْ أَقْطَعْتُهَا لِبَنِي رِفَاعَةَ فَاقْتَسَمُوهَا فَمِنْهُمْ مَنْ بَاعَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَمْسَكَ فَعَمِلَ

tu tempat di masjid di bawah pohon yang rindang, kemudian menetap selama tiga hari. Setelah itu keluar menuju ke Tabuk, dan sesungguhnya kabilah Juhainah menemuinya di tempat yang luas. Rasulullah SAW berkata kepada mereka, "Adakah penduduk dari desa Dzilmarwah?" Mereka berkata, "Bani Rifa'ah dari Juhainah." Rasulullah SAW bersabda, "Aku telah memberikan bagian Dzilmarwah untuk Bani Rifa'ah. Sebagian mereka ada yang menjual, sebagian lagi ada yang tidak menjualnya lalu mengelolanya. " (Hasan sanadnya)

عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقْطَعَ الزُّبَيْرَ نَخْلًا

3069. Dari Asma' binti Abu Bakar bahwasanya Rasulullah SAW memberikan bagian kepada Zubair berupa (kebun) kurma. (Hasan Shahih: Muttafaq 'Alailh) seperti redaksi hadits di atas.

More about Shahih Sunan Abu Daud Kitab PAJAK, KEPEMIMPINAN DAN FAI 36. Memberikan Bagian Tanah

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PAJAK, KEPEMIMPINAN DAN FAI 33. Melipatgandakan Sepuluh Kali jika Ahlu-Dzimmah Berbeda dalam (Menentukan Harga) Dagangan

Posted by Unknown



عَنْ عِدَّةٍ مِنْ أَبْنَاءِ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ آبَائِهِمْ دِنْيَةً عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا مَنْ ظَلَمَ مُعَاهِدًا أَوْ انْتَقَصَهُ أَوْ كَلَّفَهُ فَوْقَ طَاقَتِهِ أَوْ أَخَذَ مِنْهُ شَيْئًا بِغَيْرِ طِيبِ نَفْسٍ فَأَنَا حَجِيجُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

3052. Dari beberapa anak sahabat Rasulullah SAW, dari ayah mereka, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, "Ketahuilah, orang yang menzhalimi orang yang tengah melakukan perjanjian damai atau mengurangi (haknya), memberikan beban di luar batas kemampuan atau mengambil secara paksa dari orang tersebut, maka aku adalah pembela orang yang dizhalimi tersebut pada Hari Kiamat. " (Shahih) Ghayah Al Maram, nomor 471.

More about Shahih Sunan Abu Daud Kitab PAJAK, KEPEMIMPINAN DAN FAI 33. Melipatgandakan Sepuluh Kali jika Ahlu-Dzimmah Berbeda dalam (Menentukan Harga) Dagangan

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PAJAK, KEPEMIMPINAN DAN FAI 34. Apakah Ahlu-Dzimmi yang Masuk Islam pada Pertengahan Tahun Harus Membayar Pajak?

Posted by Unknown



مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ قَالَ سُئِلَ سُفْيَانُ عَنْ تَفْسِيرِ هَذَا فَقَالَ إِذَا أَسْلَمَ فَلَا جِزْيَةَ عَلَيْهِ

3054. Dari Sufyan: Ia ditanya tentang tafsir permasalahan ini, ia pun menjawab, "Jika dia telah masuk Islam maka dia terbebas dari pajak." (Shahih) tapisanadnya maqthu'

More about Shahih Sunan Abu Daud Kitab PAJAK, KEPEMIMPINAN DAN FAI 34. Apakah Ahlu-Dzimmi yang Masuk Islam pada Pertengahan Tahun Harus Membayar Pajak?

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PAJAK, KEPEMIMPINAN DAN FAI 31. Mengambil Pajak dari Majusi

Posted by Unknown



عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ إِنَّ أَهْلَ فَارِسَ لَمَّا مَاتَ نَبِيُّهُمْ كَتَبَ لَهُمْ إِبْلِيسُ الْمَجُوسِيَّةَ

3042. Dari Abdullah bin Abbas, ia berkata: Sesungguhnya ketika nabi penduduk Persia meninggal, syetan Majusi telah menulis (merubah) kitab mereka." (Hasan) tapi sanadnya mauquf.

عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ سَمِعَ بَجَالَةَ يُحَدِّثُ عَمْرَو بْنَ أَوْسٍ وَأَبَا الشَّعْثَاءِ قَالَ كُنْتُ كَاتِبًا لِجَزْءِ بْنِ مُعَاوِيَةَ عَمِّ الْأَحْنَفِ بْنِ قَيْسٍ إِذْ جَاءَنَا كِتَابُ عُمَرَ قَبْلَ مَوْتِهِ بِسَنَةٍ اقْتُلُوا كُلَّ سَاحِرٍ وَفَرِّقُوا بَيْنَ كُلِّ ذِي مَحْرَمٍ مِنْ الْمَجُوسِ وَانْهَوْهُمْ عَنْ الزَّمْزَمَةِ فَقَتَلْنَا فِي يَوْمٍ ثَلَاثَةَ سَوَاحِرَ وَفَرَّقْنَا بَيْنَ كُلِّ رَجُلٍ مِنْ الْمَجُوسِ وَحَرِيمِهِ فِي كِتَابِ اللَّهِ وَصَنَعَ طَعَامًا كَثِيرًا فَدَعَاهُمْ فَعَرَضَ السَّيْفَ عَلَى فَخْذِهِ فَأَكَلُوا وَلَمْ يُزَمْزِمُوا وَأَلْقَوْا وِقْرَ بَغْلٍ أَوْ بَغْلَيْنِ مِنْ الْوَرِقِ وَلَمْ يَكُنْ عُمَرُ أَخَذَ الْجِزْيَةَ مِنْ الْمَجُوسِ حَتَّى شَهِدَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخَذَهَا مِنْ مَجُوسِ هَجَرَ

3043. Dari Amru bin Dinar: Ia mendengar Bajalah memberikan hadits kepada Amru bin Aus dan Abu Sya'tsa'. Bajalah berkata, "(Waktu itu) aku menjadi juru tulis Jaza' bin Muawiyah, paman (dari jalur ayah) Ahnaf bin Qais, tiba-tiba datang surat perintah dari (Khalifah) Umar bin Khaththab (setahun sebelum dia meninggal) yang berisi: "Perangilah setiap ahli sihir, pisahkan pernikahan antara saudara Majusi, dan cegah mereka untuk berbisik-bisik saat makan." Oleh karena itu, pada suatu hari kami membunuh tiga orang ahli sihir dan memisahkan antara orang-orang Majusi dengan istri-istri mereka dalam kitab Allah.

Jaza' bin Muawiyah menyiapkan jamuan makan yang besar, lalu mengundang mereka makan, maka mereka memenuhi undangan makan tersebut dengan membawa pedang di pinggang. Setelah meletakkan beban keledai yang memuat perak, mereka lalu makan tanpa ada (suara) berbisik.

Umar tidak mengambil pajak dari orang Majusi sampai ada persaksian dari Abdurrahman bin Auf bahwa Rasulullah SAW mengambil pajak dari orang Majusi di daerah Hajar. (Shahih: Bukhari)

Sebagian (riwayat mengatakan) Majusi Hajar.

More about Shahih Sunan Abu Daud Kitab PAJAK, KEPEMIMPINAN DAN FAI 31. Mengambil Pajak dari Majusi

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PAJAK, KEPEMIMPINAN DAN FAI 32. Ketegasan Menarik Pajak

Posted by Unknown



هِشَامَ بْنَ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ وَجَدَ رَجُلًا وَهُوَ عَلَى حِمْصَ يُشَمِّسُ نَاسًا مِنْ الْقِبْطِ فِي أَدَاءِ الْجِزْيَةِ فَقَالَ مَا هَذَا سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ يُعَذِّبُ الَّذِينَ يُعَذِّبُونَ النَّاسَ فِي الدُّنْيَا

3045. Dari Hisyam bin Hakim bin Hizam: Dia —ketika bekerja di Himsh— menemukan seseorang sedang menarik pajak dengan menjemur seorang koptik (penganut Kristen orthodoks) maka dia berkata, "Apa-apaan ini? Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah akan menyiksa orang-orang yang pernah menyiksa orang lain ketika di dunia." (Shahih: Muslim)

More about Shahih Sunan Abu Daud Kitab PAJAK, KEPEMIMPINAN DAN FAI 32. Ketegasan Menarik Pajak

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PAJAK, KEPEMIMPINAN DAN FAI 29. Daerah Hitam dan Daerah Rampasan

