Tampilkan postingan dengan label SAD Kitab FITNAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SAD Kitab FITNAH. Tampilkan semua postingan

Shahih Sunan Abu Daud Kitab FITNAH 6. Larangan Keras Membunuh Orang Mukmin Karena Fitnah

Posted by Unknown on Jumat, 10 Mei 2013




عَنْ خَالِدِ بْنِ دِهْقَانَ قَالَ كُنَّا فِي غَزْوَةِ الْقُسْطَنْطِينِيَّةِ بِذُلُقْيَةَ فَأَقْبَلَ رَجُلُ مِنْ أَهْلِ فِلَسْطِينَ مِنْ أَشْرَافِهِمْ وَخِيَارِهِمْ يَعْرِفُونَ ذَلِكَ لَهُ يُقَالُ لَهُ هَانِئُ بْنُ كُلْثُومِ بْنِ شَرِيكٍ الْكِنَانِيُّ فَسَلَّمَ عَلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي زَكَرِيَّا وَكَانَ يَعْرِفُ لَهُ حَقَّهُ قَالَ لَنَا خَالِدٌ فَحَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي زَكَرِيَّا قَالَ سَمِعْتُ أُمَّ الدَّرْدَاءِ تَقُولُ سَمِعْتُ أَبَا الدَّرْدَاءِ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ كُلُّ ذَنْبٍ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَغْفِرَهُ إِلَّا مَنْ مَاتَ مُشْرِكًا أَوْ مُؤْمِنٌ قَتَلَ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا

4270. Dari Khalid bin Dihqan, ia berkata, "Ketika kami tengah dalam peperangan Al Qustantiniah yang berkecamuk di daerah Zuluqyah, kemudian datanglah seorang lelaki penduduk Palestina yang merupakan salah seorang petinggi kelompoknya (orang-orang mengenalinya dengan nama Hani bin Kultsum bin Syarik Al Kinani). Hani kemudian memberi salam kepada Abdullah bin Abu Zakaria yang mengerti mengenai kedudukan Hani yang terhormat. Kemudian Abdullah bin Abu Zakaria berkata kepada kami, 'Aku telah mendengar Ummu Darda' berkata, "Aku mendengar Abu Darda berkata, "Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Semua jenis dosa (jika Allah menghendakinya) maka akan diampuni, kecuali dosa orang yang mati dalam kondisi musyrik, atau juga seorang mukmin yang membunuh sesama mukmin secara sengaja '. "

عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ أَنَّهُ سَمِعَهُ يُحَدِّثُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَنْ قَتَلَ مُؤْمِنًا فَاعْتَبَطَ بِقَتْلِهِ لَمْ يَقْبَلْ اللَّهُ مِنْهُ صَرْفًا وَلَا عَدْلًا

Dari 'Ubadah bin Shamit, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, "Barangsiapa yang membunuh seorang mukmin secara zhalim, Allah tidak akan menerima taubat (ibadah fardhu) ataupun fidyah (ibadah nafilah)nya."

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَزَالُ الْمُؤْمِنُ مُعْنِقًا صَالِحًا مَا لَمْ يُصِبْ دَمًا حَرَامًا فَإِذَا أَصَابَ دَمًا حَرَامًا بَلَّحَ

Dari Abu Darda', bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Seorang mukmin akan tetap baik dan shalih selama ia tidak membunuh secara haram. Jika ia membunuh, maka ia telah terjerumus dalam kehancuran." Shahih: Ash-Shahihah (551), Ghayah AlMaram (441)

قَالَ خَالِدُ بْنُ دِهْقَانَ سَأَلْتُ يَحْيَى بْنَ يَحْيَى الْغَسَّانِيَّ عَنْ قَوْلِهِ اعْتَبَطَ بِقَتْلِهِ قَالَ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي الْفِتْنَةِ فَيَقْتُلُ أَحَدُهُمْ فَيَرَى أَنَّهُ عَلَى هُدًى لَا يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ يَعْنِي مِنْ ذَلِكَ قَالَ أَبُو دَاوُد فَاعْتَبَطَ يَصُبُّ دَمَهُ صَبًّا

4271. Dari Khalid bin Dahqan, ia berkata, "Aku bertanya kepada Yahya bin Yahya Al Ghassani tentang sabda Rasulullah SAW, 'Membunuh seorang mukmin secara zhalim', ia pun menjawab, 'Orang-orang mukmin yang saling bunuh karena fitnah, hingga salah seorang dari mereka membunuh dan meyakini bahwa dia dalam kebenaran hingga tidak memohon ampun kepada Allah. Yakni: dari pembunuhan tersebut. Abu Daud berkata, "kata I'tabatha berarti menumpahkan darah." Shahih: dengan sanad terputus (maqthu')

عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ قَالَ سَأَلْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ فَقَالَ لَمَّا نَزَلَتْ الَّتِي فِي الْفُرْقَانِ { وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ } قَالَ مُشْرِكُو أَهْلِ مَكَّةَ قَدْ قَتَلْنَا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ وَدَعَوْنَا مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَأَتَيْنَا الْفَوَاحِشَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ { إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ } فَهَذِهِ لِأُولَئِكَ قَالَ وَأَمَّا الَّتِي فِي النِّسَاءِ { وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ } الْآيَةَ قَالَ الرَّجُلُ إِذَا عَرَفَ شَرَائِعَ الْإِسْلَامِ ثُمَّ قَتَلَ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ لَا تَوْبَةَ لَهُ فَذَكَرْتُ هَذَا لِمُجَاهِدٍ فَقَالَ إِلَّا مَنْ نَدِمَ

4273. Dari Sa'id bin Khubair, ia berkata, "Aku pernah bertanya kepada Ibnu Abbas RA, ia pun berkata 'Ketika turun firman Allah, "Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar..." (Qs. Al Furqaan [25]: 68) maka beberapa orang dari kalangan kaum musyrik Mekah berkata, 'Kami telah membunuh jiwa seseorang (dengan cara) yang telah diharamkan Allah, lalu kami menyekutukan Allah dengan selain-Nya dan kami melakukan perbuatan yang keji.' Maka turunlah firman Allah, "Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. " (Qs. Al Furqaan [25]: 70) Ayat ini turun berkenaan dengan sikap kaum musyrikin tersebut.

