Tampilkan postingan dengan label SAD Kitab PENGOBATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SAD Kitab PENGOBATAN. Tampilkan semua postingan

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PENGOBATAN 24. Thiyarah (Pesimis atau Mengatakan Sial Berdasarkan Burung atau Tanda-Tanda yang Lain)

Posted by Unknown on Rabu, 15 Mei 2013




عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الطِّيَرَةُ شِرْكٌ الطِّيَرَةُ شِرْكٌ ثَلَاثًا وَمَا مِنَّا إِلَّا وَلَكِنَّ اللَّهَ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ

3910. Dari Abdullah bin Mas'ud, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Pesimis adalah syirik, pesimis adalah syirik —beliau ucapkan sampai tiga kali— dan tidak seorang pun dari kita kecuali (akan mengalami rasa persimis ini), akan tetapi Allah akan menghilangkannya (dari kita) dengan bertawakal." (Shahih)

عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا صَفَرَ وَلَا هَامَّةَ فَقَالَ أَعْرَابِيٌّ مَا بَالُ الْإِبِلِ تَكُونُ فِي الرَّمْلِ كَأَنَّهَا الظِّبَاءُ فَيُخَالِطُهَا الْبَعِيرُ الْأَجْرَبُ فَيُجْرِبُهَا قَالَ فَمَنْ أَعْدَى الْأَوَّلَ قَالَ مَعْمَرٌ قَالَ الزُّهْرِيُّ فَحَدَّثَنِي رَجُلٌ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يُورِدَنَّ مُمْرِضٌ عَلَى مُصِحٍّ قَالَ فَرَاجَعَهُ الرَّجُلُ فَقَالَ أَلَيْسَ قَدْ حَدَّثَنَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا عَدْوَى وَلَا صَفَرَ وَلَا هَامَةَ قَالَ لَمْ أُحَدِّثْكُمُوهُ قَالَ الزُّهْرِيُّ قَالَ أَبُو سَلَمَةَ قَدْ حَدَّثَ بِهِ وَمَا سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ نَسِيَ حَدِيثًا قَطُّ غَيْرَهُ

3911. Dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah bersabda, "Tidak ada keyakinan bahwa penyakit itu datang sendiri (bukan kehendak Allah), tidak boleh pesimis, tidak ada keyakinan bahwa sakit perut disebabkan cacing perut, dan tidak ada keyakinan bahwa daerah yang dihinggapi burung hantu akan tertimpa musibah." Kemudian ada seorang Arab Badui berkata, "Lalu bagaimana kalau ada unta yang tersesat atau hilang di padang pasir; dia akan seperti lembu yang bercampur dengan unta yang mempunyai penyakit kudis dan tentu akan menularinya? Beliau bertanya, "Lalu siapa yang menularinya pertama kali? Az-Zuhri berkata: seseorang memberitahukanku, (katanya) dari Abu Hurairah, dia berkata: Abu Hurairah pernah mendengar Rasulullah bersabda, "Sebenarnya tidak ada penularan duri orang yang sakit kepada orang yang sehat." Dia berkata (perawi): Lelaki Badui itu lalu menarik kembali ucapannya, maka dia berkata, "Bukankah Rasulullah telah bersabda kepada kita, ' Tidak ada keyakinan bahwa penyakit itu datang sendiri (bukan kehendak Allah), tidak boleh pesimis, tidak ada keyakian bahwa sakit perut disebabkan caring perut, dan tidak ada keyakinan bahwa daerah yang dihinggapi burung hantu akan tertimpa musibah." Dia (Abu Hurairah) berkata, "Aku tidak pernah menceritakan hal semacam itu kepada kalian!" Abu Salamah berkata: Abu Hurairah sebenarnya telah menceritakannya. Aku belum pernah mendengar Abu Hurairah lupa terhadap satu hadits pun, kecuali pada hadits ini. (Shahih), Ash-Shahihah, 782 dan 971

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا عَدْوَى وَلَا هَامَةَ وَلَا نَوْءَ وَلَا صَفَرَ

3912. Dari Abu Hurairah, dia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada 'adawa (keyakinan bahwa penyakit datang dengan sendirinya), tidak ada haamah (keyakinan bahwa jika ada burung hantu hinggap di suatu daerah maka daerah itu akan terkena musibah), tidak ada nau' (keyakinan bahwa bintang tertentu dapat menurunkan hujan), dan tidak ada shafar (keyakinan bahwa orang yang sakit perut disebabkan oleh cacing yang ada di dalamnya. Bisa juga bermakna lain)." {Shahih)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا غُولَ

3913. Dari Abu Hurairah, dia berkata, "Rasulullah bersabda, "Tidak ada hantu" {Hasan Shahih: Muslim) dari Jabir

أَشْهَبُ قَالَ سُئِلَ مَالِكٌ عَنْ قَوْلِهِ لَا صَفَرَ قَالَ إِنَّ أَهْلَ الْجَاهِلِيَّةِ كَانُوا يُحِلُّونَ صَفَرَ يُحِلُّونَهُ عَامًا وَيُحَرِّمُونَهُ عَامًا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا صَفَرَ

3914. Dari Asyhab, dia berkata: Malik pernah ditanya tentang sabda Rasulullah SAW, "Tidak ada shafar?" dia lalu berkata, "Sesungguhnya orang-orang jahiliyah telah menghalalkan bulan Shafar tahun ini namun kemudian mereka mengharamkanya pada tahun berikutnya (begitu seterusnya). Rasulullah pun bersabda, "Tidak boleh ada bulan Shafar seperti itu." {Shahih Maqthu')

