Shahih Sunan Abu Daud Kitab BUDAK 6. Riwayat yang Menyatakan bahwa Budak yang Dimiliki Dua Orang Tidak Boleh Dipekerjakan

Posted by Unknown on Rabu, 15 Mei 2013




عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَعْتَقَ شِرْكًا لَهُ فِي مَمْلُوكٍ أُقِيمَ عَلَيْهِ قِيمَةُ الْعَدْلِ فَأَعْطَى شُرَكَاءَهُ حِصَصَهُمْ وَأُعْتِقَ عَلَيْهِ الْعَبْدُ وَإِلَّا فَقَدْ عَتَقَ مِنْهُ مَا عَتَقَ

3940. Dari Abdullah bin Umar, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang memerdekakan bagian budaknya harus mengganti harganya (kepada partnernya) secara adil, baru budak itu bisa dimerdekakannya. Jika tidak begitu maka dia hanya memerdekakan bagiannya. " (Shahih: Muttafaq 'Alaih)

عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَعْنَاهُ

3941. Dari Ibnu Umar, dia berkata: Rasulullah bersabda... sama dengan makna hadits tadi. (Shahih) lihat hadits sebelumnya

عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهَذَا الْحَدِيثِ

3942. Dari Ibnu Umar, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda... sama dengan hadits tadi. (Shahih sanadnya)

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَعْتَقَ شِرْكًا مِنْ مَمْلُوكٍ لَهُ فَعَلَيْهِ عِتْقُهُ كُلِّهِ إِنْ كَانَ لَهُ مَا يَبْلُغُ ثَمَنَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ مَالٌ عَتَقَ نَصِيبَهُ

3943. Dari Ibnu Umar, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang memerdekakan budak bagiannya harus memerdekakan seluruhnya, jika dia mempunyai harta yang mencapai harga budak itu. Jika tidak maka dia hanya bisa memerdekakan bagianya" (Shahih: Muttafaq Alaih) lihat hadits pertama

عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَعْنَى مَالِكٍ وَلَمْ يَذْكُرْ وَإِلَّا فَقَدْ عَتَقَ مِنْهُ مَا عَتَقَ انْتَهَى حَدِيثُهُ إِلَى وَأُعْتِقَ عَلَيْهِ الْعَبْدُ عَلَى مَعْنَاهُ

3945. Dari Ibnu Umar, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda... sama dengan makna hadits Malik, tapi tidak menyebutkan, "Jika tidak begitu maka dia hanya memerdekakan bagiannya." Haditsnya hanya sampai pada, "ia hanya membebaskan bagiannya" yang sama secara makna. (Shahih: Muttafaq 'Alaih) lihat hadits sebelumnya

عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَعْتَقَ شِرْكًا لَهُ فِي عَبْدٍ عَتَقَ مِنْهُ مَا بَقِيَ فِي مَالِهِ إِذَا كَانَ لَهُ مَا يَبْلُغُ ثَمَنَ الْعَبْدِ

3946. Dari Ibnu Umar, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang memerdekakan budak bagiannya budak harus memerdekakan (menebus) seluruh sisa harga budak tersebut dengan hartanya jika dia mempunyai harta."(Shahih: Muttafaq 'Alaih), Al Irwa' 5/358

عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ يَبْلُغُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ الْعَبْدُ بَيْنَ اثْنَيْنِ فَأَعْتَقَ أَحَدُهُمَا نَصِيبَهُ فَإِنْ كَانَ مُوسِرًا يُقَوَّمُ عَلَيْهِ قِيمَةً لَا وَكْسَ وَلَا شَطَطَ ثُمَّ يُعْتَقُ

3947. Dari Ibnu Umar, dia berkata: Kabar tersebut telah sampai kepada Rasulullah SAW,"Jika seorang budak dimiliki dua orang, lalu salah satunya ingin memerdekakannya, maka ia harus menebus bagian yang lainnya; jika dia kaya maka harus mengganti harganya, tidak kurang dan tidak lebih, kemudian baru memerdekakannya." (Shahih. Muttafaq 'Alaih) lihat hadits sebelumnya