Sedangkan firman Allah yang disebutkan dalam surah An-Nisaa' "Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu'min dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam... " (Qs. An-Nisaa' [4]: 93) adalah turun bagi seseorang yang telah mengetahui adanya syariat Islam kemudian ia tetap membunuh seorang mukmin secara sengaja. Hukuman baginya adalah neraka Jahanam, dan tidak ada taubat baginya.' Kemudian aku ceritakan perkataan Ibnu Abbas ini kepada Mujahid, dan ia pun berkata, 'kecuali bagi (pembunuh) yang benar-benar menyesali perbuatannya'." Shahih: Muttafaq 'Alaih

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ فِي هَذِهِ الْقِصَّةِ فِي { وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ } أَهْلِ الشِّرْكِ قَالَ وَنَزَلَ { يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ }

4274.  Dari Ibnu Abbas RA disebutkan juga kisah yang sama (dengan kisah hadits di atas) tentang firman Allah, "Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah." (Qs. Al Furqaan [25]: 68) adalah firman Allah yang diturunkan berkenaan dengan orang musyrik. Lalu Ibnu Abbas berkata, "Kemudian turunlah firman Allah, 'Katakanlah, 'Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah'. " (Qs. Az-Zumar [39]: 53) Shahih: Muttafaq 'Alaih

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ { وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا } قَالَ مَا نَسَخَهَا شَيْءٌ

4275. Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata, "Firman Allah, 'Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu'min dengan sengaja... " (Qs. An-Nisaa" [4]: 93) tidak pernah ternaskh (dihapuskan hukumnya) dengan ayat manapun." Shahih: Bukhari

عَنْ أَبِي مِجْلَزٍ فِي قَوْلِهِ { وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ } قَالَ هِيَ جَزَاؤُهُ فَإِنْ شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَتَجَاوَزَ عَنْهُ فَعَلَ

4276. Dari Abu Mijlaz, ia berkata tentang firman Allah, "Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam..." (Qs. An-Nisaa" [4]: 93), "Itulah hukuman yang layak didapatkan bagi pelakunya. Dan jika Allah hendak mengampuninya, maka Allah akan melakukannya." Shahih: Hadits hasan dengan sanad terputus (maqthu')

More about Shahih Sunan Abu Daud Kitab FITNAH 6. Larangan Keras Membunuh Orang Mukmin Karena Fitnah

Shahih Sunan Abu Daud Kitab FITNAH 7. Hal Yang Diharapkan dalam Kasus Pembunuhan

Posted by Unknown




عَنْ سَعِيدِ بْنِ زَيْدٍ قَالَ كُنَّا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ فِتْنَةً فَعَظَّمَ أَمْرَهَا فَقُلْنَا أَوْ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ لَئِنْ أَدْرَكَتْنَا هَذِهِ لَتُهْلِكَنَّا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَلَّا إِنَّ بِحَسْبِكُمْ الْقَتْلَ قَالَ سَعِيدٌ فَرَأَيْتُ إِخْوَانِي قُتِلُوا

4277. Dari Sa'id bin Zaid, ia berkata, "Ketika kami bersama Rasululiah SAW, dan beliau tengah menyampaikan tentang terjadinya fitnah serta menggambarkan mengenai besarnya kejadian tersebut, maka kami berkata kepada beliau, 'Wahai Rasululiah, jika itu menimpa kami, maka akan hancurlah kami.' Lalu Rasulullah bersabda, 'Tidak, (melainkan) jika kalian dapat menjaga diri dari pembunuhan (tidak membunuh orang lain dengan keji).' Aku kemudian melihat banyak kawanku yang terbunuh {syahid dalam peperangan di jalan Allah)." Shahih: Ash-Shahihah (1346)

عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُمَّتِي هَذِهِ أُمَّةٌ مَرْحُومَةٌ لَيْسَ عَلَيْهَا عَذَابٌ فِي الْآخِرَةِ عَذَابُهَا فِي الدُّنْيَا الْفِتَنُ وَالزَّلَازِلُ وَالْقَتْلُ

4278. Dari Abu Musa, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Umatku ini adalah umat terhormat (terjaga dan dirahmati) yang tidak akan disiksa di Akhirat kelak. Siksaan bagi umatku hanya akan menimpa ketika di dunia, (yakni siksa akibat) fitnah, gempa bumi dan peperangan (mati syahid terbunuh)'." Shahih: Ash-Shahihah (1959)

More about Shahih Sunan Abu Daud Kitab FITNAH 7. Hal Yang Diharapkan dalam Kasus Pembunuhan

Shahih Sunan Abu Daud Kitab FITNAH 3. Himbauan untuk Menjaga Lidah (Lisan)

Posted by Unknown




مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى بْنِ الطَّبَّاعِ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْقُدُّوسِ قَالَ زِيَادٌ سِيْمِينُ كُوشَ

4266. Muhammad bin 'Isa bin Ath-Thabba' telah mengatakan kepada kami, "Abdullah bin Abdul Quddus telah mengatakan kepada kami, 'Ziad itu telinganya putih'." (syaikh al-albani mendiamkan hadits ini -ed)

More about Shahih Sunan Abu Daud Kitab FITNAH 3. Himbauan untuk Menjaga Lidah (Lisan)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab FITNAH 4. Dispensasi Fitnah yang Dilakukan oleh Orang Badui

Posted by Unknown




عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ أَنْ يَكُونَ خَيْرَ مَالِ الْمُسْلِمِ غَنَمٌ يَتَّبِعُ بِهَا شَغَفَ الْجِبَالِ وَمَوَاقِعَ الْقَطْرِ يَفِرُّ بِدِينِهِ مِنْ الْفِتَنِ

4267. Dari Abu Sa'id Al Khudri, ia berkata, "Rasulullah bersabda, 'Nyaris saja (akan datang suatu masa) dimana harta yang terbaik milik seorang muslim adalah seekor kambing yang dapat menuntunnya menuju puncak pegunungan dan daerah hujan, menyelamatkan diri dengan agamanya (keimananya) dari fitnah''." Shahih: Bukhari (19)

More about Shahih Sunan Abu Daud Kitab FITNAH 4. Dispensasi Fitnah yang Dilakukan oleh Orang Badui

Shahih Sunan Abu Daud Kitab FITNAH 5. Larangan Saling Bunuh Karena Motif Fitnah

Posted by Unknown




عَنْ الْأَحْنَفِ بْنِ قَيْسٍ قَالَ خَرَجْتُ وَأَنَا أُرِيدُ يَعْنِي فِي الْقِتَالِ فَلَقِيَنِي أَبُو بَكْرَةَ فَقَالَ ارْجِعْ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا تَوَاجَهَ الْمُسْلِمَانِ بِسَيْفَيْهِمَا فَالْقَاتِلُ وَالْمَقْتُولُ فِي النَّارِ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا الْقَاتِلُ فَمَا بَالُ الْمَقْتُولِ قَالَ إِنَّهُ أَرَادَ قَتْلَ صَاحِبِهِ

