Riyadhus Shalihin -Imam An-Nawawi- Bab 54: Keutamaan Menangis Karena Takut Kepada-Allah Ta'ala Dan Karena Rindu PadaNya

Posted by Unknown on Jumat, 19 April 2013


Nomor: 445
Dari Anas رضي الله عنه, katanya: "Rasulullah صلی الله عليه وسلم berkhutbah, tidak pernah saya mendengar suatu khutbah pun yang semacam itu -karena amat menakutkan. Beliau صلی الله عليه وسلم bersabda:
"Andaikata engkau semua dapat mengetahui apa yang saya ketahui, niscaya engkau semua akan ketawa sedikit dan menangis banyak-banyak." Anas berkata: "Maka para sahabat Rasulullah صلی الله عليه وسلم sama menutupi mukanya sendiri-sendiri dan mereka itu menangis terisak-isak." (Muttafaq 'alaih)
Keterangannya telah lampau dalam bab: Takut.

Nomor: 446
Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, katanya: "Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda:
"Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah sehingga susu itu dapat kembali keteteknya - menunjukkan suatu kemustahilan. Tidak akan berkumpullah debu fi- sabilillah itu* dengan asap neraka Jahanam."
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.

Nomor: 447
Dari Abu Hurairah رضي الله عنه pula, katanya: "Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda:
"Ada tujuh macam orang yang akan dinaungi oleh Allah dalam naunganNya pada hari yang tiada naungan melainkan naunganNya sendiri - yakni hari kiamat, yaitu imam - kepala atau pemimpin - yang adil. Pemuda yang tumbuh -sejak kecilnya - dalam beribadat kepada Allah, orang yang hatinya tergantung - sangat memperhatikan -kepada masjid-masjid dua orang yang saling cinta- mencintai karena Allah, keduanya berkumpul atas keadaan sedemikian itu dan keduanya berpisah atas keadaan sedemikian itu pula, orang lelaki yang diajak oleh wanita yang mempunyai kedudukan dan berparas cantik, lalu ia berkata: "Sesungguhnya saya ini takut kepada Allah," - demikian pula sebaliknya, yaitu wanita yang diajak lelaki lalu bersikap seperti di atas, juga orang yang bersedekah dengan suatu sedekah lalu disembunyikan sedekahnya itu sehingga seolah-olah tangan kirinya tidak tahu apa yang dinafkahkan oleh tangan kanannya dan orang yang mengingat pada Allah di waktu keadaan sunyi lalu melelehlah airmata dari kedua matanya." (Muttafaq 'alaih)
Maksudnya ialah berjihad memerangi musuh agama Allah sewaktu-waktu untuk mengharapkan keridhaanNya.

Nomor: 448
Dari Abdullah bin asy-Syikhkhir رضي الله عنه, katanya: "Saya mendatangi Rasulullah صلی الله عليه وسلم dan beliau sedang bersembahyang dan dari dadanya itu terdengar suara bagaikan mendidihnya kuali karena beliau sedang menangis."
Hadis hasan shahih yang diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Termidzi dalam asy-Syamail dengan isnad yang shahih.

Nomor: 449
Dari Anas رضي الله عنه, katanya: "Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda kepada Ubay bin Ka'ab رضي الله عنه, demikian:
"Sesungguhnya Allah Azzawajalla menyuruh padaku supaya saya bacakan untukmu ayat ini - artinya: "Tidaklah akan dapat meninggalkan orang-orang kafir dari ahlul-kitab dan musyrik itu - akan kepercayaannya yang sesat - sampai datang kepada mereka keterangan yang jelas. "Albayyinah" 1-8. Ia berkata: "Apakah Allah menjelaskan namaku pada Tuan?" Beliau صلی الله عليه وسلم bersabda: "Ya." Kemudian Ubay رضي الله عنه menangis." (Muttafaq 'alaih)
Dalam sebuah riwayat lain disebutkan: "Maka Ubay mulai menangis." - Ubay adalah seorang dari golongan sahabat Anshar.

Penjelasan:
Sebabnya Ubay رضي الله عنه menangis ialah karena terharu hatinya, gembira bercampur rasa takut kepada Allah Ta'ala, karena merasa masih kurang kebaktian serta ketaatan yang dilakukan olehnya. Adapun rasa terharunya itu di antaranya disebabkan karena dalam surat "Albayyinah" bagian terakhir dijelaskan bahwa orang-orang semacam sahabat Ubay رضي الله عنه itu amat diridhai oleh Allah Ta'ala dan orang itupun benar-benar sudah ridha kepadaNya. Manakala seseorang itu telah diridhai oleh Allah, maka tiada lain tempatnya di akhirat nanti, kecuali syurga.