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُصَفَّى حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ قَالَ قُلْتُ لِمُحَمَّدٍ يَعْنِي ابْنَ رَاشِدٍ قَوْلُهُ هَامَ قَالَ كَانَتْ الْجَاهِلِيَّةُ تَقُولُ لَيْسَ أَحَدٌ يَمُوتُ فَيُدْفَنُ إِلَّا خَرَجَ مِنْ قَبْرِهِ هَامَةٌ قُلْتُ فَقَوْلُهُ صَفَرَ قَالَ سَمِعْتُ أَنَّ أَهْلَ الْجَاهِلِيَّةِ يَسْتَشْئِمُونَ بِصَفَرٍ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا صَفَرَ قَالَ مُحَمَّدٌ وَقَدْ سَمِعْنَا مَنْ يَقُولُ هُوَ وَجَعٌ يَأْخُذُ فِي الْبَطْنِ فَكَانُوا يَقُولُونَ هُوَ يُعْدِي فَقَالَ لَا صَفَرَ

3915. Muhammad bin Al Mushaffa memberitahu kami: Baqiyyah memberitahu kami, ia berkata: Aku bertanya kepada Muhammad —maksudnya Ibnu Rasyid— tentang sabda Rasul, "Haama"? dia lalu berkata, "Dahulu orang-orang jahiliyah berkata, "Tidak ada seorang pun yang meninggal lalu dikuburkan kecuali akan keluar burung hantu dari kuburnya." Lalu apa maksudnya "Shafar?" Dia berkata, "Aku mendengar bahwa orang-orang jahiliyah mengungkapkan rasa pesimis, kecewa, dan berduka, dengan bersiul (di Mesir disebut zaghuht), maka Rasulullah bersabda, "Tidak boleh ada shafar (siulan)." Muhammad berkata: Aku mendengar ada orang berkata, "Itu adalah penyakit yang menimpa perut," maka mereka berkata, "Itu adalah penyakit menular!" Rasulullah pun bersabda, "Tidak boleh ada shafar.." (Shahih) dengan sanad terputus

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَيُعْجِبُنِي الْفَأْلُ الصَّالِحُ وَالْفَأْلُ الصَّالِحُ الْكَلِمَةُ الْحَسَنَةُ

3916. Dari Anas, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada keyakinan bahwa penyakit itu datang sendiri dan tidak boleh bersikap pesimis. Sesungguhnya aku kagum dengan pikiran yang positif, yaitu perkataan dan ucapan yang baik. " (Shahih: Muttafaq 'Alaih)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعَ كَلِمَةً فَأَعْجَبَتْهُ فَقَالَ أَخَذْنَا فَأْلَكَ مِنْ فِيكَ

3917. Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW telah mendengar ucapan yang baik dan beliau kagum denganya, kemudian beliau bersabda, "Aku mengambil persangkaan baikmu dari mulutmu. " (Shahih), Ash-Shahihah, 726

عَنْ عَطَاءٍ قَالَ يَقُولُ النَّاسُ الصَّفَرُ وَجَعٌ يَأْخُذُ فِي الْبَطْنِ قُلْتُ فَمَا الْهَامَةُ قَالَ يَقُولُ النَّاسُ الْهَامَةُ الَّتِي تَصْرُخُ هَامَةُ النَّاسِ وَلَيْسَتْ بِهَامَةِ الْإِنْسَانِ إِنَّمَا هِيَ دَابَّةٌ

3918. Dari Atha' dia berkata: Orang-orang berkata, "Ash-shafar adalah penyakit yang menimpa perut." Aku lalu bertanya, "Lalu apa artinya al haamah?" Dia menjawab, "Orang-orang berkata, Al haamah adalah keyakinan akan adanya burung hantu yang meneriaki nyawa yang sudah mati agar bangkit. Tetapi yang dimaksud nyawa di sini adalah nyawa binatang melata." {Shahih) dengan sanad terputus

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لَا يَتَطَيَّرُ مِنْ شَيْءٍ وَكَانَ إِذَا بَعَثَ عَامِلًا سَأَلَ عَنْ اسْمِهِ فَإِذَا أَعْجَبَهُ اسْمُهُ فَرِحَ بِهِ وَرُئِيَ بِشْرُ ذَلِكَ فِي وَجْهِهِ وَإِنْ كَرِهَ اسْمَهُ رُئِيَ كَرَاهِيَةُ ذَلِكَ فِي وَجْهِهِ وَإِذَا دَخَلَ قَرْيَةً سَأَلَ عَنْ اسْمِهَا فَإِنْ أَعْجَبَهُ اسْمُهَا فَرِحَ وَرُئِيَ بِشْرُ ذَلِكَ فِي وَجْهِهِ وَإِنْ كَرِهَ اسْمَهَا رُئِيَ كَرَاهِيَةُ ذَلِكَ فِي وَجْهِهِ

3920. Dari Buraidah, dia berkata: Rasulullah SAW tidak pernah pesimis terhadap sesuatu pun; jika beliau mengutus seorang pekerja maka beliau menanyakan namanya, dan jika beliau kagum dengan namanya maka beliau senang dengannya dan wajahnya terlihat ceria. Namun jika beliau tidak senang dengan namanya maka wajahnya terlihat muram. Apabila beliau memasuki suatu perkampungan, maka beliau menanyakan nama perkampungan tersebut; jika beliau kagum dengan namanya maka beliau terlihat senang dan terlihat keceriaan di wajahnya, namun jika beliau tidak suka dengan namanya maka akan terlihat kemuraman di wajahnya. (Shahih), Ash-Shahihah, 762

عَنْ سَعْدِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ لَا هَامَةَ وَلَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَإِنْ تَكُنْ الطِّيَرَةُ فِي شَيْءٍ فَفِي الْفَرَسِ وَالْمَرْأَةِ وَالدَّارِ