4268. Dari Al Ahnaf bin Qais, ia berkata, "Aku pergi hendak berperang (berkelahi) untuk menghadapi Abu Bakrah, ia pun berkata, 'Pulanglah kembali, karena aku sungguh telah mendengar Rasulullah bersabda, "Jika dua orang muslim saling berhadapan dengan pedang masing-masing (berkelahi), maka si pembunuh dan korban yang terbunuh akan ditempatkan di dalam neraka." Abu Bakrah berkata kepada Rasulullah, 'Wahai Rasulullah, ini balasan yang layak bagi si pembunuh, namun bagaimana dengan bagi korbannya (yang terbunuh)?' Rasulullah menjawab, '(Sama saja) karena ia berhasrat untuk membunuh sahabatnya itu'. " Shahih: Muttafaq 'Alaih

عَنْ الْحَسَنِ بِإِسْنَادِهِ وَمَعْنَاهُ مُخْتَصَرًا

4269. Dari Al Hasan disebutkan pula (hadits yang serupa) dengan sanadnya dan makna hadits yang sama, secara ringkas. (Tidak di Tahqiq)

More about Shahih Sunan Abu Daud Kitab FITNAH 5. Larangan Saling Bunuh Karena Motif Fitnah

Shahih Sunan Abu Daud Kitab FITNAH 1. Fitnah dan Dalil-dalilnya

Posted by Unknown



عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ قَامَ فِينَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَائِمًا فَمَا تَرَكَ شَيْئًا يَكُونُ فِي مَقَامِهِ ذَلِكَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ إِلَّا حَدَّثَهُ حَفِظَهُ مَنْ حَفِظَهُ وَنَسِيَهُ مَنْ نَسِيَهُ قَدْ عَلِمَهُ أَصْحَابُهُ هَؤُلَاءِ وَإِنَّهُ لَيَكُونُ مِنْهُ الشَّيْءُ فَأَذْكُرُهُ كَمَا يَذْكُرُ الرَّجُلُ وَجْهَ الرَّجُلِ إِذَا غَابَ عَنْهُ ثُمَّ إِذَا رَآهُ عَرَفَهُ

4240. Dari Hudzaifah, ia berkata, "Rasulullah SAW pernah berdiri di tengah-tengah kami, beliau tidak meninggalkan suatu pembahasan pun pada tempatnya, hingga terjadinya hari Kiamat, melainkan beliau telah menjelaskannya. Semua itu terus diingat oleh orang-orang yang mengingatnya dan dilupakan oleh yang melupakannya, hal itu juga telah diketahui oleh para sahabat beliau. Sementara aku akan senantiasa mengingatnya begitu sedikit disinggung sesuatu tentangnya (hal-hal tersebut), seperti orang yang mengingat wajah seseorang yang telah pergi darinya, kemudian jika ia bertemu maka akan mengenalinya. (Shahih: Muttafaq 'Alaih)

عَنْ عُمَيْرِ بْنِ هَانِئٍ الْعَنْسِيِّ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ يَقُولُ كُنَّا قُعُودًا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ فَذَكَرَ الْفِتَنَ فَأَكْثَرَ فِي ذِكْرِهَا حَتَّى ذَكَرَ فِتْنَةَ الْأَحْلَاسِ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا فِتْنَةُ الْأَحْلَاسِ قَالَ هِيَ هَرَبٌ وَحَرْبٌ ثُمَّ فِتْنَةُ السَّرَّاءِ دَخَنُهَا مِنْ تَحْتِ قَدَمَيْ رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يَزْعُمُ أَنَّهُ مِنِّي وَلَيْسَ مِنِّي وَإِنَّمَا أَوْلِيَائِي الْمُتَّقُونَ ثُمَّ يَصْطَلِحُ النَّاسُ عَلَى رَجُلٍ كَوَرِكٍ عَلَى ضِلَعٍ ثُمَّ فِتْنَةُ الدُّهَيْمَاءِ لَا تَدَعُ أَحَدًا مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ إِلَّا لَطَمَتْهُ لَطْمَةً فَإِذَا قِيلَ انْقَضَتْ تَمَادَتْ يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيهَا مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا حَتَّى يَصِيرَ النَّاسُ إِلَى فُسْطَاطَيْنِ فُسْطَاطِ إِيمَانٍ لَا نِفَاقَ فِيهِ وَفُسْطَاطِ نِفَاقٍ لَا إِيمَانَ فِيهِ فَإِذَا كَانَ ذَاكُمْ فَانْتَظِرُوا الدَّجَّالَ مِنْ يَوْمِهِ أَوْ مِنْ غَدِهِ

4242. Dari 'Umair bin Hani' Al 'Ansi, ia bertutur bahwa ia mendengar Abdullah bin 'Umar berkata, "Suatu saat kami sedang duduk bersama Rasulullah SAW. Beliau berbicara tentang fitnah-fitnah dan beliau juga memperbanyak ceritanya, sampai beliau berkisah tentang fitnah Al Ahlas. Maka seseorang bertanya, 'Apakah itu fitnah Al Ahlas? Rasulullah menjawab, (Yaitu fitnah) ketika orang-orang saling bermusuhan dan terjadi pertempuran. Kemudian fitnah kesenangan yang asap fitnahnya akan disulut dari sela-sela kaki seseorang dari kalangan ahlul bait, ia mengaku keturunanku, padahal ia bukan dariku. Sesungguhnya para waliku adalah seseorang yang bertakwa. Lalu, orang-orang berdamai pada satu orang layaknya pangkal paha yang bertumpuk di tulang rusak (bersepakat dengan sesuatu yang tidak mungkin dilakukan). Kemudian fitnah buruk orang buta (dengan kekuasaan) yang membuat semua orang tidak akan luput dari pukulannya di wajah (bencana yang disebabkannya). Dan ketika fitnah itu dianggap telah usai, ternyata fitnah itu justru kian berlanjut. Hingga seorang lelaki akan beriman dipagi hari, kemudian ia menjadi kafir di sore harinya. Lalu manusia akan terbagi menjadi dua kelompok, sekelompok orang yang benar-benar beriman tanpa kemunafikan dalam keimanan mereka, dan kelompok orang yang penuh dengan kemunafikan dalam imannya. Dan jika kalian mengalami kondisi itu, maka tunggulah kedatangan Dajjal di hari itu atau keesokan harinya. " (Shahih : As-Shahihah 972)