Posted by Unknown



عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنَعَتْ الْعِرَاقُ قَفِيزَهَا وَدِرْهَمَهَا وَمَنَعَتْ الشَّامُ مُدْيَهَا وَدِينَارَهَا وَمَنَعَتْ مِصْرُ إِرْدَبَّهَا وَدِينَارَهَا ثُمَّ عُدْتُمْ مِنْ حَيْثُ بَدَأْتُمْ

شَهِدَ عَلَى ذَلِكَ لَحْمُ أَبِي هُرَيْرَةَ وَدَمُهُ

3035. Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Terhalang dari Irak sebab qafiz (jenis timbangan Irak) dan dinarnya, terhalang dari Syam sebab mud (jenis timbangan di Syam) dan dinarnya, dan terhalang dari Mesir sebab irbad (jenis timbangan besar di Mesir) dan dinarnya, kemudian kalian akan kembali seperti pertama kali (maksudnya pada kekafiran setelah masuk Islam). "

Peristiwa tersebut disaksikan Abu Hurairah dengan jiwa-raganya. (Shahih: Muslim)

أَبُو هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّمَا قَرْيَةٍ أَتَيْتُمُوهَا وَأَقَمْتُمْ فِيهَا فَسَهْمُكُمْ فِيهَا وَأَيُّمَا قَرْيَةٍ عَصَتْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَإِنَّ خُمُسَهَا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ ثُمَّ هِيَ لَكُمْ

3036. Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, "Di desa manapun kalian datang dan kalian mendudukinya, maka desa itu merupakan bagian kalian. Semua desa yang (penduduknya) durhaka kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, maka (bagian) seperlimanya untuk Allah dan Rasul-Nya, kemudian desa itu untuk kalian." (Shahih: Muslim)

More about Shahih Sunan Abu Daud Kitab PAJAK, KEPEMIMPINAN DAN FAI 29. Daerah Hitam dan Daerah Rampasan

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PAJAK, KEPEMIMPINAN DAN FAI 30. Pungutan Pajak

Posted by Unknown



عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ وَعَنْ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ خَالِدَ بْنَ الْوَلِيدِ إِلَى أُكَيْدِرِ دُومَةَ فَأُخِذَ فَأَتَوْهُ بِهِ فَحَقَنَ لَهُ دَمَهُ وَصَالَحَهُ عَلَى الْجِزْيَةِ

3037. Dari Anas bin Malik dan Utsman bin Abu Sulaiman: Rasulullah SAW mengutus Khalid bin Walid kepada Ukaidir di Dumah. Lalu dibawalah Ukaidir kepada beliau, beliau pun menjaga darah (jiwa) Ukaidir dengan perdamaian —berupa— membayar upeti/pajak. (Hasan)

عَنْ مُعَاذٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا وَجَّهَهُ إِلَى الْيَمَنِ أَمَرَهُ أَنْ يَأْخُذَ مِنْ كُلِّ حَالِمٍ يَعْنِي مُحْتَلِمًا دِينَارًا أَوْ عَدْلَهُ مِنْ الْمُعَافِرِيِّ ثِيَابٌ تَكُونُ بِالْيَمَنِ

3038. Dari Mu'adz: Nabi SAW mengutusnya ke Yaman guna mengambil (pajak) dari setiap manusia yang telah baligh sebanyak satu dinar, atau menggantinya dengan pakaian mu'afiri (jenis pakaian di Yaman). {Shahih}

Telah disebutkan dalam bahasan zakat hadits di depan.

Abu Daud berkata, "Jika penduduk Yaman melanggar sebagian ketentuan yang telah ditetapkan kepada mereka, berarti mereka telah memulai (babak baru lagi)."

More about Shahih Sunan Abu Daud Kitab PAJAK, KEPEMIMPINAN DAN FAI 30. Pungutan Pajak

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PAJAK, KEPEMIMPINAN DAN FAI 26. Kabar tentang Thaif

Posted by Unknown



عَنْ وَهْبٍ قَالَ سَأَلْتُ جَابِرًا عَنْ شَأْنِ ثَقِيفٍ إِذْ بَايَعَتْ قَالَ اشْتَرَطَتْ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ لَا صَدَقَةَ عَلَيْهَا وَلَا جِهَادَ وَأَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَ ذَلِكَ يَقُولُ سَيَتَصَدَّقُونَ وَيُجَاهِدُونَ إِذَا أَسْلَمُوا

3025. Dari Wahab, dia berkata: Aku bertanya kepada Jabir perihal masyarakat (Thaif) ketika menyatakan baiatnya (kepada Rasulullah SAW); Ia pun menjawab, "Mereka memberi syarat kepada Rasulullah SAW agar mereka tidak dikenakan sadaqah (zakat) dan jihad (berperang). Kemudian, beliau bersabda, "Mereka harus memberikan sedekah (zakat) serta berjihad (berperang) jika mereka memeluk agama Islam. " (Shahih), Ash-Shahihah, nomor 1888.