3921. Dari Sa'ad bin Malik, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada keyakinan bahwa daerah yang dihinggapi burung hantu akan tertimpa musibah, tidak ada keyakian bahwa penyakit datang dengan sendirinya, dan tidak boleh pesimis. Jika memang harus pesimis maka katakan pada kuda yang kabur, wanita yang otoriter, dan rumah yang sempit" (Shahih), Ash-Shahihah, 789

قَالَ سُئِلَ مَالِكٌ عَنْ الشُّؤْمِ فِي الْفَرَسِ وَالدَّارِ قَالَ كَمْ مِنْ دَارٍ سَكَنَهَا نَاسٌ فَهَلَكُوا ثُمَّ سَكَنَهَا آخَرُونَ فَهَلَكُوا فَهَذَا تَفْسِيرُهُ فِيمَا نَرَى وَاللَّهُ أَعْلَمُ

3922. Dari Malik, dia berkata: Aku pernah ditanya tentang sikap pesimis terhadap kuda dan rumah, dia lalu berkata, "Berapa banyak dari rumah yang dihuni oleh manusia lalu hancur, kemudian dihuni oleh yang lain dan hancur juga. Menurutku, pendapat ini merupakan penafsiran dari hadits tadi. (Shahih Maqthu')

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا فِي دَارٍ كَثِيرٌ فِيهَا عَدَدُنَا وَكَثِيرٌ فِيهَا أَمْوَالُنَا فَتَحَوَّلْنَا إِلَى دَارٍ أُخْرَى فَقَلَّ فِيهَا عَدَدُنَا وَقَلَّتْ فِيهَا أَمْوَالُنَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَرُوهَا ذَمِيمَةً

3924. Dari Anas bin Malik, dia berkata: Seorang lelaki bertanya, "Wahai Rasulullah SAW, kami tinggal di sebuah rumah yang dihuni oleh banyak orang. Banyak pula harta kami di sana. Kami lalu pindah ke rumah yang lain, sehingga jumlah kami di rumah itu sudah berkurang. Begitu juga harta kami." Rasulullah SAW kemudian bersabda, "Tinggalkanlah rumah itu (karena tercela)." (Hasan), Al Misykah, 4589

More about Shahih Sunan Abu Daud Kitab PENGOBATAN 24. Thiyarah (Pesimis atau Mengatakan Sial Berdasarkan Burung atau Tanda-Tanda yang Lain)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PENGOBATAN 23. Al Khath dan Mengusir Burung

Posted by Unknown




قَالَ عَوْفٌ الْعِيَافَةُ زَجْرُ الطَّيْرِ وَالطَّرْقُ الْخَطُّ يُخَطُّ فِي الْأَرْضِ

3908. Dari Auf, dia berkata: Al 'lyaafah adalah mengusir burung, sedangkan Ath-Tharq adalah pasir yang ada di tanah. (Shahih) dengan sanad maqthu' (terputus)

عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ الْحَكَمِ السُّلَمِيِّ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمِنَّا رِجَالٌ يَخُطُّونَ قَالَ كَانَ نَبِيٌّ مِنْ الْأَنْبِيَاءِ يَخُطُّ فَمَنْ وَافَقَ خَطَّهُ فَذَاكَ

3909. Dari Mu'awiyah bin Al Hakam As-Sulami, berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah, "Wahai Rasulullah SAW, di antara kami ada yang meramal?" Beliau bersabda, "Dulu ada seorang nabi Allah yang melakukan ramalan; siapa yang ramalannya sesuai dengan kenyataan itulah kebenaran." (Shahih: Muslim) hadits ini adalah bagian dari hadits no. 930.

More about Shahih Sunan Abu Daud Kitab PENGOBATAN 23. Al Khath dan Mengusir Burung

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PENGOBATAN 22. Perbintangan

Posted by Unknown




عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ اقْتَبَسَ عِلْمًا مِنْ النُّجُومِ اقْتَبَسَ شُعْبَةً مِنْ السِّحْرِ زَادَ مَا زَادَ

3905. Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang mengambil ilmu dari perbintangan maka dia salah satu cabang ilmu sihir, dan akan terus bertambah selama dia menambahnya (tidak mau berhenti)." (Hasan)

عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ أَنَّهُ قَالَ صَلَّى لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةَ الصُّبْحِ بِالْحُدَيْبِيَةِ فِي إِثْرِ سَمَاءٍ كَانَتْ مِنْ اللَّيْلِ فَلَمَّا انْصَرَفَ أَقْبَلَ عَلَى النَّاسِ فَقَالَ هَلْ تَدْرُونَ مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ قَالَ أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِي مُؤْمِنٌ بِي وَكَافِرٌ فَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِي كَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ وَأَمَّا مَنْ قَالَ مُطِرْنَا بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا فَذَلِكَ كَافِرٌ بِي مُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ

3906. Dari Zaid bin Khalid Al Juhani, dia berkata: Rasulullah SAW pernah melakukan shalat Subuh berjamaah bersama kami pada saat perjanjian Khudaibiyah, dan di langit masih terlihat tanda suasana malam. Ketika selesai shalat, beliau menghadap ke khalayak dan bersabda, "Apakah kalian tahu apa yang difirmankan Tuhanmu?" Mereka menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih tahu." Rasulullah lalu bersabda, "Akan ada segolongan umatku yang beriman kepadaku kemudian dia kafir. Orang yang berkata, 'Kami diberi hujan karena karunia Allah dan rahmat-Nya semata,' adalah orang yang beriman kepada Allah dan kufur terhadap bintang. Sedangkan orang yang berkata, "Kami telah diberi hujan bintang ini,' adalah orang yang telah kufur terhadap Allah dan beriman kepada bintang." {Shahih: Muttafaq 'Alaih)