Nomor: 450
Dari Anas رضي الله عنه pula, katanya: "Abu Bakar berkata kepada Umar radhiallahu 'anhuma sesudah wafatnya Rasulullah صلی الله عليه وسلم: "Mari kita bersama-sama berangkat ke tempat Ummu Aiman untuk menziarahinya, sebagaimana halnya Rasulullah صلی الله عليه وسلم juga menziarahinya." Ketika keduanya sampai di tempat Ummu Aiman, lalu wanita ini menangis. Keduanya berkata: "Apakah yang menyebabkan engkau menangis? Tidakkah engkau ketahui bahwasanya apa yang ada di sisi Allah itu lebih baik untuk Rasulullah صلی الله عليه وسلم" Ummu Aiman lalu menjawab: "Sesungguhnya saya tidaklah menangis karena saya tidak mengetahui bahwasanya apa yang ada di sisi Allah itu lebih baik untuk Rasulullah صلی الله عليه وسلم, tetapi saya menangis ini ialah karena sesungguhnya wahyu itu telah terputus - sebab Nabi صلی الله عليه وسلم telah wafat." Maka ucapan Ummu Aiman menggerakkan hati kedua sahabat itu untuk menangis. Kemudian keduanya itupun menangis bersama Ummu Aiman.
Hadis di atas sudah disebutkan dalam bab: Menziarahi orang-orang ahli kebaikan - lihat Hadis no. 359.

Nomor: 451
Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma, katanya: "Ketika sudah sangat geringnya Rasulullah صلی الله عليه وسلم, lalu ditanyakan padanya siapa yang akan menjadi imam shalat. Beliau صلی الله عليه وسلم lalu bersabda: "Perintahkanlah pada Abu Bakar, supaya ia bersembahyang menjadi imam orang-orang banyak!" Aisyah رضي الله عنها berkata: "Sesungguhnya Abu Bakar itu adalah seorang lelaki yang lemah, jikalau membaca al-Quran, maka bacaannya terkalahkan oleh tangisnya - sehingga bacaannya tidak jelas." Beliau صلی الله عليه وسلم lalu bersabda lagi: "Perintahkanlah pada Abu Bakar supaya bersembahyang sebagai imam!"
Dalam lain riwayat disebutkan: Dari Aisyah رضي الله عنها, katanya: "Saya berkata: "Sesungguhnya Abu Bakar itu apabila mengganti kedudukan Tuan - sebagai imam, ia tidak dapat memper-dengarkan suaranya kepada orang-orang banyak sebab tangisnya." (Muttafaq 'alaih)

Nomor: 452
Dari Ibrahim bin Abdur Rahman bin 'Auf, bahwasanya Abdur Rahman bin 'Auf رضي الله عنه diberi hidangan makanan, sedangkan waktu itu ia berpuasa, lalu ia berkata: "Mus'ab bin Umair itu terbunuh - fi-sabilillah. Ia adalah seorang yang lebih baik daripada-ku, tetapi tidak ada yang digunakan untuk mengafaninya - mem-bungkus janazahnya - kecuali selembar burdah. Jikalau kepalanya ditutup, maka tampaklah kedua kakinya dan jikalau kedua kakinya ditutup.maka tampaklah kepalanya. Selanjutnya untuk kitasekarang ini dunia telah dibeberkan seluas-luasnya - banyak rezeki. Atau ia berkata: "Kita telah dikaruniai rezeki dunia sebagaimana yang kita terima ini - amat banyak sekali. Kita benar-benar takut kalau-kalau kebaikan-kebaikan kita ini didahulukan untuk kita sekarang - sejak kita di dunia ini, sedang di akhirat tidak dapat bagian apa-apa." Selanjutnya ia lalu menangis dan makanan itu ditinggalkan. (Riwayat Bukhari)

Nomor: 453
Dari Abu Umamah, yaitu Shuday bin 'Ajlan al-Bahili رضي الله عنه dari Nabi صلی الله عليه وسلم, sabdanya:
"Tiada sesuatupun yang lebih dicintai oleh Allah Ta'ala daripada dua tetesan dan dua bekas. Dua tetesan itu ialah tetesan airmata karena takut kepada Allah dan tetesan darah yang dialirkan fisabilillah. Adapun dua bekas yaitu bekas luka fi-sabilillah dan bekas dalam mengerjakan kefardhuan dari beberapa kefardhuan Allah Ta'ala - semacam bekas sujud dan lain-lain."
Diriwayatkan Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.
Dalam bab ini masih banyak lagi Hadisnya, di antaranya ialah Hadisnya al-'Irbadh bin Sariyah رضي الله عنه, katanya: "Kita semua diberi nasihat oleh Rasulullah صلی الله عليه وسلم, yaitu suatu nasihat yang semua hati dapat menjadi takut karenanya dan matapun dapat melelehkan airmata." Hadis ini telah lalu dalam bab: Melarang kebid'ahan-kebid'ahan - lihat Hadis no. 157 dan 171.