More about Shahih Sunan Abu Daud Kitab PAJAK, KEPEMIMPINAN DAN FAI 26. Kabar tentang Thaif

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PAJAK, KEPEMIMPINAN DAN FAI 28. Orang Yahudi Dikeluarkan dari Jazirah Arab

Posted by Unknown



عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْصَى بِثَلَاثَةٍ فَقَالَ أَخْرِجُوا الْمُشْرِكِينَ مِنْ جَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَأَجِيزُوا الْوَفْدَ بِنَحْوٍ مِمَّا كُنْتُ أُجِيزُهُمْ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَسَكَتَ عَنْ الثَّالِثَةِ أَوْ قَالَ فَأُنْسِيتُهَا

3029. Dari Abdullah bin Abbas: Rasulullah SAW telah berwasiat tiga hal. Beliau bersabda, "Keluarkan semua orang musyrik dari Jazirah Arab dan beri fasilitas kepada utusan sebagaimana yang telah aku berikan."

Ibnu Abbas berkata, "Ketiganya... perawi hadits diam, atau berkata, "Aku lupa (yang ketiganya)." (Shahih: Muttafaq 'Alaih) Ash-Shahihah, nomor 1133.

عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَأُخْرِجَنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى مِنْ جَزِيرَةِ الْعَرَبِ فَلَا أَتْرُكُ فِيهَا إِلَّا مُسْلِمًا

3030. Dari Umar bin Khaththab: Dia mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh, aku akan mengeluarkan orang-orang Yahudi dan Nasrani dari Jazirah Arab, sehingga tidak akan tinggal di Jazirah Arab kecuali orang Islam. " (Shahih), Ash-Shahihah, nomor 1334.

قَالَ سَعِيدٌ يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ الْعَزِيزِ جَزِيرَةُ الْعَرَبِ مَا بَيْنَ الْوَادِي إِلَى أَقْصَى الْيَمَنِ إِلَى تُخُومِ الْعِرَاقِ إِلَى الْبَحْرِ

3033. Dari Said (yakni bin Abdul Aziz), ia berkata, "Jazirah Arab (terletak) antara lembah sampai wilayah Yaman dan antara batas Irak sampai laut." {Shahih) tapi sanadnya maqthu'.

More about Shahih Sunan Abu Daud Kitab PAJAK, KEPEMIMPINAN DAN FAI 28. Orang Yahudi Dikeluarkan dari Jazirah Arab

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PAJAK, KEPEMIMPINAN DAN FAI 24. Ketentuan Tanah Khaibar

Posted by Unknown



عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَاتَلَ أَهْلَ خَيْبَرَ فَغَلَبَ عَلَى النَّخْلِ وَالْأَرْضِ وَأَلْجَأَهُمْ إِلَى قَصْرِهِمْ فَصَالَحُوهُ عَلَى أَنَّ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّفْرَاءَ وَالْبَيْضَاءَ وَالْحَلْقَةَ وَلَهُمْ مَا حَمَلَتْ رِكَابُهُمْ عَلَى أَنْ لَا يَكْتُمُوا وَلَا يُغَيِّبُوا شَيْئًا فَإِنْ فَعَلُوا فَلَا ذِمَّةَ لَهُمْ وَلَا عَهْدَ فَغَيَّبُوا مَسْكًا لِحُيَيِّ بْنِ أَخْطَبَ وَقَدْ كَانَ قُتِلَ قَبْلَ خَيْبَرَ كَانَ احْتَمَلَهُ مَعَهُ يَوْمَ بَنِي النَّضِيرِ حِينَ أُجْلِيَتْ النَّضِيرُ فِيهِ حُلِيُّهُمْ قَالَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِسَعْيَةَ أَيْنَ مَسْكُ حُيَيِّ بْنِ أَخْطَبَ قَالَ أَذْهَبَتْهُ الْحُرُوبُ وَالنَّفَقَاتُ فَوَجَدُوا الْمَسْكَ فَقَتَلَ ابْنَ أَبِي الْحُقَيْقِ وَسَبَى نِسَاءَهُمْ وَذَرَارِيَّهُمْ وَأَرَادَ أَنْ يُجْلِيَهُمْ فَقَالُوا يَا مُحَمَّدُ دَعْنَا نَعْمَلْ فِي هَذِهِ الْأَرْضِ وَلَنَا الشَّطْرُ مَا بَدَا لَكَ وَلَكُمْ الشَّطْرُ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْطِي كُلَّ امْرَأَةٍ مِنْ نِسَائِهِ ثَمَانِينَ وَسْقًا مِنْ تَمْرٍ وَعِشْرِينَ وَسْقًا مِنْ شَعِيرٍ