More about Shahih Sunan Abu Daud Kitab PENGOBATAN 22. Perbintangan

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PENGOBATAN 19. Cara Ruqyah

Posted by Unknown




قَالَ أَنَسٌ يَعْنِي لِثَابِتٍ أَلَا أَرْقِيكَ بِرُقْيَةِ رَسُولِ اللَّهِ قَالَ بَلَى قَالَ فَقَالَ اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ مُذْهِبَ الْبَأْسِ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إِلَّا أَنْتَ اشْفِهِ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

3890. Dari Anas, Dia berkata —maksudnya kepada Tsabit—: "Tidakkah kamu ingin aku ruqyah dengan ruqyah Rasulullah SAW?" Dia menjawab, "Ya, tentu mau." Anas lalu membaca, "Ya Allah ya Tuhan manusia yang berkuasa menghilangkan penderitaan, sembuhkanlah penyakitku, karena Engkaulah Dzat yang memberikan kesembuhan dan tidak ada yang dapat memberikan kesembuhan kecuali Engkau ya Allah. Oleh karena itu, sembuhkanlah dia dengan kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit (efek samping). (Shahih: Bukhari)

عَنْ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي الْعَاصِ أَنَّهُ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ عُثْمَانُ وَبِي وَجَعٌ قَدْ كَادَ يُهْلِكُنِي قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ امْسَحْهُ بِيَمِينِكَ سَبْعَ مَرَّاتٍ وَقُلْ أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ قَالَ فَفَعَلْتُ ذَلِكَ فَأَذْهَبَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مَا كَانَ بِي فَلَمْ أَزَلْ آمُرُ بِهِ أَهْلِي وَغَيْرَهُمْ

3891. Dari Utsman bin Abu Al Ash, dia berkata: Aku datang menghadap Rasulullah SAW, lalu berkata, "Aku menderita sakit yang hampir membunuhku." Rasulullah SAW kemudian bersabda, "Usaplah bagian yang sakit itu dengan tangan kananmu sebanyak tujuh kali dan berdoalah, 'Aku berlindung dengan keagungan dan kekuasaan Allah dari segala kejahatan yang aku rasakan'." Aku pun melakukan hal itu. Seketika itu juga —dengan izin Allah— penyakitku sembuh. Sejak saat itu aku selalu memerintahkan anak dan istriku, seluruh keluargaku, dan tetanggaku, untuk melakukannya. (Shahih: Muslim)

عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُعَلِّمُهُمْ مِنْ الْفَزَعِ كَلِمَاتٍ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ غَضَبِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَنْ يَحْضُرُونِ

وَكَانَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ يُعَلِّمُهُنَّ مَنْ عَقَلَ مِنْ بَنِيهِ وَمَنْ لَمْ يَعْقِلْ كَتَبَهُ فَأَعْلَقَهُ عَلَيْهِ

3893. Dari Abdullah bin Amru bin Al Ash, dia berkata: Rasulullah mengajari orang-orang tentang doa yang dapat menghilangkan rasa takut, "Aku berlindung kepada Allah dengan kalimat-Nya yang sempurna dari murka-Nya, dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dan dari godaan syetan yang merasuki jiwa manusia." Abdullah bin Umar juga mengajari kalimat tersebut kepada keluarganya dan orang lain. Dia juga menulis kalimat tersebut dan menggantungnya. (Hasan) tanpa redaksi; wa kaana Abdullah.

يَزِيدُ بْنُ أَبِي عُبَيْدٍ قَالَ رَأَيْتُ أَثَرَ ضَرْبَةٍ فِي سَاقِ سَلَمَةَ فَقُلْتُ مَا هَذِهِ قَالَ أَصَابَتْنِي يَوْمَ خَيْبَرَ فَقَالَ النَّاسُ أُصِيبَ سَلَمَةُ فَأُتِيَ بِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَفَثَ فِيَّ ثَلَاثَ نَفَثَاتٍ فَمَا اشْتَكَيْتُهَا حَتَّى السَّاعَةِ

3894. Dari Zaid bin Abu Ubaid, dia berkata: Aku melihat bekas tanda pukulan pada pergelangan kaki Salamah, maka aku bertanya kepadanya, "Apa ini?" Dia menjawab, "Aku terluka saat perang Khaibar." Orang-orang pun berkata, "Salamah terluka." Dia kemudian dibawa menghadap Rasulullah untuk diobati; Rasulullah SAW meniupnya tiga kali. Maka aku tidak lagi merasakan sakit walaupun sesaat." (Shahih: Bukhari)

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لِلْإِنْسَانِ إِذَا اشْتَكَى يَقُولُ بِرِيقِهِ ثُمَّ قَالَ بِهِ فِي التُّرَابِ تُرْبَةُ أَرْضِنَا بِرِيقَةِ بَعْضِنَا يُشْفَى سَقِيمُنَا بِإِذْنِ رَبِّنَا

3895. Dari Aisyah, dia berkata: Jika ada seseorang mengeluh sakit kepada Rasulullah, maka beliau akan mendoakan ludahnya, lalu dengan ludah itu beliau memegang tanah sambil berdoa, "Debu tanah kami, dengan ludah di antara kami semoga dapat menyembuhkan penyakit di antara kami dengan izin Allah." {Shahih: Muttafaq 'Alaih)

