Shahih Sunan Abu Daud Kitab WASIAT 3. Larangan Idhrar (Menyakiti) dalam Wasiat

Posted by Unknown on Senin, 13 Mei 2013



عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَجُلٌ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَفْضَلُ قَالَ أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ حَرِيصٌ تَأْمُلُ الْبَقَاءَ وَتَخْشَى الْفَقْرَ وَلَا تُمْهِلَ حَتَّى إِذَا بَلَغَتْ الْحُلْقُومَ قُلْتَ لِفُلَانٍ كَذَا وَلِفُلَانٍ كَذَا وَقَدْ كَانَ لِفُلَانٍ

2865. Dari Abu Hurairah, dia berkata: Seseorang berkata kepada Nabi SAW, "Wahai Rasulullah, kapan waktu sedekah yang paling afdhal untuk bersedekah?" Rasulullah bersabda, "Engkau sebaiknya bersedekah saat dalam keadaan sehat, bersemangat, mengharapkan hidup lebih lama, dan takut fakir, serta tidak menundanya hingga nyawa telah di kerongkongan." Kamu berkata (berwasiat), "Untuk si fulan begini dan untuk si fulan begitu, sementara untuk si fulan sudah begini." (Shahih: Muttafaq 'Alaih)