3006. Dari Abdullah bin Umar: Rasulullah SAW pada perang Khaibar berhasil memenangkan pertempuran, sehingga kebun kurma dan tanah penduduk Khaibar berhasil dikuasai. Penduduk Khaibar diizinkan tinggal di rumah mereka selama mereka mau menyerahkan emas, perak, dan baju perang mereka. Bagi mereka perbekalan yang dimuat kendaraan mereka dan jaminan keselamatan, selama mereka tidak menyembunyikan serta merahasiakan sesuatu dari beliau, dan jika dilanggar maka tidak ada janji dan jaminan keselamatan bagi mereka.

Namun (dalam kenyataannya) mereka menyembunyikan maskan (nama lumbung penyimpanan) milik Huyai bin Akhthab yang berisi perhiasan-perhiasan mereka. Lumbung maskan ini telah diserang dan dikuasai sebelum perang Khaibar, tepatnya setelah umat Islam menguasai Bani Nadhir, ketika mereka menampakkan permusuhan dan hendak menyerang umat Islam.

Perawi berkata: Rasulullah SAW lalu bersabda kepada pasukan pejalan kaki, "Dimana maskan milik Huyai bin Akhthab?" Huyai bin Akhthab menghilang dari medan perang untuk menyembunyikan harta perbekalan miliknya. Setelah melakukan pencarian, lumbung maskan pun berhasil ditemukan dan Ibnu Abu Huqaiq berhasil membunuh Huyai bin Akhthab. Akhirnya, kaum perempuan serta keluarga penduduk Khaibar ditawan. Ketika beliau hendak mengusir mereka dari Khaibar, mereka berkata, "Hai Muhammad, biarkan kami bekerja di tanah (Khaibar) yang telah engkau ambil dari kami. Bagian kami (hasil) separuh dan separuhnya lagi untuk engkau."

(Dari hasil rampasan perang Khaibar ini), Rasulullah SAW memberikan delapan puluh gantang kurma dan dua puluh gantang gandum kepada istri-istrinya. (Hasan)

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ عُمَرَ قَالَ أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ عَامَلَ يَهُودَ خَيْبَرَ عَلَى أَنَّا نُخْرِجُهُمْ إِذَا شِئْنَا فَمَنْ كَانَ لَهُ مَالٌ فَلْيَلْحَقْ بِهِ فَإِنِّي مُخْرِجٌ يَهُودَ فَأَخْرَجَهُمْ

3007. Dari Abdullah bin Umar, ia Umar berkata, "Hai manusia, Rasulullah SAW telah menindak kaum Yahudi Khaibar, maka kita pun dapat mengeluarkan mereka jika kita kehendaki. Orang yang mempunyai harta (kebun) di Khaibar maka ambilah. Aku (sekarang) telah mengeluarkan orang-orang Yahudi dari tanah Khaibar." Oleh karena itu Umar pun mengeluarkan mereka. (Hasan Shahih)

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ لَمَّا افْتُتِحَتْ خَيْبَرُ سَأَلَتْ يَهُودُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُقِرَّهُمْ عَلَى أَنْ يَعْمَلُوا عَلَى النِّصْفِ مِمَّا خَرَجَ مِنْهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُقِرُّكُمْ فِيهَا عَلَى ذَلِكَ مَا شِئْنَا فَكَانُوا عَلَى ذَلِكَ وَكَانَ التَّمْرُ يُقْسَمُ عَلَى السُّهْمَانِ مِنْ نِصْفِ خَيْبَرَ وَيَأْخُذُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْخُمُسَ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَطْعَمَ كُلَّ امْرَأَةٍ مِنْ أَزْوَاجِهِ مِنْ الْخُمُسِ مِائَةَ وَسْقٍ تَمْرًا وَعِشْرِينَ وَسْقًا شَعِيرًا فَلَمَّا أَرَادَ عُمَرُ إِخْرَاجَ الْيَهُودِ أَرْسَلَ إِلَى أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَهُنَّ مَنْ أَحَبَّ مِنْكُنَّ أَنْ أَقْسِمَ لَهَا نَخْلًا بِخَرْصِهَا مِائَةَ وَسْقٍ فَيَكُونَ لَهَا أَصْلُهَا وَأَرْضُهَا وَمَاؤُهَا وَمِنْ الزَّرْعِ مَزْرَعَةَ خَرْصٍ عِشْرِينَ وَسْقًا فَعَلْنَا وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ نَعْزِلَ الَّذِي لَهَا فِي الْخُمُسِ كَمَا هُوَ فَعَلْنَا