عَنْ خَارِجَةَ بْنِ الصَّلْتِ التَّمِيمِيِّ عَنْ عَمِّهِ أَنَّهُ أَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَسْلَمَ ثُمَّ أَقْبَلَ رَاجِعًا مِنْ عِنْدِهِ فَمَرَّ عَلَى قَوْمٍ عِنْدَهُمْ رَجُلٌ مَجْنُونٌ مُوثَقٌ بِالْحَدِيدِ فَقَالَ أَهْلُهُ إِنَّا حُدِّثْنَا أَنَّ صَاحِبَكُمْ هَذَا قَدْ جَاءَ بِخَيْرٍ فَهَلْ عِنْدَكَ شَيْءٌ تُدَاوِيهِ فَرَقَيْتُهُ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ فَبَرَأَ فَأَعْطَوْنِي مِائَةَ شَاةٍ فَأَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرْتُهُ فَقَالَ هَلْ إِلَّا هَذَا وَقَالَ مُسَدَّدٌ فِي مَوْضِعٍ آخَرَ هَلْ قُلْتَ غَيْرَ هَذَا قُلْتُ لَا قَالَ خُذْهَا فَلَعَمْرِي لَمَنْ أَكَلَ بِرُقْيَةِ بَاطِلٍ لَقَدْ أَكَلْتَ بِرُقْيَةِ حَقٍّ

3896. Dari Kharijah bin Ash-Shalt At-Tamimi, dari pamannya, dia berkata: Aku menghadap Rasulullah SAW dan menyatakan diri masuk Islam, kemudian aku kembali pulang (setelah Rasulullah menerima Islamnya). Ketika dalam perjalanan pulang, aku melewati sekelompok kaum yang salah seorang di antara mereka sakit gila dan dipasung dengan menggunakan besi. Penduduk setempat berkata, "Kami diberitahukan bahwa saudara kalian ini (paman Kharijah) datang dengan membawa kebaikan, apakah kamu mempunyai obat yang dapat menyembuhkannya?" Aku lalu meruqyahnya dengan surah Al Faatihah, dia pun sembuh." Mereka kemudian memberiku seratus ekor kambing. Setelah itu aku menghadap Rasulullah untuk memberitahukan hal itu. Beliau kemudian berkata, "Apakah hanya itu yang kamu katakan?" —Musaddad berkata dalam riwayat lain, "Apakah kamu mengatakan hal lain selain itu (Al Faatihah)!— Aku menjawab, "Tidak." Beliau pun bersabda, "Ambillah. Banyak orang yang makan penghasilan dari ruqyah yang batil dan menyesatkan, namun kamu telah makan penghasilan dari hasil ruqyah yang haq." (Shahih), Ash-Shahihah, 2027

عَنْ خَارِجَةَ بْنِ الصَّلْتِ عَنْ عَمِّهِ أَنَّهُ مَرَّ قَالَ فَرَقَاهُ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ غُدْوَةً وَعَشِيَّةً كُلَّمَا خَتَمَهَا جَمَعَ بُزَاقَهُ ثُمَّ تَفَلَ فَكَأَنَّمَا أُنْشِطَ مِنْ عِقَالٍ فَأَعْطَوْهُ شَيْئًا فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ ذَكَرَ مَعْنَى حَدِيثِ مُسَدَّدٍ

3897. Dari Kharijah bin Ash-Shalt, dari pamannya: Dia melewati (suatu kaum)... Perawi berkata: Kemudian dia meruqyahnya dengan membacakan surah Al Faatihah selama tiga hari, pagi dan sore. Ketika sampai pada hari terakhir (hari ketiga) dia mengumpulkan ludahnya kemudian meludahkannya (kepada orang sakit), dia pun sembuh dari sakitnya. Mereka lalu memberikannya sesuatu. Setelah itu dia menghadap Rasulullah. Kemudian perawi menyebutkan makna hadits Musaddad. (Shahih) telah disebutkan pada no. 342 dengan lebih lengkap, dan akan disebutkan lagi pada nomor 3901

رَجُلًا مَنْ أَسْلَمَ قَالَ كُنْتُ جَالِسًا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَ رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِهِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ لُدِغْتُ اللَّيْلَةَ فَلَمْ أَنَمْ حَتَّى أَصْبَحْتُ قَالَ مَاذَا قَالَ عَقْرَبٌ قَالَ أَمَا إِنَّكَ لَوْ قُلْتَ حِينَ أَمْسَيْتَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ لَمْ تَضُرَّكَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

3898. Dari Seorang lelaki, dari Aslam, dia berkata: Aku duduk bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba datang seorang sahabat, ia berkata, "Wahai Rasulullah, pada suatu malam aku disengat sehingga aku tidak bisa tidur sampai pagi hari." Beliau bertanya, "Apa (yang menyengatmu)?'" Dia menjawab, "Kalajengking." Beliau kemudian bersabda, "Jika kamu mengucapkan doa, 'Sesungguhnya aku berlindung kepada Allah dengan kalimat-Nya yang sempurna dari kejahatan makhluk pada waktu sore' maka tidak akan ada yang bisa mencelakaimu, insya Allah. " (Shahih)

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ رَهْطًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ انْطَلَقُوا فِي سَفْرَةٍ سَافَرُوهَا فَنَزَلُوا بِحَيٍّ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ فَقَالَ بَعْضُهُمْ إِنَّ سَيِّدَنَا لُدِغَ فَهَلْ عِنْدَ أَحَدٍ مِنْكُمْ شَيْءٌ يَنْفَعُ صَاحِبَنَا فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ الْقَوْمِ نَعَمْ وَاللَّهِ إِنِّي لَأَرْقِي وَلَكِنْ اسْتَضَفْنَاكُمْ فَأَبَيْتُمْ أَنْ تُضَيِّفُونَا مَا أَنَا بِرَاقٍ حَتَّى تَجْعَلُوا لِي جُعْلًا فَجَعَلُوا لَهُ قَطِيعًا مِنْ الشَّاءِ فَأَتَاهُ فَقَرَأَ عَلَيْهِ أُمَّ الْكِتَابِ وَيَتْفُلُ حَتَّى بَرَأَ كَأَنَّمَا أُنْشِطَ مِنْ عِقَالٍ قَالَ فَأَوْفَاهُمْ جُعْلَهُمْ الَّذِي صَالَحُوهُمْ عَلَيْهِ فَقَالُوا اقْتَسِمُوا فَقَالَ الَّذِي رَقَى لَا تَفْعَلُوا حَتَّى نَأْتِيَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَسْتَأْمِرَهُ فَغَدَوْا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرُوا لَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَيْنَ عَلِمْتُمْ أَنَّهَا رُقْيَةٌ أَحْسَنْتُمْ اقْتَسِمُوا وَاضْرِبُوا لِي مَعَكُمْ بِسَهْمٍ