عَنْ سُبَيْعِ بْنِ خَالِدٍ قَالَ أَتَيْتُ الْكُوفَةَ فِي زَمَنِ فُتِحَتْ تُسْتَرُ أَجْلُبُ مِنْهَا بِغَالًا فَدَخَلْتُ الْمَسْجِدَ فَإِذَا صَدْعٌ مِنْ الرِّجَالِ وَإِذَا رَجُلٌ جَالِسٌ تَعْرِفُ إِذَا رَأَيْتَهُ أَنَّهُ مِنْ رِجَالِ أَهْلِ الْحِجَازِ قَالَ قُلْتُ مَنْ هَذَا فَتَجَهَّمَنِي الْقَوْمُ وَقَالُوا أَمَا تَعْرِفُ هَذَا هَذَا حُذَيْفَةُ بْنُ الْيَمَانِ صَاحِبُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ حُذَيْفَةُ إِنَّ النَّاسَ كَانُوا يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْخَيْرِ وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنْ الشَّرِّ فَأَحْدَقَهُ الْقَوْمُ بِأَبْصَارِهِمْ فَقَالَ إِنِّي أَرَى الَّذِي تُنْكِرُونَ إِنِّي قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ هَذَا الْخَيْرَ الَّذِي أَعْطَانَا اللَّهُ أَيَكُونُ بَعْدَهُ شَرٌّ كَمَا كَانَ قَبْلَهُ قَالَ نَعَمْ قُلْتُ فَمَا الْعِصْمَةُ مِنْ ذَلِكَ قَالَ السَّيْفُ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ثُمَّ مَاذَا يَكُونُ قَالَ إِنْ كَانَ لِلَّهِ خَلِيفَةٌ فِي الْأَرْضِ فَضَرَبَ ظَهْرَكَ وَأَخَذَ مَالَكَ فَأَطِعْهُ وَإِلَّا فَمُتْ وَأَنْتَ عَاضٌّ بِجِذْلِ شَجَرَةٍ قُلْتُ ثُمَّ مَاذَا قَالَ ثُمَّ يَخْرُجُ الدَّجَّالُ مَعَهُ نَهْرٌ وَنَارٌ فَمَنْ وَقَعَ فِي نَارِهِ وَجَبَ أَجْرُهُ وَحُطَّ وِزْرُهُ وَمَنْ وَقَعَ فِي نَهْرِهِ وَجَبَ وِزْرُهُ وَحُطَّ أَجْرُهُ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ مَاذَا قَالَ ثُمَّ هِيَ قِيَامُ السَّاعَةِ

4244. Dari Subayi' bin Khalid, ia berkata, "Aku pernah datang ke kota Kufah saat penaklukkan kota Turtas (wilayah dekat Khurasan) tempat aku biasa mengambil domba. Lalu aku masuk masjid yang saat itu kulihat seorang lelaki setengah baya, dari penampilannya dapat diketahui —jika kamu memandangnya—- ia layaknya lelaki pendatang dari Hijaz. Lalu aku bertanya, 'Siapakah lelaki ini?' Orang-orang melihatku dengan wajah kurang suka, kemudian mereka menjawab, 'Sungguhkah kamu tidak mengenali lelaki ini? Dia adalah Hudzaifah bin Al Yaman, salah seorang sahabat Rasulullah SAW.' Lalu Hudzaifah berkata, 'Orang-orang biasa bertanya kepada Rasulullah tentang hal-hal kebaikan, tetapi aku justru bertanya kepada beliau tentang hal-hal buruk (yang akan terjadi).' Dengan pandangan tajam orang-orang pun memperhatikan Hudzaifah, lalu ia berkata, 'Aku tahu apa yang kalian gundahkan. Sesungguhnya aku pernah berkata kepada Rasulullah, 'Wahai Rasulullah, terangkanlah kepadaku bagaimana pendapatmu tentang Islam yang telah Allah anugerahkan kepada kami, apakah Islam akan menghadapi keburukan (Jahiliah) seperti yang dulu pernah dihadapi?' Rasulullah pun menjawab, 'Ya.'Maka aku berkata, 'Lalu bagaimana cara Islam menghadapinya?' Beliau menjawab, '(Dengan) pedang!' Maka aku berkata, 'Wahai Rasulullah, lalu apakah selain itu?' Beliau menjawab, 'Jika Allah memiliki seorang khalifah di bumi ini, kemudian ia menzhalimimu dan mengambil sesuatu yang menjadi hakmu, maka (tidak ada pilihan) selain kamu harus menaatinya. Jika tidak, maka kamu akan mati sambil menggigit batang pohon.' Lalu aku bertanya kepada beliau, 'Lalu apa lagi, wahai Rasulullah?' Beliau menjawab, 'Kemudian akan keluar Dajjal membawa sungai dan parit-parit dari api. Barangsiapa terjatuh ke dalam parit api Dajjal tersebut, maka ia akan diberi pahala dan dosa-dosanya pun akan diampuni. Dan barangsiapa terjatuh ke dalam sungai yang dibawa Dajjal, maka ia berdosa dan akan diangkat semua pahala kebaikannya'." ( Hasan: Ash-Shahihah (1791)

عَنْ خَالِدِ بْنِ خَالِدٍ الْيَشْكُرِيِّ بِهَذَا الْحَدِيثِ قَالَ قُلْتُ بَعْدَ السَّيْفِ قَالَ بَقِيَّةٌ عَلَى أَقْذَاءٍ وَهُدْنَةٌ عَلَى دَخَنٍ ثُمَّ سَاقَ الْحَدِيثَ قَالَ وَكَانَ قَتَادَةُ يَضَعُهُ عَلَى الرِّدَّةِ الَّتِي فِي زَمَنِ أَبِي بَكْرٍ عَلَى أَقْذَاءٍ يَقُولُ قَذًى وَهُدْنَةٌ يَقُولُ صُلْحٌ عَلَى دَخَنٍ عَلَى ضَغَائِنَ

4245. Dari Khalid bin Khalid Al Yasykuri menyebutkannya hadits yang sama dengan di atas. Hudzaifah berkata, "Lalu apa lagi, wahai Rasulullah? (selain pedang)" Rasulullah menjawab, "Sisa kotoran mata dan keburukan berkedok kedamaian. " Kemudian menyebutkan hadits selengkapnya. Khalid mengatakan bahwa Qatadah menganalogikan "sisa kotoran mata" sebagai pedang yang dapat dipergunakan dalam membasmi kasus riddah (pemurtadan) yang terjadi di zaman Abu Bakar RA. Dan "Keburukan berkedok kedamaian" sebagai upaya damai yang menipu. (Hasan: ibid.)

