Shahih Sunan Abu Daud Kitab MINUMAN 17. Minum Menggunakan Bejana Emas dan Perak

Posted by Unknown on Selasa, 14 Mei 2013



عَنْ ابْنِ أَبِي لَيْلَى قَالَ كَانَ حُذَيْفَةُ بِالْمَدَائِنِ فَاسْتَسْقَى فَأَتَاهُ دِهْقَانٌ بِإِنَاءٍ مِنْ فِضَّةٍ فَرَمَاهُ بِهِ وَقَالَ إِنِّي لَمْ أَرْمِهِ بِهِ إِلَّا أَنِّي قَدْ نَهَيْتُهُ فَلَمْ يَنْتَهِ وَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الْحَرِيرِ وَالدِّيبَاجِ وَعَنْ الشُّرْبِ فِي آنِيَةِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَقَالَ هِيَ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا وَلَكُمْ فِي الْآخِرَةِ

3723. Dari Ibnu Abu Laila, dia berkata: Ketika Hudzaifah berada di Madain, dia meminta air. Kemudian datang kepala daerah dengan membawa sebuah bejana Perak, maka dia melemparkannya, lalu berkata, "Aku tidak melemparkannya kecuali aku telah melarangnya namun dia tidak mau mendengar! Sesungguhnya Rasulullah melarang menggunakan sutra halus dan pakaian yang ditenun dari sutra, serta melarang minum menggunakan bejana emas dan perak. Beliau bersabda, "Semua itu diperuntukan (bagi orang kafir) di dunia mereka, sedangkan bagi kalian akan mendapatkannya di akhirat nanti." (Shahih: Muttafaq 'Alaih)