3900. Dari Abu Said Al Khudri: Sekelompok sahabat melakukan sebuah perjalanan. Suatu saat mereka mampir di daerah orang Arab Badui. Mereka meminta jamuan (makanan dan minuman) kepada penduduk itu, namun permintaan mereka ditolak. Pemimpin daerah tersebut lalu terkena sengatan binatang. Penduduk lalu berusaha mengobatinya dengan berbagai obat, namun tetap tidak berhasil. Salah seorang penduduk kemudian berkata, "Datangilah rombongan yang datang kepada kalian itu, mungkin mereka dapat menyembuhkan pemimpin kita. Lalu —sebagian mereka mendatangi— dan berkata, "Pemimpin kami terkena sengatan. Kami sudah berusaha mengobati dengan segala obat, tetapi tetap tidak berhasil. Apakah diantara kalian ada yang mampu mengobati pemimpin kami?" Salah satu sahabat lalu berkata, "Aku dapat melakukannya. Akan tetapi, karena kalian menolak menjamu kami, maka kalian harus memberikan upah kepada kami." Para penduduk itu kemudian menyediakan kambing yang banyak. Salah satu sahabat lalu mendatangi pemimpin daerah tersebut, kemudian membacakan surah Al Faatihah (sambil menyemburnya), sampai pemimpin itu sembuh. Warga itu pun memenuhi upah yang mereka janjikan. Salah seorang sahabat lalu berkata, "Bagilah kambing-kambing itu." Namun sahabat yang meruqyah pemimpin tersebut berkata, "Jangan lakukan dulu sampai kita mendatangi Rasulullah untuk meminta pertimbangan dari beliau!" Mereka mendatangi Rasulullah SAW dan menceritakan peristiwa tersebut. Rasulullah SAW lalu bersabda, "Darimana kalian belajar ruqyah? Tindakan kalian adalah baik. Berilah aku bagian bersama kalian." (Shahih: Muttafaq 'Alaih)

عَنْ خَارِجَةَ بْنِ الصَّلْتِ التَّمِيمِيِّ عَنْ عَمِّهِ قَالَ أَقْبَلْنَا مِنْ عِنْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَيْنَا عَلَى حَيٍّ مِنْ الْعَرَبِ فَقَالُوا إِنَّا أُنْبِئْنَا أَنَّكُمْ قَدْ جِئْتُمْ مِنْ عِنْدِ هَذَا الرَّجُلِ بِخَيْرٍ فَهَلْ عِنْدَكُمْ مِنْ دَوَاءٍ أَوْ رُقْيَةٍ فَإِنَّ عِنْدَنَا مَعْتُوهًا فِي الْقُيُودِ قَالَ فَقُلْنَا نَعَمْ قَالَ فَجَاءُوا بِمَعْتُوهٍ فِي الْقُيُودِ قَالَ فَقَرَأْتُ عَلَيْهِ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ غُدْوَةً وَعَشِيَّةً كُلَّمَا خَتَمْتُهَا أَجْمَعُ بُزَاقِي ثُمَّ أَتْفُلُ فَكَأَنَّمَا نَشَطَ مِنْ عِقَالٍ قَالَ فَأَعْطَوْنِي جُعْلًا فَقُلْتُ لَا حَتَّى أَسْأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ كُلْ فَلَعَمْرِي مَنْ أَكَلَ بِرُقْيَةِ بَاطِلٍ لَقَدْ أَكَلْتَ بِرُقْيَةِ حَقٍّ

3901. Dari Kharijah bin Ash-Shalt At-Tamimi dari pamannya, dia berkata: Kami pulang dari menghadap Rasulullah SAW, lalu kami menginap pada suatu daerah di wilayah Arab. (Penduduknya) lalu berkata, "Kami mendengar bahwa kalian datang dari orang ini (Rasulullah) dengan membawa kebaikan, maka apakah kalian mempunyai obat, karena di antara kami ada yang terbelenggu dengan besi (di pasung lantaran gila). Kami berkata, "Ya." Dia (perawi) berkata: Mereka kemudian menghadirkan orang yang terbelenggu besi itu. Paman Kharijah lalu me-ruqyah-nya dengan surah Al Faatihah selama tiga hari; pagi dan sore. Ketika aku (paman) menyelesaikannya pada hari terakhir (ketiga), aku mengumpulkan ludah-ludahku kemudian aku semburkan kepada si penderita, dia pun sembuh. Kemudian mereka memberiku beberapa ekor kambing, tetapi aku berkata, "Jangan dulu, hingga aku menghadap Rasulullah untuk menanyakannya." Rasulullah lalu bersabda, "Makanlah (ambillah). Banyak orang yang telah memakan hasil ruqyah yang batil, namun kamu telah memakan hasil ruqyah yang benar" (Shahih) telah disebutkan pada hadits nomor 3897

عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا اشْتَكَى يَقْرَأُ فِي نَفْسِهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ وَيَنْفُثُ فَلَمَّا اشْتَدَّ وَجَعُهُ كُنْتُ أَقْرَأُ عَلَيْهِ وَأَمْسَحُ عَلَيْهِ بِيَدِهِ رَجَاءَ بَرَكَتِهَا