3008. Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: Ketika daerah Khaibar berhasil dikuasai (umat Islam), orang-orang Yahudi memohon kepada Rasulullah SAW agar diizinkan tinggal dan menggarap tanah di Khaibar dengan separuh hasilnya diberikan kepada beliau, beliau pun bersabda, "Aku menyetujui (permintaan kalian) sepanjang masih ku kehendaki."

Akhirnya kaum Yahudi itu tetap tinggal di sana (Khaibar) dan kurma-kurma Khaibar separuhnya diberikan kepada umat Islam, dan Rasulullah SAW mengambil bagian seperlimanya (dari hasil itu). Dengan seperlima ini, Rasulullah SAW memberikan (nafkah) kepada setiap istri beliau seratus gantang kurma dan dua puluh gantang gandum.

Sampai akhirnya (tibalah masa) Umar, ketika dia hendak mengeluarkan orang-orang Yahudi dari daerah Khaibar, Umar menemui istri-istri Nabi SAW dan berkata, "Barangsiapa di antara kalian lebih suka mendapat bagian (berupa) kurma seratus gantang dengan memiliki pokok pohon, tanah, serta airnya, berikut dua puluh gantang gandum, maka akan aku berikan. Barangsiapa lebih suka mendapat ganti dari bagian seperlima, seperti pembagian semula pada masa Nabi SAW, maka akan aku lakukan." {Hasan: Muslim)

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَزَا خَيْبَرَ فَأَصَبْنَاهَا عَنْوَةً فَجُمِعَ السَّبْيُ

3009. Dari Anas bin Malik: Rasulullah SAW (melakukan) perang di Khaibar. Dalam perang ini, kami (umat Islam) mengalami pertempuran yang sengit, sehingga para tawanan akhirnya dikumpulkan. {Shahih: Muttafaq 'Alaih)

عَنْ سَهْلِ بْنِ أَبِي حَثْمَةَ قَالَ قَسَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْبَرَ نِصْفَيْنِ نِصْفًا لِنَوَائِبِهِ وَحَاجَتِهِ وَنِصْفًا بَيْنَ الْمُسْلِمِينَ قَسَمَهَا بَيْنَهُمْ عَلَى ثَمَانِيَةَ عَشَرَ سَهْمًا

3010. Dari Sahal bin Abu Hatsamah, ia berkata: Rasulullah SAW membagi (hasil dari rampasan perang) Khaibar menjadi dua bagian, satu bagian untuk utusan beserta keperluan mereka, dan satu bagian lagi dibagikan untuk umat Islam. Jadi, masing-masing satu bagian itu berjumlah delapan belas. {Shahih)

مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالُوا فَذَكَرَ هَذَا الْحَدِيثَ قَالَ فَكَانَ النِّصْفُ سِهَامَ الْمُسْلِمِينَ وَسَهْمَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَزَلَ النِّصْفَ لِلْمُسْلِمِينَ لِمَا يَنُوبُهُ مِنْ الْأُمُورِ وَالنَّوَائِبِ

3011. Dari sebagian sahabat Rasulullah SAW, mereka berkata:... seperti hadits tadi.

Perawi berkata: Separuh bagian itu untuk umat Islam serta Rasulullah SAW, sedangkan separuhnya lagi untuk keperluan utusan dan perwakilan." (Shahih) sanadnya.