عَنْ نَصْرِ بْنِ عَاصِمٍ اللَّيْثِيِّ قَالَ أَتَيْنَا الْيَشْكُرِيَّ فِي رَهْطٍ مِنْ بَنِي لَيْثٍ فَقَالَ مَنْ الْقَوْمُ قُلْنَا بَنُو لَيْثٍ أَتَيْنَاكَ نَسْأَلُكَ عَنْ حَدِيثِ حُذَيْفَةَ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ بَعْدَ هَذَا الْخَيْرِ شَرٌّ قَالَ فِتْنَةٌ وَشَرٌّ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ بَعْدَ هَذَا الشَّرِّ خَيْرٌ قَالَ يَا حُذَيْفَةُ تَعَلَّمْ كِتَابَ اللَّهِ وَاتَّبِعْ مَا فِيهِ ثَلَاثَ مِرَارٍ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ بَعْدَ هَذَا الشَّرِّ خَيْرٌ قَالَ هُدْنَةٌ عَلَى دَخَنٍ وَجَمَاعَةٌ عَلَى أَقْذَاءٍ فِيهَا أَوْ فِيهِمْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ الْهُدْنَةُ عَلَى الدَّخَنِ مَا هِيَ قَالَ لَا تَرْجِعُ قُلُوبُ أَقْوَامٍ عَلَى الَّذِي كَانَتْ عَلَيْهِ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَبَعْدَ هَذَا الْخَيْرِ شَرٌّ قَالَ فِتْنَةٌ عَمْيَاءُ صَمَّاءُ عَلَيْهَا دُعَاةٌ عَلَى أَبْوَابِ النَّارِ فَإِنْ تَمُتْ يَا حُذَيْفَةُ وَأَنْتَ عَاضٌّ عَلَى جِذْلٍ خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ تَتَّبِعَ أَحَدًا مِنْهُمْ

4246. Dari Nashr bin 'Ashim Al-Laits, ia berkata, "Kami pernah mendatangi Al Yasykuri bersama kafilah Bani Laits. Ia bertanya, 'Siapakah orang-orang itu?' Kami menjawab, 'Bani Laits. Kami mendatangimu untuk menanyakan perihal ucapan Hudzaifah'." (Dalam riwayat ini kemudian disebutkan rinci dialog ini). Hudzaifah bertanya kepada Rasulullah, "Wahai Rasulullah, apakah setelah datangnya Islam akan ada keburukan lain?" Beliau menjawab, "Fitnah dan keburukan. "Hudzaifah berkata, "Aku bertanya lagi kepada beliau, 'Wahai Rasulullah, apakah setelah datangnya Islam akan ada keburukan lain?' Beliau menjawab, Wahai Hudzaifah, pelajarilah Al Qur'an dan ikuti ajaran yang ada di dalamnya!' Beliau mengatakannya tiga kali'." Hudzaifah berkata, "Aku bertanya lagi kepada beliau, 'Wahai Rasulullah, apakah setelah datangnya Islam akan ada keburukan lain?' Beliau menjawab, ''Keburukan berkedok kedamaian dan kelompok yang terselimuti kekufuran dan anggota kelompoknya pun terselimuti olehnya."Hudzaifah berkata, "Aku berkata, 'Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan keburukan berkedok kedamaian?' Beliau menjawab, 'Ketika hati seluruh kaum sudah tidak dapat lagi kembali kepada kebaikan sedia kala.' Maka aku bertanya lagi, 'Apakah setelah Islam datang akan ada keburukan lain yang akan kembali datang?' Beliau menjawab, 'Fitnah orang buta dan tuli (akan kebenaran), dan fitnah itu memiliki pemanggil yang berada di atas pintu neraka. Jika kamu mati, wahai Hudzaifah, dalam kondisi menggigit batang pohon sekalipun, itu lebih baik daripada kamu mengikuti mereka'. " (Hasan: ibid.)

عَنْ حُذَيْفَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ يَوْمَئِذٍ خَلِيفَةً فَاهْرُبْ حَتَّى تَمُوتَ فَإِنْ تَمُتْ وَأَنْتَ عَاضٌّ وَقَالَ فِي آخِرِهِ قَالَ قُلْتُ فَمَا يَكُونُ بَعْدَ ذَلِكَ قَالَ لَوْ أَنَّ رَجُلًا نَتَجَ فَرَسًا لَمْ تُنْتَجْ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ

4247. Dari Hudzaifah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Jika (saat Hari Kiamat datang) engkau tidak mendapati seorang pemimpin (yang adil), maka kaburlah hingga kamu akan menemui ajalmu sendiri, dan jika kamu mati, maka kamu akan mati dalam kondisi tengah menggigit sesuatu."Disebutkan pada akhir percakapannya, Hudzaifah berkata, "Aku bertanya lagi, 'Lalu apa yang terjadi setelah itu (wahai Rasulullah)?' Beliau menjawab, '(Saat itu, ketika Kiamat akan tiba,) andai seseorang tengah mengawinkan kuda tunggangannya, maka tidaklah kuda itu akan mampu bereproduksi (sehingga kiamat menjelang) '. "Hasan: ibid.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ بَايَعَ إِمَامًا فَأَعْطَاهُ صَفْقَةَ يَدِهِ وَثَمَرَةَ قَلْبِهِ فَلْيُطِعْهُ مَا اسْتَطَاعَ فَإِنْ جَاءَ آخَرُ يُنَازِعُهُ فَاضْرِبُوا رَقَبَةَ الْآخَرِ قُلْتُ أَنْتَ سَمِعْتَ هَذَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَمِعَتْهُ أُذُنَايَ وَوَعَاهُ قَلْبِي قُلْتُ هَذَا ابْنُ عَمِّكَ مُعَاوِيَةُ يَأْمُرُنَا أَنْ نَفْعَلَ وَنَفْعَلَ قَالَ أَطِعْهُ فِي طَاعَةِ اللَّهِ وَاعْصِهِ فِي مَعْصِيَةِ اللَّهِ