3902. Dari Aisyah —istri Rasulullah SAW:— Rasulullah jika mengeluh sakit akan membaca surah Al Mu'awwidzatain (Al Falaq dan An-Naas) lalu meniupkannya. Ketika sakitnya bertambah parah, maka akulah yang membacakannya (Al Mu'awwidzatain) dan mengusapkannya dengan menggunakan tangan beliau dengan berharap berkahnya.(Shahih: Muttafaq Alaih)

More about Shahih Sunan Abu Daud Kitab PENGOBATAN 19. Cara Ruqyah

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PENGOBATAN 20. Mengkonsumsi Obat Penggemuk

Posted by Unknown




عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ أَرَادَتْ أُمِّي أَنْ تُسَمِّنَنِي لِدُخُولِي عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ أَقْبَلْ عَلَيْهَا بِشَيْءٍ مِمَّا تُرِيدُ حَتَّى أَطْعَمَتْنِي الْقِثَّاءَ بِالرُّطَبِ فَسَمِنْتُ عَلَيْهِ كَأَحْسَنِ السَّمْنِ

3903. Dari Aisyah, dia berkata: Ibuku ingin membuatkanku obat penggemuk saat menghadap Rasulullah SAW, namun aku tidak menerima keinginannya itu hingga ibuku akhirnya memberikan mentimun dan kurma kepadaku, lalu aku olesi lemak yang membuatnya menjadi obat penggemuk yang paling baik. (Shahih)

More about Shahih Sunan Abu Daud Kitab PENGOBATAN 20. Mengkonsumsi Obat Penggemuk

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PENGOBATAN 21. Perdukunan

Posted by Unknown




عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَتَى كَاهِنًا قَالَ مُوسَى فِي حَدِيثِهِ فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ ثُمَّ اتَّفَقَا أَوْ أَتَى امْرَأَةً قَالَ مُسَدَّدٌ امْرَأَتَهُ حَائِضًا أَوْ أَتَى امْرَأَةً قَالَ مُسَدَّدٌ امْرَأَتَهُ فِي دُبُرِهَا فَقَدْ بَرِئَ مِمَّا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

3904. Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang mendatangi dukun dan membenarkan ucapannya, atau dia mendatangi seorang istri (untuk menyetubuhinya) dalam satu riwayat: istrinyayang sedang haid atau mendatangi seorang istri dalam riwayat lain: isterinyapada duburnya maka dia telah terlepas dari apa yang telah diturunkan kepada Muhammad (keluar dari syariat Islam)." {Shahih)

More about Shahih Sunan Abu Daud Kitab PENGOBATAN 21. Perdukunan

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PENGOBATAN 18. Ruqyah

Posted by Unknown




عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كُنَّا نَرْقِي فِي الْجَاهِلِيَّةِ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ تَرَى فِي ذَلِكَ فَقَالَ اعْرِضُوا عَلَيَّ رُقَاكُمْ لَا بَأْسَ بِالرُّقَى مَا لَمْ تَكُنْ شِرْكًا

3886. Dari Auf bin Malik, dia berkata: Pada Masa Jahiliyah kami pernah melakukan ruqyah (bacaan yang tidak syar'i), kemudian kami bertanya, "Wahai Rasulullah SAW,! Bagaimana pendapatmu tentang hal itu?" beliau bersabda, "singgkirkanlah ruqyah kalian dariku, dan tidak mengapa rugyah yang didalamnya tidak mengandung syirik." (Shahih: Muslim), Ash-Shahihah, 1066

عَنْ الشِّفَاءِ بِنْتِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَتْ دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا عِنْدَ حَفْصَةَ فَقَالَ لِي أَلَا تُعَلِّمِينَ هَذِهِ رُقْيَةَ النَّمْلَةِ كَمَا عَلَّمْتِيهَا الْكِتَابَةَ

3886. Dari Asy-Syifa' binti Abdullah, dia berkata: Rasulullah SAW datang kepada kami, saat itu aku berada di rumah Hafshah, beliau berkata kepadaku, "Tidakkah kamu mengajari ruqyah namlah ini (Hafshah); sebagaimana kamu mengajarinya baca tulis?" (Shahih), Ash-Shahihah, 187

More about Shahih Sunan Abu Daud Kitab PENGOBATAN 18. Ruqyah

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PENGOBATAN 16. Menyetubuhi Istri yang Sedang Menyusui

Posted by Unknown




عَنْ جُدَامَةَ الْأَسَدِيَّةِ أَنَّهَا سَمِعَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ أَنْهَى عَنْ الْغِيلَةِ حَتَّى ذَكَرْتُ أَنَّ الرُّومَ وَفَارِسَ يَفْعَلُونَ ذَلِكَ فَلَا يَضُرُّ أَوْلَادَهُمْ

قَالَ مَالِكٌ الْغِيلَةُ أَنْ يَمَسَّ الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ وَهِيَ تُرْضِعُ

3882. Dari Judamah Al Asadiyyah, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Aku ingin melarang menyetubuhi istri yang masih menyusui, tetapi aku teringat dengan orang-orang Romawi dan Persia yang melakukan hal itu dan ternyata tidak membahayakan anak-anak mereka." Malik (perawinya) berkata, "Al Ghiilah artinya; seorang laki-laki yang bersetubuh dengan istrinya yang masih menyusui. (Shahih: Muslim)

More about Shahih Sunan Abu Daud Kitab PENGOBATAN 16. Menyetubuhi Istri yang Sedang Menyusui

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PENGOBATAN 17. Mengalungkan Jimat

Posted by Unknown




عَنْ زَيْنَبَ امْرَأَةِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ قَالَتْ قُلْتُ لِمَ تَقُولُ هَذَا وَاللَّهِ لَقَدْ كَانَتْ عَيْنِي تَقْذِفُ وَكُنْتُ أَخْتَلِفُ إِلَى فُلَانٍ الْيَهُودِيِّ يَرْقِينِي فَإِذَا رَقَانِي سَكَنَتْ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ إِنَّمَا ذَاكَ عَمَلُ الشَّيْطَانِ كَانَ يَنْخُسُهَا بِيَدِهِ فَإِذَا رَقَاهَا كَفَّ عَنْهَا إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيكِ أَنْ تَقُولِي كَمَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَذْهِبْ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

3883. Dari Abdullah bin Mas'ud, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya jimat, mantra-mantra, dan penolak bala' adalah perbuatan syirik."