عَنْ رِجَالٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا ظَهَرَ عَلَى خَيْبَرَ قَسَمَهَا عَلَى سِتَّةٍ وَثَلَاثِينَ سَهْمًا جَمَعَ كُلُّ سَهْمٍ مِائَةَ سَهْمٍ فَكَانَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلِلْمُسْلِمِينَ النِّصْفُ مِنْ ذَلِكَ وَعَزَلَ النِّصْفَ الْبَاقِيَ لِمَنْ نَزَلَ بِهِ مِنْ الْوُفُودِ وَالْأُمُورِ وَنَوَائِبِ النَّاسِ

3012. Dari beberapa sahabat: Rasulullah SAW setelah dapat memenangkan perang Khaibar, membagi (ghanimah) menjadi tiga puluh enam (paket) bagian, yang setiap satu paket terdiri dari seratus bagian. Bagian Rasulullah SAW termasuk separuh bagian dari tiga puluh enam (paket) bagian tersebut, sedangkan sisanya diberikan kepada kaum muslim yang bertugas sebagai utusan dan konsul (untuk daerah yang sudah dikuasai). (Shahih) sanadnya.

عَنْ بُشَيْرِ بْنِ يَسَارٍ قَالَ لَمَّا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَى نَبِيِّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْبَرَ قَسَمَهَا عَلَى سِتَّةٍ وَثَلَاثِينَ سَهْمًا جَمَعَ كُلُّ سَهْمٍ مِائَةَ سَهْمٍ فَعَزَلَ نِصْفَهَا لِنَوَائِبِهِ وَمَا يَنْزِلُ بِهِ الْوَطِيحَةَ وَالْكُتَيْبَةَ وَمَا أُحِيزَ مَعَهُمَا وَعَزَلَ النِّصْفَ الْآخَرَ فَقَسَمَهُ بَيْنَ الْمُسْلِمِينَ الشِّقَّ وَالنَّطَاةَ وَمَا أُحِيزَ مَعَهُمَا وَكَانَ سَهْمُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيمَا أُحِيزَ مَعَهُمَا

3013. Dari Busyair bin Yasar, ia berkata: Tatkala Allah memenuhi janji-Nya kepada Rasul-Nya pada perang Khaibar, beliau membagi (ghanimah) menjadi tiga puluh enam (paket) bagian. Dari tiga puluh enam (paket) bagian tersebut, beliau pisahkan separuhnya untuk pasukan penyerang benteng pertahanan Khaibar Al Wathih, Al Kutaibah dan benteng-benteng lain di Khaibar. Sedangkan sisa (paket) bagian yang delapan belas lagi beliau peruntukkan bagi pasukan Islam yang ditugaskan sebagai penunggu, penjaga benteng Khaibar, dan yang tergabung antara keduanya. Sedangkan bagian Nabi SAW adalah (bagian yang terakhir) ini." (Shahih)

Lihat keterangan hadits sebelumnya.

عَنْ بُشَيْرِ بْنِ يَسَارٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَيْهِ خَيْبَرَ قَسَمَهَا سِتَّةً وَثَلَاثِينَ سَهْمًا جَمْعُ فَعَزَلَ لِلْمُسْلِمِينَ الشَّطْرَ ثَمَانِيَةَ عَشَرَ سَهْمًا يَجْمَعُ كُلُّ سَهْمٍ مِائَةً النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَعَهُمْ لَهُ سَهْمٌ كَسَهْمِ أَحَدِهِمْ وَعَزَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَمَانِيَةَ عَشَرَ سَهْمًا وَهُوَ الشَّطْرُ لِنَوَائِبِهِ وَمَا يَنْزِلُ بِهِ مِنْ أَمْرِ الْمُسْلِمِينَ فَكَانَ ذَلِكَ الْوَطِيحَ وَالْكُتَيْبَةَ وَالسَّلَالِمَ وَتَوَابِعَهَا فَلَمَّا صَارَتْ الْأَمْوَالُ بِيَدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْمُسْلِمِينَ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ عُمَّالٌ يَكْفُونَهُمْ عَمَلَهَا فَدَعَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْيَهُودَ فَعَامَلَهُمْ

3014. Dari Busyair bin Yasar: Ketika Allah memenuhi janji-Nya kepada Rasul-Nya, beliau membagi (ghanimah perang) menjadi tiga puluh enam (paket) bagian. Separuh bagian tersebut berjumlah delapan belas (paket) bagian yang setiap satu paket terdiri dari seratus bagian yang termasuk bagian beliau dan kaum muslim. Bagian beliau sama seperti bagian kaum muslim lainnya (dalam kelompok penerima bagian ini). Sedang sisanya, yang berjumlah enam belas (paket) bagian, diperuntukkan bagi pasukan berkuda serta pasukan penerobos benteng Al Wathih, Al Kutaibah, As-Salalim, dan seterusnya. Ketika semua harta terkumpul pada Nabi SAW dan kaum muslim, kaum muslim pun kekurangan pekerja di daerah Khaibar, sehingga beliau menyuruh penduduk Yahudi Khaibar untuk mengolah tanah kaum muslim di sana. {Shahih)

Lihat keterangan hadits sebelumnya.