4248. Dari Abdullah bin Amr, bahwa Nabi SAW bersabda, "Seseorang yang telah membaiat seorang imam (pemimpin) dan telah menjabatkan tangan serta menyatakan keikhlasan hati (untuk loyal), maka hendaknya ia menaati pemimpinnya itu semampunya. Dan jika ada orang lain yang datang melawan pemimpin tersebut, maka bunuhlah orang itu. "Aku (Abdullah bin Amr) berkata, "Apakah kamu (orang yang menukil sabda nabi itu) benar-benar mendengar ucapan ini dari Rasulullah SAW?" Ia (Abdurrahman, orang yang menukil ucapan Rasulullah) menjawab, "Aku benar-benar mendengarnya dengan kedua telingaku ini dan hatiku pun terus mengingatnya!" Maka aku (Abdullah bin Amr) berkata, "Keponakanmu ini (Mu'awiyah) telah memerintahkan sesuatu kepada kita, maka kita harus melaksanakannya!" Abdurrahman berkata, "Patuhilah ia dalam ketaatan kepada Allah dan untunglah ia dalam kemaksiatan kepada-Nya." ( Shahih: Muslim)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَيْلٌ لِلْعَرَبِ مِنْ شَرٍّ قَدْ اقْتَرَبَ أَفْلَحَ مَنْ كَفَّ يَدَهُ

4249. Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Celakalah bagi orang-orang Arab dari keburukan yang kian mendekat. Beruntunglah orang yang dapat lepas darinya (keburukan itu)." Shahih: Al Misykah (5404), Muttafaq 'Alaih dari riwayat Zainab tanpa redaksi "aflaha.."

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ الْمُسْلِمُونَ أَنْ يُحَاصَرُوا إِلَى الْمَدِينَةِ حَتَّى يَكُونَ أَبْعَدَ مَسَالِحِهِمْ سَلَاحِ

4250. Dari Ibnu Umar RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Nyaris saja kaum muslimin dipukul mundur oleh musuh ke Madinah hingga daerah Salah." Shahih: Al Misykah (5427) tahqiq kedua

عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ وَسَلَاحِ قَرِيبٌ مِنْ خَيْبَرَ

4251. Dari Az-Zuhri, ia berkata, "Yang disebut dengan Salah adalah sebuah tempat dekat Khaibar." Shahih: dengan sanad terputus (maqthu')

عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ زَوَى لِي الْأَرْضَ أَوْ قَالَ إِنَّ رَبِّي زَوَى لِي الْأَرْضَ فَرَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا وَإِنَّ مُلْكَ أُمَّتِي سَيَبْلُغُ مَا زُوِيَ لِي مِنْهَا وَأُعْطِيتُ الْكَنْزَيْنِ الْأَحْمَرَ وَالْأَبْيَضَ وَإِنِّي سَأَلْتُ رَبِّي لِأُمَّتِي أَنْ لَا يُهْلِكَهَا بِسَنَةٍ بِعَامَّةٍ وَلَا يُسَلِّطَ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ سِوَى أَنْفُسِهِمْ فَيَسْتَبِيحَ بَيْضَتَهُمْ وَإِنَّ رَبِّي قَالَ لِي يَا مُحَمَّدُ إِنِّي إِذَا قَضَيْتُ قَضَاءً فَإِنَّهُ لَا يُرَدُّ وَلَا أُهْلِكُهُمْ بِسَنَةٍ بِعَامَّةٍ وَلَا أُسَلِّطُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ سِوَى أَنْفُسِهِمْ فَيَسْتَبِيحَ بَيْضَتَهُمْ وَلَوْ اجْتَمَعَ عَلَيْهِمْ مِنْ بَيْنِ أَقْطَارِهَا أَوْ قَالَ بِأَقْطَارِهَا حَتَّى يَكُونَ بَعْضُهُمْ يُهْلِكُ بَعْضًا وَحَتَّى يَكُونَ بَعْضُهُمْ يَسْبِي بَعْضًا وَإِنَّمَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي الْأَئِمَّةَ الْمُضِلِّينَ وَإِذَا وُضِعَ السَّيْفُ فِي أُمَّتِي لَمْ يُرْفَعْ عَنْهَا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَلْحَقَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِي بِالْمُشْرِكِينَ وَحَتَّى تَعْبُدَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِي الْأَوْثَانَ وَإِنَّهُ سَيَكُونُ فِي أُمَّتِي كَذَّابُونَ ثَلَاثُونَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ نَبِيٌّ وَأَنَا خَاتَمُ النَّبِيِّينَ لَا نَبِيَّ بَعْدِي وَلَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي عَلَى الْحَقِّ قَالَ ابْنُ عِيسَى ظَاهِرِينَ ثُمَّ اتَّفَقَا لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ

4252. Dari Tsauban, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya Allah telah mendekatkan dunia ini bagiku. (Dalam riwayat lain disebutkan, 'Sesungguhnya Tuhanku telah mendekatkan bagiku dunia ini.') Hingga aku dapat melihat ujung barat dan timurnya. Sesungguhnya kekuasaan umatku akan mencapai jarak itu. Dan aku telah diberi dua buah harta simpanan, satu berwarna merah dan satu berwarna putih (emas dan permata), aku telah mengharap Tuhanku agar semua itu tidak dihancurkan demi umatku dengan masa satu tahun musim kering, dan tidak ada musuh yang dapat mengalahkan mereka kecuali lantaran kesalahan mereka (umatku) sendiri hingga hilanglah harta yang berwarna putih (permata) itu. Sesungguhnya Tuhanku telah berkata kepadaku, 'Wahai Muhammad, jika Aku telah memutuskan suatu keputusan, maka itu tidak dapat ditolak. Dan aku tidak akan membiarkan kalian hancur dalam masa satu tahun musim kering, dan tidak membiarkan para musuh mengalahkan kalian kecuali sebab diri mereka sendiri hingga hilanglah harta yang berwarna putih (permata) itu. Walau musuh berkumpul dari segala penjuru (dalam riwayat lain disebutkan, "berkumpul di segala penjuru") hingga kemudian mereka saling menghancurkan diri mereka sendiri (saling memerangi) dan saling menawan.' Yang aku khawatirkan dari umatku adalah orang-orang yang sesat (dengan bid'ah), yang jika sebuah pedang diletakkan di dalam umatku ia tidak akan digunakan hingga datangnya Hari Kiamat. Dan Hari Kiamat tidak akan pernah terjadi hingga beberapa kaum dari umatku menjadi musyrik, dan beberapa kaum dari umatku benar-benar menyembah berhala. Dan di antara umatku akan ada para penipu yang berjumlah tiga puluh orang yang semuanya mengklaim dirinya sebagai nabi. (Padahal) aku adalah penutup para nabi dan tidak ada nabi lagi setelahku. (Pada saat yang bersamaan) ada beberapa kalangan dari umatku yang berpegang dengan kebaikan. Merekalah yang akan mengalahkan kebatilan, dan mereka tidak akan mampu terkalahkan oleh siapapun hingga Allah datang dengan kuasa-Nya." Shahih: ibid.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَدُورُ رَحَى الْإِسْلَامِ لِخَمْسٍ وَثَلَاثِينَ أَوْ سِتٍّ وَثَلَاثِينَ أَوْ سَبْعٍ وَثَلَاثِينَ فَإِنْ يَهْلَكُوا فَسَبِيلُ مَنْ هَلَكَ وَإِنْ يَقُمْ لَهُمْ دِينُهُمْ يَقُمْ لَهُمْ سَبْعِينَ عَامًا قَالَ قُلْتُ أَمِمَّا بَقِيَ أَوْ مِمَّا مَضَى قَالَ مِمَّا مَضَى