Zainab berkata, "Mengapa kamu berkata begitu? Demi Allah, mataku selalu berair, maka aku mondar-mandir menemui seorang Yahudi yang menjampiku; jika ia menjampiku mata sembuh!" Abdullah kemudian berkata, "Itu adalah perbuatan syetan. Syetan itu menusuk matamu dengan tangannya, lalu jika diberikan mantranya dia akan berhenti. Cukuplah kamu berkata seperti perkataan Rasulullah, "Ya Allah, Tuhannya manusia, hilangkanlah penyakit ini dan sembuhkanlah, karena Engkaulah Dzat yang menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali dengan pengobatan-Mu, kesembuhan yang tidak pernah meninggalkan sakit atau penyakit (efek samping). " (Shahih)

عَنْ عِمْرَانَ بْنَ حُصَيْنٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا رُقْيَةَ إِلَّا مِنْ عَيْنٍ أَوْ حُمَةٍ

3884. Dari Imran bin Hashain, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada ruqyah kecuali disebabkan hasad mata atau keracunan." (Shahih), Al Misykah (4557) dan dalam riwayat Bukhari secara mauquf.

More about Shahih Sunan Abu Daud Kitab PENGOBATAN 17. Mengalungkan Jimat

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PENGOBATAN 13. Pengobatan Sakit Bengkak di Tenggorokan dengan Pijatan Jari

Posted by Unknown




عَنْ أُمِّ قَيْسٍ بِنْتِ مِحْصَنٍ قَالَتْ دَخَلْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِابْنٍ لِي قَدْ أَعْلَقْتُ عَلَيْهِ مِنْ الْعُذْرَةِ فَقَالَ عَلَامَ تَدْغَرْنَ أَوْلَادَكُنَّ بِهَذَا الْعِلَاقِ عَلَيْكُنَّ بِهَذَا الْعُودِ الْهِنْدِيِّ فَإِنَّ فِيهِ سَبْعَةَ أَشْفِيَةٍ مِنْهَا ذَاتُ الْجَنْبِ يُسْعَطُ مِنْ الْعُذْرَةِ وَيُلَدُّ مِنْ ذَاتِ الْجَنْبِ

قَالَ أَبُو دَاوُد يَعْنِي بِالْعُودِ الْقُسْطَ

3877. Dari Ummu Qais binti Mihshan, dia berkata: Aku dan anakku menghadap Rasulullah SAW untuk memberitahukan tentang penyakit anakku (bengkak di tenggorokan) yang telah ku obati dengan pijatan jari-jari. Beliau bersabda, "Adakah yang menyerang anakmu ini sehingga memijatnya dengan jari-jarimu? Sebaiknya kamu menggunakan batang kayu India ini, karena kayu tersebut mempunyai tujuh khasiat (kegunaan) untuk menyembuhkan penyakit, diantaranya adalah penyakit tulang rusuk dan bengkak di tenggorokan yang disebabkan penyakit tulang rusuk tersebut."

Abu Daud berkata: Al Uud maksudnya adalah Al Qusth (batang yang lurus).

More about Shahih Sunan Abu Daud Kitab PENGOBATAN 13. Pengobatan Sakit Bengkak di Tenggorokan dengan Pijatan Jari

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PENGOBATAN 14. Perintah Menggunakan Celak

Posted by Unknown




عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْبَسُوا مِنْ ثِيَابِكُمْ الْبَيَاضَ فَإِنَّهَا مِنْ خَيْرِ ثِيَابِكُمْ وَكَفِّنُوا فِيهَا مَوْتَاكُمْ وَإِنَّ خَيْرَ أَكْحَالِكُمُ الْإِثْمِدُ يَجْلُو الْبَصَرَ وَيُنْبِتُ الشَّعْرَ

3878. Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Pakailah pakaian berwarna putih, karena itu adalah pakaianmu yang terbaik, dan kafanilah orangyang telah meninggal dunia dengan kain putih. Sesungguhnya celak yang paling baik adalah Al Itsmid (nama celak mata) yang dapat membuat penglihatan lebih tajam dan menumbuhkan rambut." (Shahih)

More about Shahih Sunan Abu Daud Kitab PENGOBATAN 14. Perintah Menggunakan Celak

Shahih Sunan Abu Daud Kitab PENGOBATAN 15. Hasad (Sihir) Mata

Posted by Unknown




أَبُو هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعَيْنُ حَقٌّ

3879. Dari Abu Hurairah: Rasulullah SAW bersabda, "Hasad mata itu benar adanya." (Shahih: Muttafaq 'Alaih)

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ يُؤْمَرُ الْعَائِنُ فَيَتَوَضَّأُ ثُمَّ يَغْتَسِلُ مِنْهُ الْمَعِينُ

3880. Dari Aisyah, dia berkata: Ada seseorang yang melakukan sihir mata disuruh untuk berwudhu, kemudian orang yang disihirnya mandi dengan air wudhu tersebut. (Shahih sanadnya)

More about Shahih Sunan Abu Daud Kitab PENGOBATAN 15. Hasad (Sihir) Mata