Shahih Sunan Abu Daud Kitab MINUMAN 10. Sifat Minuman Nabidz (Minuman Manis yang Umumnya Terbuat dari Sari Kurma)

Posted by Unknown on Selasa, 14 Mei 2013



عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الدَّيْلَمِيِّ عَنْ أَبِيهِ قَالَ أَتَيْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ عَلِمْتَ مَنْ نَحْنُ وَمِنْ أَيْنَ نَحْنُ فَإِلَى مَنْ نَحْنُ قَالَ إِلَى اللَّهِ وَإِلَى رَسُولِهِ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لَنَا أَعْنَابًا مَا نَصْنَعُ بِهَا قَالَ زَبِّبُوهَا قُلْنَا مَا نَصْنَعُ بِالزَّبِيبِ قَالَ انْبِذُوهُ عَلَى غَدَائِكُمْ وَاشْرَبُوهُ عَلَى عَشَائِكُمْ وَانْبِذُوهُ عَلَى عَشَائِكُمْ وَاشْرَبُوهُ عَلَى غَدَائِكُمْ وَانْبِذُوهُ فِي الشِّنَانِ وَلَا تَنْبِذُوهُ فِي الْقُلَلِ فَإِنَّهُ إِذَا تَأَخَّرَ عَنْ عَصْرِهِ صَارَ خَلًّا

3710. Dari Al Fairuz Ad-Dailami, dia berkata: Kami datang menghadap Rasulullah SAW, kemudian berkata, "Wahai Rasulullah, engkau telah mengetahui siapa kami, dan kemana kami?" Beliau menjawab, "Kepada Allah dan Rasul-Nya" Kami kemudian bertanya lagi, "Wahai Rasulullah, kami mempunyai anggur yang tidak kami gunakan?" Beliau berkata, "' Keringkanlah anggur itu!" Kami berkata lagi, "Lalu apa yang dapat kami buat dengan anggur kering?" Beliau bersabda, "Buatlah minuman anggur untuk makan siangmu dan minumlah pada waktu makan malammu. Buatlah anggur pada waktu makan malammu dan minumlah pada waktu makan siangmu. Buatlah anggur dalam jumlah yang banyak (bersama banyak orang) dan janganlah membuat Anggur dalam jumlah yang sedikit atau sendiri-sendiri, karena jika terlambat memerasnya anggur tersebut akan menjadi cuka. " (Hasan Shahih)

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ يُنْبَذُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سِقَاءٍ يُوكَأُ أَعْلَاهُ وَلَهُ عَزْلَاءُ يُنْبَذُ غُدْوَةً فَيَشْرَبُهُ عِشَاءً وَيُنْبَذُ عِشَاءً فَيَشْرَبُهُ غُدْوَةً

3711. Dari Aisyah, dia berkata: Rasulullah dibuatkan anggur (oleh para sahabatnya) dalam bejana dari kulit yang mempunyai tali penutup dan pembuka. Bejana tersebut juga memiliki lubang pada bagian bawah, guna membuat anggur pada waktu makan siang dan meminumnya pada waktu makan malam, atau dibuat pada waktu makan malam dan diminum pada waktu makan siang. (Shahih: Muslim)

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا كَانَتْ تَنْبِذُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غُدْوَةً فَإِذَا كَانَ مِنْ الْعَشِيِّ فَتَعَشَّى شَرِبَ عَلَى عَشَائِهِ وَإِنْ فَضَلَ شَيْءٌ صَبَبْتُهُ أَوْ فَرَّغْتُهُ ثُمَّ تَنْبِذُ لَهُ بِاللَّيْلِ فَإِذَا أَصْبَحَ تَغَدَّى فَشَرِبَ عَلَى غَدَائِهِ قَالَتْ يُغْسَلُ السِّقَاءُ غُدْوَةً وَعَشِيَّةً فَقَالَ لَهَا أَبِي مَرَّتَيْنِ فِي يَوْمٍ قَالَتْ نَعَمْ

3712. Dari Aisyah, dia berkata: Pada waktu makan siang aku membuatkan minuman dari kurma untuk Rasulullah SAW, yang diminum oleh beliau pada waktu makan malam. Jika ada yang tersisa maka aku tuang atau kosongkan. Kemudian pada malam harinya aku membuatnya lagi, untuk beliau minum pada esok hari. Aisyah melanjutkan: Bejana —dari kulit— tersebut dicuci tiap pagi dan sore. Kemudian Ayahku (Abu Bakar) bertanya kepadaku, "Dua kali dalam sehari?" Aku menjawab, "Ya!" (Hasan Sanadnya)

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ يُنْبَذُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الزَّبِيبُ فَيَشْرَبُهُ الْيَوْمَ وَالْغَدَ وَبَعْدَ الْغَدِ إِلَى مَسَاءِ الثَّالِثَةِ ثُمَّ يَأْمُرُ بِهِ فَيُسْقَى الْخَدَمُ أَوْ يُهَرَاقُ

قَالَ أَبُو دَاوُد مَعْنَى يُسْقَى الْخَدَمُ يُبَادَرُ بِه الْفَسَادَ

3713. Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Rasulullah SAW dibuatkan minuman dari anggur kering, beliau pun meminumnya hari ini, esok hari, dan esok lusa, hingga menjelang petang hari ketiga. Kemudian beliau memerintahkan untuk menyajikannya jika masih bagus, namun jika sudah rusak maka buanglah.

Abu Daud berkata: Yusqa Al Khadam maksudnya adalah cepat rusak. (Shahih: Muslim)