4254. Dari Abdullah bin Mas'ud RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Raha (peperangan) islam akan berkobar pada tahun tiga puluh lima, tiga puluh enam, atau tiga puluh tujuh. Apabila mereka binasa, maka itulah jalan orang-orang yang binasa, namun apabila mereka menegakkan agamanya, maka akan bertahan hingga tahun ke tujuh puluh."Lalu aku bertanya, "Akankah kurang dari itu atau lebih?" Beliau menjawab, "Lebih dari itu." Shahih: Ash-Shahihah (976)

أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَقَارَبُ الزَّمَانُ وَيَنْقُصُ الْعِلْمُ وَتَظْهَرُ الْفِتَنُ وَيُلْقَى الشُّحُّ وَيَكْثُرُ الْهَرْجُ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَّةُ هُوَ قَالَ الْقَتْلُ الْقَتْلُ

4255. Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Akhir zaman kian mendekat, (saat itu) ilmu akan kian berkurang dan fitnah pun kian mengemuka, kebakhilan kian merebak dan pembunuhan kian marak.' Lalu ada seseorang yang bertanya, 'Wahai Rasulullah, apa maksudnya?' Beliau menjawab, 'Pembunuhan dan pembunuhan'. " Shahih: Muttafaq 'Alaih

More aboutShahih Sunan Abu Daud Kitab FITNAH 1. Fitnah dan Dalil-dalilnya

Shahih Sunan Abu Daud Kitab FITNAH 2. Larangan Upaya Melakukan Fitnah

Posted by Unknown




مُسْلِمُ بْنُ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّهَا سَتَكُونُ فِتْنَةٌ يَكُونُ الْمُضْطَجِعُ فِيهَا خَيْرًا مِنْ الْجَالِسِ وَالْجَالِسُ خَيْرًا مِنْ الْقَائِمِ وَالْقَائِمُ خَيْرًا مِنْ الْمَاشِي وَالْمَاشِي خَيْرًا مِنْ السَّاعِي قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا تَأْمُرُنِي قَالَ مَنْ كَانَتْ لَهُ إِبِلٌ فَلْيَلْحَقْ بِإِبِلِهِ وَمَنْ كَانَتْ لَهُ غَنَمٌ فَلْيَلْحَقْ بِغَنَمِهِ وَمَنْ كَانَتْ لَهُ أَرْضٌ فَلْيَلْحَقْ بِأَرْضِهِ قَالَ فَمَنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ شَيْءٌ مِنْ ذَلِكَ قَالَ فَلْيَعْمِدْ إِلَى سَيْفِهِ فَلْيَضْرِبْ بِحَدِّهِ عَلَى حَرَّةٍ ثُمَّ لِيَنْجُ مَا اسْتَطَاعَ النَّجَاءَ

4256. Dari Abu Bakrah, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Fitnah akan terjadi, (saat) orang yang bangun dari tidur akan menjadi lebih baik daripada orang yang duduk, dan orang yang duduk lebih baik dari orang yang berdiri, dan orang yang berdiri lebih baik daripada orang yang berjalan kaki, dan orang yang berjalan kaki lebih baik dari orang yang berlari-lari kecil'." Abu Bakrah berkata, "Wahai Rasulullah, apa yang kiranya akan engkau perintahkan kepadaku?" Beliau menjawab, "(Jika saat itu datang, maka) yang memiliki unta bersegeralah mengambil untanya, yang memiliki kambing maka ambillah kambingnya itu, dan bagi yang memiliki sebidang tanah maka pergunakanlah tanahnya itu. "Abu Bakrah berkata, "Lalu bagaimana bagi orang yang tidak memiliki apa-apa?" Beliau menjawab, "Hendaknya ia berpegang kepada pedangnya dan menancapkan pedangnya itu di tanah bebatuan, kemudian hendaknya ia mencari perlindungan untuk keselamatan nya." Shahih: Muslim.

أَنَّهُ سَمِعَ سَعْدَ بْنَ أَبِي وَقَّاصٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي هَذَا الْحَدِيثِ قَالَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ دَخَلَ عَلَيَّ بَيْتِي وَبَسَطَ يَدَهُ لِيَقْتُلَنِي قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُنْ كَابْنَيْ آدَمَ وَتَلَا يَزِيدُ { لَئِنْ بَسَطْتَ إِلَيَّ يَدَكَ }

4257. Dari Sa'd bin Abu Waqqash RA, dari Nabi SAW... (dengan menyebutkan hadits yang sama). Sa'id berkata, "Aku berkata, 'Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika seseorang masuk ke dalam rumahku dan ia hendak membunuhku?" Rasulullah menjawab, "Jadilah engkau seperti manusia yang sempurna." Kemudian Yazid membaca firman Allah, "Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam. " (Qs. Al Maa'idah [5]: 28) Shahih: Al lrwa, (8/104)

عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيهَا مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا وَيُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا الْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ الْقَائِمِ وَالْمَاشِي فِيهَا خَيْرٌ مِنْ السَّاعِي فَكَسِّرُوا قِسِيَّكُمْ وَقَطِّعُوا أَوْتَارَكُمْ وَاضْرِبُوا سُيُوفَكُمْ بِالْحِجَارَةِ فَإِنْ دُخِلَ يَعْنِي عَلَى أَحَدٍ مِنْكُمْ فَلْيَكُنْ كَخَيْرِ ابْنَيْ آدَمَ