عَنْ مُجَمِّعِ بْنِ جَارِيَةَ الْأَنْصَارِيِّ وَكَانَ أَحَدَ الْقُرَّاءِ الَّذِينَ قَرَءُوا الْقُرْآنَ قَالَ قُسِمَتْ خَيْبَرُ عَلَى أَهْلِ الْحُدَيْبِيَةِ فَقَسَمَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى ثَمَانِيَةَ عَشَرَ سَهْمًا وَكَانَ الْجَيْشُ أَلْفًا وَخَمْسَ مِائَةٍ فِيهِمْ ثَلَاثُ مِائَةِ فَارِسٍ فَأَعْطَى الْفَارِسَ سَهْمَيْنِ وَأَعْطَى الرَّاجِلَ سَهْمًا

3015. Dari Mujammi' bin Jariyah Al Anshari —salah satu qurra" Al Qur'an— ia berkata: Harta rampasan perang Khaibar (separuhnya) dibagikan kepada penduduk Hudaibiyah, sementara sisanya (delapan belas bagian) dibagikan kepada pasukan Islam yang waktu itu berjumlah seribu lima ratus tentara, termasuk di dalamnya terdapat tiga ratus tentara berkuda. Tentara berkuda mendapat dua bagian dan tentara yang berjalan kaki mendapat satu bagian." (Hasan)

Dari Ibnu Syihab Az-Zuhri: Sebagian daerah Khaibar diperoleh melalui kekerasan (peperangan) dan sebagian lainnya diperoleh melalui perdamaian (perjanjian). Pada benteng Al Kutaibah ini, kekerasan lebih mendominasi, biarpun sebagian benteng lain dapat dikuasai dengan jalur damai (perjanjian). Aku bertanya kepada Malik, "Apakah Al Kutaibah itu?" Malik menjawab, "Tanah Khaibar, di sana terdapat empat puluh ribu pohon kurma."

عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ بَلَغَنِي أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ افْتَتَحَ خَيْبَرَ عَنْوَةً بَعْدَ الْقِتَالِ وَنَزَلَ مَنْ نَزَلَ مِنْ أَهْلِهَا عَلَى الْجَلَاءِ بَعْدَ الْقِتَالِ

3018. Dari Ibnu Syihab Az-Zuhri, ia berkata: Seseorang telah menyampaikan hadits kepadaku (yang mengatakan) bahwa Rasulullah SAW menaklukkan daerah Khaibar setelah terlebih dahulu mengalami peperangan yang sengit. Setelah peperangan usai, beliau mengusir mereka dari Khaibar. {Shahih: Muttafaq 'Alaih)

Baris pertama hadits ini adalah riwayat Anas, sedangkan sisanya telah disebutkan pada hadits Ibnu Umar nomor 3005.

عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ خَمَّسَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْبَرَ ثُمَّ قَسَمَ سَائِرَهَا عَلَى مَنْ شَهِدَهَا وَمَنْ غَابَ عَنْهَا مِنْ أَهْلِ الْحُدَيْبِيَةِ

3019. Dari bin Syihab, ia berkata, "Rasulullah SAW mengambil seperlima (dari harta rampasan) Khaibar dan sisanya dibagikan kepada kaum muslim yang menyaksikan perang Khaibar dan tidak menyaksikan dari kelompok Hudaibiyah." (Hasan)

عَنْ عُمَرَ قَالَ لَوْلَا آخِرُ الْمُسْلِمِينَ مَا فُتِحَتْ قَرْيَةٌ إِلَّا قَسَمْتُهَا كَمَا قَسَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْبَرَ

3020. Dari Umar, ia berkata: Kalau saja umat Islam tidak sebanyak ini, tentu aku akan membagikan setiap daerah yang telah dibuka Islam sebagaimana Rasulullah SAW melakukan pembagian terhadap (tanah) Khaibar." (Shahih: Bukhari, 4236)

More about Shahih Sunan Abu Daud Kitab PAJAK, KEPEMIMPINAN DAN FAI 24. Ketentuan Tanah Khaibar