4259. Dari Abu Musa Al Asy'ari, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya ketika Hari Kiamat mendekat, akan terjadi fitnah yang datang seperti gelapnya malam. Seseorang akan beriman di pagi hari dan menjadi kafir di sore harinya, orang yang duduk akan menjadi lebih baik daripada orang yang berdiri, orang yang berjalan lebih baik daripada yang berlari-lari kecil. Maka (saat itu) patahkanlah anak panah kalian dan potonglah tali busur kalian, tancapkanlah pedang-pedang kalian di batu (tidak melawan). Dan jika ada seseorang mendatangi kalian (untuk membunuh kalian), maka bersikaplah seperti sebaik-baiknya manusia." Shahih.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الصَّامِتِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أَبَا ذَرٍّ قُلْتُ لَبَّيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَسَعْدَيْكَ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ قَالَ فِيهِ كَيْفَ أَنْتَ إِذَا أَصَابَ النَّاسَ مَوْتٌ يَكُونُ الْبَيْتُ فِيهِ بِالْوَصِيفِ يَعْنِي الْقَبْرَ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ أَوْ قَالَ مَا خَارَ اللَّهُ لِي وَرَسُولُهُ قَالَ عَلَيْكَ بِالصَّبْرِ أَوْ قَالَ تَصْبِرُ ثُمَّ قَالَ لِي يَا أَبَا ذَرٍّ قُلْتُ لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ قَالَ كَيْفَ أَنْتَ إِذَا رَأَيْتَ أَحْجَارَ الزَّيْتِ قَدْ غَرِقَتْ بِالدَّمِ قُلْتُ مَا خَارَ اللَّهُ لِي وَرَسُولُهُ قَالَ عَلَيْكَ بِمَنْ أَنْتَ مِنْهُ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلَا آخُذُ سَيْفِي وَأَضَعُهُ عَلَى عَاتِقِي قَالَ شَارَكْتَ الْقَوْمَ إِذَنْ قُلْتُ فَمَا تَأْمُرُنِي قَالَ تَلْزَمُ بَيْتَكَ قُلْتُ فَإِنْ دُخِلَ عَلَيَّ بَيْتِي قَالَ فَإِنْ خَشِيتَ أَنْ يَبْهَرَكَ شُعَاعُ السَّيْفِ فَأَلْقِ ثَوْبَكَ عَلَى وَجْهِكَ يَبُوءُ بِإِثْمِكَ وَإِثْمِهِ

4261. Dari Abdullah bin Shamit, dari Abu Dzar, ia berkata, "Rasulullah pernah berkata kepadaku, 'Wahai Abu Dzar.' Aku pun menjawab, 'Ya, wahai Rasulullah, aku penuhi panggilanmu dan semoga kebahagiaan milikmu.'...(kemudian disebutkan lengkap hadits seperti di atas). Lalu disebutkan: Rasulullah bertanya, 'Apa yang akan kamu lakukan jika seseorang meninggal dunia dan rumahnya pindah ke kuburan? 'Aku menjawab, 'Allah SWT dan Rasul-nya yang lebih mengetahui tentang hal itu.' (Atau dalam riwayat lain Abu Dzar menjawab, 'Apa yang Allah dan Rasul-Nya tentukan bagiku.' Rasulullah bersabda, 'Hendaklah kamu bersabar.'Dalam riwayat lain disebutkan, beliau bersabda, '(Dalam menyikapinya) kamu harus bersabar.'Kemudian beliau berkata kepadaku, 'Wahai Abu Dzar.' Aku pun menjawab, 'Ya, wahai Rasulullah, aku penuhi panggilanmu dan semoga kebahagiaan milikmu.' Rasulullah bertanya, Apakah yang akan kamu lakukan jika kamu melihat Ahjar Zait (sebuah daerah di dekat Madinah) dipenuhi oleh darah?' aku menjawab, "Apa yang Allah dan Rasul-Nya tentukan bagiku.''' Beliau bersabda, "Hendaknya kamu bersama orang-orang terdekatmu." Aku menjawab, 'Wahai Rasulullah, bukankan layak bagiku untuk mengambil pedangku dan aku letakkan di atas pundakku?' Beliau bersabda, 'Kalau begitu kamu dapat bergabung dengan kaum itu.' Aku berkata, 'Lalu apa yang kira-kira akan engkau perintahkan kepadaku?' Beliau menjawab, 'Jagalah rumahmu! Aku berkata, 'Jika kemudian ada seseorang yang menyelinap masuk ke dalam rumahku (apa yang harus aku lakukan)?' Beliau menjawab, 'Jika kamu merasa takut dengan kilauan pedang (musuhmu), maka letakkanlah bajumu di wajahmu (menyerah kalah), maka (jika musuhmu membunuhmu) ia akan menanggung dosamu dan dosa dirinya sendiri'." Shahih.

أَبَا مُوسَى يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ بَيْنَ أَيْدِيكُمْ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيهَا مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا الْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ الْقَائِمِ وَالْقَائِمُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ الْمَاشِي وَالْمَاشِي فِيهَا خَيْرٌ مِنْ السَّاعِي قَالُوا فَمَا تَأْمُرُنَا قَالَ كُونُوا أَحْلَاسَ بُيُوتِكُمْ

4262. Dari Abu Musa, ia berkata, 'Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya akan terjadi fitnah yang menimpa kalian yang datang (menyulitkan kalian) layaknya seberkas kegelapan malam. (Ketika itu) seseorang beriman di pagi hari dan menjadi kafir ketika sore hari menjelang. Orang yang duduk akan menjadi lebih baik daripada orang yang berdiri, dan orang yang berdiri akan menjadi lebih baik daripada orang yang berjalan kaki, dan orang yang berjalan kaki akan lebih baik daripada orang yang berlari kecil. "Beberapa orang bertanya kepada Rasulullah, 'Lantas apa kiranya yang akan engkau perintahkan kepada kami (menyikapi kondisi demikian)?' Rasulullah menjawab, 'Tetaplah di rumah kalian (jagalah rumah-rumah kalian)'. " Shahih.

عَنْ الْمِقْدَادِ بْنِ الْأَسْوَدِ قَالَ ايْمُ اللَّهِ لَقَدْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ السَّعِيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الْفِتَنَ إِنَّ السَّعِيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الْفِتَنِ إِنَّ السَّعِيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الْفِتَنُ وَلَمَنْ ابْتُلِيَ فَصَبَرَ فَوَاهًا

4263. Dari Miqdad bin Al Aswad, ia berkata, "Sungguh, aku telah mendengar Rasulullah bersabda, 'Sesungguhnya orang yang bahagia adalah orang yang terhindar dari fitnah. Sesungguhnya orang yang bahagia adalah orang yang terhindar dari fitnah. Sesungguhnya orang yang bahagia adalah orang yang dapat terhindar dari fitnah dan orang yang diuji (dengan suatu cobaan) kemudian bersabar, dan ia memuji (berkata dengan takjub, 'Alangkah baiknya cobaan ini')." Shahih: Al Misykah (5405), Ash-Shahihah (973).

More about Shahih Sunan Abu Daud Kitab FITNAH 2. Larangan Upaya Melakukan Fitnah